MATERI SEJARAH KELAS XII BAB V D.SEJARAH KONTEMPORER JERMAN TIMUR


 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 SEJARAH KONTEMPORER JERMAN TIMUR
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 4 ini kalian diharapkan mampu mengevaluasi runtuhnya Jerman Timur dengan cermat dan data menunjukkan sikap peduli, kerjasama rela berkorban dan cinta tanah air.


B. Uraian Materi
Sejak Perang Dunia Kedua tahun 1945 Jerman praktis terpecah dua. Perpecahan itu berlangsung sampai tahun 1990, ketika Jerman Timur resmi membubarkan diri dan bergabung ke Jerman Barat. Mengapa Jerman pecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur dan bagaiman proses bubarnya Jerman Timur dan kemudian Bergabung dengan Jerman Barat ?

1. Pecahnya Jerman
Di akhir Perang Dunia II, Jerman terbagi atas 4 wilayah pendudukan militer di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di barat, serta satu wilayah di bawah kekuasaan Uni Soviet di timur. 

 

Tujuan awalnya adalah untuk bersama bekerja membantu pembangunan kembali Jerman sekaligus agar negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Perang Dingin kemudian mengubahnya. 

Republik Demokratik Jerman (GDR) didirikan oleh Uni Soviet pada 7 Oktober 1949 di timur setelah beberapa bulan sebelumnya tiga wilayah lain di barat bergabung menjadi Republik Federal Jerman.

Perpecahan Jerman adalah cerminan klaim yang diajukan oleh pihak Sekutu yang memenangkap peperangan pada tahun 1945. 

Di satu sisi ada AS, Prancis, dan Inggris; di sisi lain, Uni Soviet. Mereka membentuk aliansi untuk mengalahkan Jerman dibawah rezim Nazi Hitler, namun kedua kubu punya ideologi berbeda yang segera menjadi jelas lagi setelah Jerman menyerah. 

Pihak sekutu Barat ketika itu memotori pendirian Jerman Barat, sedangkan penguasa Uni Soviet Josef Stalin memerintahkan pendirian Jerman Timur. 

Uni Soviet ketika itu memang mendominasi Eropa Timur dengan ideologi sosialisme dan sistem ekonomi terencana.

2. Berdirinya Jerman Timur
Jerman Timur, atau nama resminya Republik Demokratik Jerman atau RDJ merupakan negara Blok Timur selama periode Perang Dingin. 

Republik Demokratik Jerman, atau lebih dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan 7 Oktober 1949 - empat tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan empat bulan setelah berdirinya. Republik Federal Jerman, atau Jerman Barat.


Karakteristik negara-negara sosialis di Eropa Timur: tidak ada kebebasan pers, tidak ada kebebasan bergerak, tidak ada lembaga peradilan yang independen, dan tidak ada partai politik maupun pemilu bebas. 

Polandia, Hongaria, Rumania, dan Jerman Timur hanyalah beberapa negara yang saat itu disebut negara Tirai Besi. 

Mereka semuanya menyandang nama demokrasi, namun sistem pemerintahannya adalah kediktatoran.
Jerman Timur ketika itu punya peran geografis dan politik khusus di Blok Timur, karena langsung berbatasan dengan Blok Barat. 

Selain itu, kota Berlin yang terbagi dua terletak di wilayah Timur. Dengan demikian, Berlin Barat yang termasuk Blok Barat seperti menjadi pulau di Jerman Timur yang sosialistis.
 

Di kota Berlin terjadi persaingan antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Kota dengan lebih tiga juta penduduk itu menjadi pusat 

Perang Dingin. Sampai 1961 perbatasan Berlin barat dan timur menjadi jalur pengungsi yang ingin melarikan diri Blok Timur ke Blok Barat. Namun jalur itu tertutup dengan pembangunan Tembok Berlin.


Sebelumnya, lebih dari satu juta orang yang tidak setuju dengan sistem sosialis yang otoriter sudah melarikan diri ke Jerman Barat. Setelah Tembok dibangun, masyarakat Jerman Timur makin terisolasi. 

Tahun 1970-an, Kanselir Jerman Barat saat itu Willy Brandt memulai era diplomasi baru dengan memulihkan hubungan diplomatik ke Jerman Timur. Tahun 1971, Willy Brandt dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian untuk politiknya, dan 1973 kedua negara Jerman menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 

Namun usia negara Jerman Timur relatif singkat. Rezim sosialistis gagal mengembangkan ekonomi dan menjamin kesejahteraan bagi warganya, tertinggal jauh dengan perkembangan di Jerman Barat yang demokratis. Warga Jerman Timur tidak memiliki kebebasan berpendapat dan juga hanya boleh bepergian ke luar negeri dengan ijin khusus, yang sulit didapat.


Warga Jerman Timur mengekspresikan kekecewaan mereka tidak hanya melalui demonstrasi massal di jalan-jalan, melainkan juga dengan ramai-ramai mengajukan permohonan bepergian ke luar negeri.

3. Runtuhnya Tembok Berlin
Setelah Perang Dunia Kedua, Eropa dibagi-bagi antara Uni Soviet dan negara-negara Barat. Soviet kemudian mendirikan "Tirai Besi" yang memisahkan Timur dari Barat.


Jerman yang kalah perang dibagi-bagikan untuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet yang menduduki bagian timur.


 

 


Jerman Timur - yang nama resminya adalah Republik Demokratik Jerman - menjadi tumpuan Uni Soviet di Eropa Barat. 

Tembok Berlin dibangun tahun 1961 karena banyak warga Berlin Timur yang menyeberang ke Barat.

Berlin - yang terletak di bagian Timur Jerman - sendiri terbagi empat. Wilayah Inggris, Prancis, dan AS di barat dan zona Soviet di timur. Maka Berlin Barat menjadi kantong negara Barat yang dikelilingi oleh wilayah Jerman Timur.


 



Kegagahan Tembok Berlin setelah menjulang selama 28 tahun akhirnya runtuh, tembok yang menjadi simbol pemisah tersebut dirobohkan oleh massa. Aksi massa ini didorong oleh runtuhnya Uni Soviet serta penerapan sejumlah reformasi liberal yang dilakukan oleh Jerman Timur sebelumnya. 

Pada tanggal 9 November 1989 pagi, massa dari Jerman Barat dan Jerman Timur berkumpul di Tembok Berlin. Aksi ini didasari oleh pengumuman Pemerintah Jerman Timur. 

Pada pagi 9 November, pemerintah Jerman Timur, mengatakan jika warganya bisa dengan bebas melintasi tembok pembatas ke wilayah Barat. Setelah itu, warga Jerman Timur mengerumuni Tembok Berlin, di mana mereka disambut oleh warga di Berlin Barat. 

Melansir laman History, orang-orang dari Berlin Barat dan Timur mulai berkumpul di sekitar tembok. Mereka menyerukan kalimat Tor auf atau "Buka Gerbangnya" sembari minum bir serta champagne. 

Kemudian, pada tengah malam, massa mulai memenuhi checkpoint tembok. Saat itu, dilaporkan sebanyak 2 juta orang datang berkumpul di Tembok Berlin. Mereka memanjat dan membongkarnya. Kala itu, massa meruntuhkan tembok menggunakan palu dan berusaha menyingkirkan potongan-potongan tembok menjauh dari lokasi aslinya. 

Orang-orang Berlin sendiri menyebut mereka yang meruntuhkan tembok sebagai Mauerspechte atau para pelatuk tembok. Beberapa jurnalis menggambarkan peristiwa tersebut sebagai pesta rakyat terbesar dalam sejarah dunia. Setelah tembok pemisah berhasil dibuka, massa mulai melintasi pagar. 


 

 

Arsip pemberitaan Harian The Guardian, 11 November 1989 menggambarkan, para penduduk melintasi tembok dengan sukacita, heran, tangis, dan tawa. Meski telah dirusak oleh massa dengan hanya bermodalkan tangan dan palu. Namun beberapa hari kemudian, tembok kembali dirobohkan dengan menggunakan alat berat seperti crane hingga buldozer.


Setelah tembok yang menghalangi aktivitas masyarakat Berlin tersebut menghilang, warga kota kembali bersatu sejak dipisahkan pada tahun 1945. 

Seorang  warga kemudian menuliskan kalimat "Hanya hari ini, perang benar-benar telah usai", pada bagian tembok yang telah runtuh. 

Sejak didirikan pada tahun 1961, sebanyak 5.000 orang gagal menembus blokade tembok. Selain itu, sebanyak 191 orang meninggal dunia dalam usaha untuk melintasi tembok pembatas tersebut. Hampir setahun setelah runtuhnya tembok pemisah tersebut. 

Proses reunifikasi atau bergabungnya Jerman Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3 oktober 1990.


4. Bubarnya Jerman Timur dan Bersatunya Jerman
Pimpinan Jerman Timur Erich Honecker memerintah dengan otoriter dengan bantuan dinas rahasia Stasi yang sangat ditakuti. Namun mereka tidak bisa menghentikan erosi kepercayaan. Dengan perubahan di Uni Soviet yang dicanangkan oleh Mikhail Gorbachev, Eropa Timur pun mengalami perubahan besar, terutama Polandia dan Hongaria. Desakan untuk kebebasan dan demokrasi makin lantang disuarakan.


 


 

Pada tanggal 7 Oktober 1989, rezim sosialistis di Jerman Timur meggalang perayaan besar 40 tahun pendirian Republik Demokratik Jerman Timur. Namun warga yang sudah kehilangan kepercayaan dan menolak penindasan terus menggalang aksi protes damai yang makin lama makin luas di berbagai kota. 

Akhirnya, pada 9 November 1989, rezim terpaksa menyerah pada desakan puluhan ribu orang yang ingin melewati perbatasan antara Berlin Timur dan Berlin Barat.


 


Pasukan penjaga perbatasan dan agen-agen Stasi tidak berani melepaskan tembakan kepada ribuan warga yang berunjuk rasa, dan akhirnya membuka perbatasan setelah ada perintah dari pejabat tinggi Jerman Timur. 

9 November kemudian diperingati sebagai hari runtuhnya Tembok Berlin. 

Erich Honecker terpaksa mundur dan melarikan diri ke Kedutaan Chile di Moskow, namun kemudian diekstradisi ke Jerman untuk diadili. Dia akhirnya dilepaskan pengadilan atas alasan kesehatan dan pindah ke Chile. 

Parlemen darurat yang dibentuk oleh kalangan pro-demokrasi akhirnya melaksanakan pemilihan umum untuk memilih parlemen baru yang demokratis. Lalu parlemen baru Jerman Timur pun memutuskan pembubaran negaranya dan penggabungan ke Jerman Barat.


Pada awal tahun 1990 muncul ide untuk melakukan unifikasi atau penyatuan Jerman kembali. Ide itu muncul pada pertemuan di Ottawa, Ibukota Kanada pada bulan Februari 1990 yang dihadiri oleh keempat Menteri Luar Negeri dari negara-negara pemenang Perang Dunia II dan kedua Menteri Luar Negeri dari Jerman Barat dan Jerman Timur. 

Pertemuan itu lebih dikenal dengan rumusan Dua Plus Empat, yang terdiri dari Jerman Barat dan Jerman Timur dengan Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.


Pertemuan-pertemuan selanjutnya tersus berlanjut membicarakan penyatuan Jerman dan para pejabat dari enam negara itu telah mempersiapkan berbagai rapat kerja yang menghasilkan pertemuan para menteri luar negeri. Pertemuan pertama diselenggarakan di Bonn, Ibukota Jerman Barat pada bulan Mei 1990. 

Sebulan kemudian pasca pertemuan di Bonn, diselenggarakan pertemuan di Berlin Timur dan Paris.
Memasuki babak akhir prosesi unifikasi, pada tanggal 12 September 1990, pertemuan diselenggarakan di Moskow, Uni Soviet. Pada pertemuan tersebut tercipta rumusan mengenai penyatuan Jerman.


Pertemuan Dua Plus Empat itu menjadi awal permulaan yang menghubungkan satu perundingan dengan perundingan yang lainnya, salah satunya Sidang Pertemuan Puncak Ekonomi Internasional pada bulan Juli 1990, kemudian Pertemuan Puncak NATO, serta pertemuan tentang pengurangan persenjataan di Wina, Austria pada bulan Agustus 1990, pertemuan khusus dari Konferensi Keamanan dan Kerja Sama Eropa di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.


Di samping itu, keberhasilan perundingan dalam rangka mencapai kesepakatan penyatuan Jerman tidak terlepas dari peran Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev yang berhasil menciptakan suatu arus pemikiran baru dalam Politik Luar Negeri Uni Soviet.


Demokratisasi dari Uni Soviet yang menyebar terhadap negara-negara Komunis di Eropa Barat, Tengah dan Timur juga menjadi faktor pendorong terciptanya proses Unifikasi Jerman. Implementasi baru itu akhirnya mengubah tatanan politik yang ditancapkan oleh Rezim Joseph Stalin yang selama ini bercokol di Eropa Timur dan Tengah. Politik baru itu memungkinkan rakyat Jerman turun ke jalan untuk menyatukan Jerman sebagai satu kesatuan tanah air.


Pada tanggal 3 Oktober 1990 Jerman bersatu , sekitar 17 juta warga Jerman Timur praktis menjadi warganegara Jerman Barat. Tanggal 3 Oktober kemudian dicanangkan sebagai Hari Penyatuan Jerman (Tag der Deutschen Einheit) dan dinyatakan sebagai hari libur nasional.


C. Rangkuman
1. Di akhir Perang Dunia II, Jerman terbagi atas 4 wilayah pendudukan militer di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di barat, serta satu wilayah di bawah kekuasaan Uni Soviet di timur. Tujuan awalnya adalah untuk bersama bekerja membantu pembangunan kembali Jerman sekaligus agar negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia.
2. Republik Demokratik Jerman, atau lebih dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan 7 Oktober 1949 - empat tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan empat bulan setelah berdirinya. Republik Federal Jerman, atau Jerman Barat.
3. Di kota Berlin terjadi persaingan antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Kota dengan lebih tiga juta penduduk itu menjadi pusat Perang Dingin. Sampai 1961 perbatasan Berlin barat dan timur menjadi jalur pengungsi yang ingin melarikan diri Blok Timur ke Blok Barat. Namun jalur itu tertutup dengan pembangunan Tembok Berlin.
4. Tembok Berlin dibangun tahun 1961 karena banyak warga Berlin Timur yang menyeberang ke Barat. Kegagahan Tembok Berlin setelah menjulang selama 28 tahun akhirnya runtuh. tembok yang menjadi simbol pemisah tersebut dirobohkan oleh massa.
5. Pimpinan Jerman Timur Erich Honecker yang memerintah otoriter dengan bantuan dinas rahasia Stasi yang sangat ditakuti terpaksa mundur dan melarikan diri ke Kedutaan Chile di Moskow, namun kemudian diekstradisi ke Jerman untuk diadili.
Dia akhirnya dilepaskan pengadilan atas alasan kesehatan dan pindah ke Chile.
Parlemen darurat yang dibentuk oleh kalangan pro-demokrasi akhirnya melaksanakan pemilihan umum untuk memilih parlemen baru yang demokratis.
6. Parlemen baru Jerman Timur memutuskan pembubaran negaranya dan penggabungan ke Jerman Barat. Proses reunifikasi atau bergabungnya Jerman Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3 oktober 1990 atau hampir setahun setelah runtuhnya tembok pemisah tersebut.

D. Latihan Soal
1. Perhatikan pernyataan berikut ini.
1) Mengawal proses demiliterisasi Jerman
2) Memisahkan Jerman berdasarkan garis ideology
3) Membangun perekonomian Jerman secara bersama sama
4) Menghancurkan Fasisme di Jerman
5) Mencegah berkembangnya Kapitalisme ke Blok Timur.
Dua alasan utama dibaginya Jerman ke dalam empat zona pendudukan pasca kekalahan Nazi Jerman dalam perang dunia II ditunjukkan nomor …
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 5
 

2. Terpecahnya Jerman menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur setelah Perang Dunia II merupakan hasil dari adanya perjanjian ....
A. Versailles
B. Postdam
C. Paris
D. Berlin
E. Bonn
 

3. Usaha pemerintah Jerman Timur untuk mencegah penduduknya melarikan diri ke Jerman Barat adalah ....
A. menerapkan kebijakan ketat
B. meminta bantuan Uni Soviet
C. meruntuhkan tembok Berlin
D. membangun tembok Berlin
E. melakukan Berlin Airlift
 

4. Kepala negara Jerman Timur yang memberlakukan kebijakan tembak mati bagi penduduk Jerman Timur yang berusaha menyebrangi perbatasan adalah ....
A. Egon Krenz
B. Vladimir Lenin
C. Eric Honocker
D. Joseph Broz Tito
E. Helmut Kohl

5. Kepemimpinan Egon Krenz di Jerman Timur membawa pengaruh besar karena ....
A. memerintahkan pembangunan tembok Berlin
B. menjalin kerja sama dengan Jerman Barat
C. memberikan gagasan penyatuan Jerman
D. menanamkan paham komunis
E. mencetuskan ide perubahan


6. Keterbelakangan Jerman Timur terutama disebabkan oleh ....
A. Dianutnya sistem ekonomi pasar bebas
B. Adanya belenggu komunisme
C. Adanya belenggu kapitalisme
D. Kalah bersaing dengan Jerman Barat
E. Kurangnya campur tangan pemerintah
 

7. Faktor ekstern pendorong bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur adalah ....
A. Runtuhnya tembok Berlin
B. Adanya pertemuan Dua Plus Empat
C. Pemerintah Jerman Timur menganut komunisme
D. Pengaruh program glasnost dan perestroika
E. Perekonomian Jerman Timur tertinggal dibandingkan Jerman Barat
 

8. Pada awal tahun 1990, muncul ide penyatuan Jerman. Beberapa peristiwa yang mendorong bersatunya Jerman antara lain ....
A. Kemajuan pesat di Jerman Barat yang menimbulkan keinginan Jerman Timur bergabung.
B. Meningkatnya komunisme di Eropa Timur.
C. Sistem komunis mengakibatkan meningkatnya perekonomian.
D. Munculnya Amerika Serikat sebagai polisi dunia.
E. Munculnya Uni Soviet sebagai negara kreditor.
 

9. Bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur merupakan dampak tidak langsung dari peristiwa ....
A. Runtuhnya komunisme di Uni Soviet
B. Runtuhnya Tembok Berlin
C. Berakhirnya Perang Dingin
D. Revolusi demokratik di Eropa Timur
E. Disintegrasi di Yugoslavia
 

10. Di Ottawa (Kanada) pada bulan Februari 1990, Empat menteri luar negeri dari pemenang perang Dunia II dan kedua menteri luar negeri dari Jerman Barat dan Jerman Timur bertemu. Pertemuan itu lebih dikenal dengan Rumusan “Dua plus empat ” . Rumusan Dua Plus Empat diadakan untuk ...
A. Penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur
B. Pembahasan konflik Jerman Barat dan Jerman Timur
C. Pergantian Pimpinan Jerman
D. Merobohkan Tembok Berlin yang membatasi Jerman Barat dan Jerman Timur
E. Jerman Barat yang berkonflik dengan Jerman Timur
 

11. Masalah utama yang dihadapi oleh Jerman setelah penyatuan negara adalah ....
A. Perbedaan ideologi
B. Kesenjangan ekonomi
C. Perbedaan kebudayaan
D. Perebutan kursi presiden
E. Perbedaan dasar negara

12. Nama resmi Jerman setelah reunifikasi adalah ....
A. Republik Sosialis-Demokratis Jerman
B. Republik Federal-Sosialis Jerman
C. Repbulik Demokratis-Federal Jerman
D. Republik Sosialis Jerman
E. Republik Federal Jerman


13. Negara Jerman yang setelah perang dunia II dipisahkan menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, secara resmi dipersatukan kembali pada 3 Oktober 1990. Pengaruh reunifikasi Jerman bagi kehidupan social global pada tahun 1990 adalah . .
A. bergesernya keunggulan kekuatan militer ke keunggulan kekuatan ekonomi
B. kesenjangan social antara warga Jerman Barat dan Jerman Timur
C. adanya perubahan politik dari nasionalisme sosialis menjadi demokrasi liberal
D. kebanyakan bekas daerah Jerman Timur kehilangan industrinya
E. jumlah angka pengangguran meningkat