MATERI KIMIA KELAS X BAB V IKATAN KIMIA A.IKATAN ION


 

Ikatan ion dan ikatan kovalen

Kompetensi Dasar
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat
4.5 Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik senyawa ion atau senyawa kovalen (berdasarkan titik leleh, titik didih, daya hantar listrik, atau sifat lainnya)

Deskripsi Singkat Materi
Ikatan ion atau elektrovalen adalah ikatan yang terbentuk karena gaya elektrostatik antara ion positif (+) dari unsur logam dengan ion negatif (-) dari unsur non logam.
Sifat fisis senyawa ion antara lain titik leleh dan titik didih yang tinggi, larut dalam pelarut air, bersifat konduktor listrik.

Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat kecenderungan atom-atom untuk menggunakan elektron bersama (share elektron) agar memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat. Beberapa sifat fisis senyawa kovalen sederhana antara lain bersifat lunak dan tidak rapuh, mempunyai titik didih dan titik leleh yang
rendah, tidak dapat menghantarkan listrik dan tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 IKATAN ION

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat:
1. Memahami aturan oktet dan aturan duplet dalam kestabilan unsur
2. Memahami pembentukan senyawa ion
3. Memahami sifat-sifat fisis senyawa ion
B.Uraian Materi
Seorang guru  menuliskan dua contoh senyawa.

Kemudian guru tersebut  bertanya, “Apa yang membedakan kedua senyawa itu?”
“Jumlah atom C dan atom H,” jawab siswa yang pintar.
Itu betul sekali. Tapi, mereka tidak tahu tentang molekul-molekul yang guru tuliskan. 


 

 

Lalu si guru menjelaskan,
“Yang pertama adalah estrogen yaitu hormon yang bertanggung jawab atas sifat kewanitaan. Sedangkan yang kedua adalah testosteron yaitu hormon yang bertanggung jawab atas sifat kelaki-lakian” Hal yang menarik di sini adalah adanya interaksi antara C, H, O yang sedikit beda jumlah atom bisa menyebabkan perbedaan jenis kelamin.
Mirip, tapi sama sekali berbeda, bukan?
Bayangkan! ikatan kimia antar 118 atom unsur dalam SPU bisa menghasilkan berapa milyar senyawa yang berbeda ? Mengapa mereka saling berinteraksi ? Bagaimana mereka saling berinteraksi ? Maka akan kita bahas ikatan kimia pada postingan ini

 

 

1. Kestabilan unsur-unsur
Unsur-unsur dialam umumnya tidak stabil sehingga ditemukan dalam bentuk senyawanya. Atom-atom unsur tersebut saling berikatan membentuk molekul unsur atau molekul senyawa, untuk mencapai keadaan yang lebih stabil.
Gas mulia merupakan unsur golongan VIII A dan bersifat inert. Hal ini karena gas mulia sulit bereaksi dengan atom unsur lainnya. Di alam, gas mulia berada sebagai atom tunggal. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya terisi penuh oleh elektron.

Perhatikan Tabel 1 konfigurasi elektron gas mulia.


 

 

G.N. Lewis (Amerika) dan W. Kossel (Jerman) menjelaskan bahwa kestabilan suatu atom unsur dalam ikatan kimianya, terkait dengan upaya atom unsur tersebut untuk memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat.
- Dikemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua atom yang berikatan akan berubah sedemikian rupa sehingga konfigurasi elektron kedua atom tadi sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yaitu mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya. Pernyataan ini disebut aturan oktet
- Unsur-unsur dengan nomor atom kecil seperti H dan Li, stabil dengan 2
elektron valensi seperti He, disebut Aturan Duplet.


 

 

Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, atau berbagi elektron.
Contoh:


 

 

Jadi unsur logam akan melepaskan elektron valensinya membentuk ion positif (+), sedangkan unsur nonlogam akan menangkap elektron membentuk ion negatif (-)


 




Pada saat atom-atom membentuk ikatan, hanya elektron-elektron pada kulit terluar yang berperan yaitu elektron valensi. Elektron valensi dapat digambarkan dengan struktur Lewis yaitu lambang kimia suatu atom atau ion yang dikelilingi oleh titik-titik elektron valensi.
Coba cermati tabel berikut :

Struktur Lewis unsur-unsur golongan utama

 


Contoh soal
Gambarkan symbol Lewis untuk atom
₁₇Cl, O dan Na !
Jawab


 



2. Pembentukan ikatan ion
Ikatan ion atau elektrovalen umumnya terbentuk antara atom logam dan non logam. Hal ini terjadi karena atom unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion positip (+) dan atom unsur non logam cenderung menangkap elektron sehingga membentuk ion negatip (-). Ikatan antara ion positip dengan ion negatip melalui gaya elektrostatis disebut ikatan ion. Perhatikan gambar berikut:


 

 

Contohnya
a. Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na dengan atom Cl.


 

 

Ilustrasi pembentukan ikatan ion


 


b. Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na dengan atom Cl.


 

 

Ilustrasi pembentukan ikatan ion


 


3. Sifat fisis senyawa ion
Sifat fisis senyawa ion ditentukan oleh gaya elektrostatis yang kuat antara ion positif dan negatif senyawa tersebut. Dalam fase padat, membentuk struktur kristal. Contoh Susunan ion-ion Na dan Cl yang membentuk struktur kristal NaCl. Setiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl- dan setiap ion Cl dikelilingi oleh 6 ion Na


 

 

Beberapa sifat fisis senyawa ion lainnya adalah :
a. Bersifat keras tetapi rapuh
Jika senyawa ion dikenakan suatu energi, misalnya dipukul menggunakan palu, lapisan yang terkena pukulan akan bergeser. Ion-ion yang muatannya sama akan saling menolak. Tolak-menolak antar ion inilah yang menyebabkan kekuatan ikatan ion akan berkurang sehingga senyawa ion bersifat mudah rapuh. Perhatikan ilustrasi berikut:


 

 

b. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Ikatan ion antara kation dan anion sangat kuat. Untuk memutuskan ikatan ion diperlukan energi yang cukup besar. inilah penyebab senyawa ion mempunyai titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi. Contohnya : NaCl mempunyai titik leleh 801º C dan titik didih 1.465º C.
c. Larut dalam pelarut air, tetapi umumnya tidak larut dalam pelarut organik.
d. Bersifat konduktor listrik
Tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi menghantarkan listrik dalam fase cair (lelehannya) atau jika larut dalam air.

C. Rangkuman
1. Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, atau berbagi elektron.
2. Ikatan ion atau elektrovalen adalah ikatan yang terbentuk karena gaya elektrostatik antara ion positif (+) dari unsur logam dengan ion negatif (-) dari unsur non logam
3. Sifat fisis senyawa ion antara lain titik leleh dan titik didih yang tinggi, larut dalam pelarut air, bersifat konduktor listrik

 

D. Penugasan Mandiri
KARTU ION BERBASIS LOKAL MATERIAL
1. Untuk memahami pembentukan ikatan ion kalian dapat membuat alat peraga sederhana menggunakan material lokal yang ada ditempatmu.
2. Unsur-unsur logam golongan I A, II A, III A , stabil dengan cara melepas elektron membentuk ion positif, sedangkan unsur-unsur non logam golongan V A, VI A , VII  A stabil dengan cara menangkap elektron membentu ion negatif. Kalian dapat membuat kartu ion seperti gambar berikut:


 

 

Jadi semua unsur golongan IA yaitu Li, Na, K, Rb, Cs mempunyai model kartu ion yang sama dengan kartu Na , golongan II A yaitu Be, Mg, ca, Sr Ba mempunyai model kartu ion yang sama dengan kartu Ca², begitu seterusnya
- Cara menggunakan :
a. misalnya kamu ingin mengetahui pembentukan CaF maka kamu sediakan kartu ion Ca² dan kartu ion F- Kemudian pasangkan kedua kartu tersebut sehingga membentuk persegi yang KLOP..! maka dibutuhkan 1 kartu Ca²dan 2 kartu F


 


Mudah bukan ? sekarang saatnya kamu cek sendiri untuk pembentukan
senyawa-senyawa ion lainnya.
b. Pembentukan ikatan ion antara atom Al dan atom O , caranya : Sediakan kartu ion Al³ dan O², kemudian rangkai menjadi persegi yang KLOP sesuai contoh diatas


 

 

E. Latihan Soal

1. Unsur kalsium mempunyai konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p 3s² 3p 4s² . Untuk mencapai kondisi yang stabil seperti golongan gas mulia, maka yang terjadi pada kalsium adalah … .
A. Pelepasan 1 elektron sehingga bermuatan +1
B. Pelepasan 2 elektron sehingga bermuatan +2
C. Penyerapan 1 elektron sehingga bermuatan +2
D. Penyerapan 2 elektron sehingga bermuatan +2
E. Memasangkan dua elektron dengan dua elektron lain.

2. Diketahui konfigurasi elektron sebagai berikut :




Maka kelompok unsur yang cenderung membentuk ion positip adalah ….
A. He,Al, dan O
B. He,Ne, dan Ar
C. Na, Al dan K
D. C,O dan Cl
E. Ne, Na dan K

3. Perhatikan gambar struktur Lewis beberapa senyawa berikut ! 


 


Senyawa yang tidak mengikuti kaidah oktet atau duplet adalah ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

4. Diketahui unsur X dan Z memiliki konfigurasi elektron sebagai berikut:
X : [Ar] 4s² 3d
Z : [Ne] 3s² 3p
Apabila X dan Z bersenyawa, rumus senyawa yang terbentuk adalah ….
A. XZ
B. XZ
C. XZ
D. XZ
E. XZ

5. Senyawa M mempunyai sifat sebagai berikut:
a) mudah larut dalam air,
b) dapat menghantarkan listrik dalam fase cair,
c) titik didih dan titik lelehnya tinggi.
Jenis ikatan dalam senyawa M tersebut adalah ….
A. ion
B. kovalen nonpolar
C. hidrogen
D. logam
E. kovalen polar

Kirimkan jawaban anda kepada guru melalui Whatsapp !