MATERI BIOLOGI KELAS XI BAB X C.SISTEM INDRA


 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 SISTEM INDRA
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan peserta didik mampu:
- Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ sistem indra pada manusia
- Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap gangguan pada sistem indra pada manusia.


B. Uraian Materi
Bagimana kondisi tubuh kalian hari ini? Apakah kalian dapat merasakan suhu lingkungan saat ini? Setiap hari kita melakukan aktivitas yang tanpa kita sadari kita terkontrol oleh sistem koordinasi kita. Pada saat temperatur udara di sekitar kita meningkat, udara terasa panas, kita merasa gerah, kemudian kita berkeringat. Tangan kita secara otomatis mengambil apa saja yang dapat berfungsi sebagai kipas. Jika kulit terasa gatal, tangan langsung menggaruk kulit yang gatal tersebut. Bayangkan seandainya bagian-bagian tubuh kita tidak bekerja dengan harmonis dan sinergis seperti yang diceritakan di atas. 

Pernahkah kalian sadari ketika kita dapat mencium aroma yang harum, kita bisa mendengar suara yang yang kecil sampai suara yang keras, kita bisa merasakan berbagai jenis makanan dengan variasi rasa yang berbeda, tanpa kita sadari semua diatur oleh sistem indra pada tubuh kita.

 


Untuk memahami bagaimana struktur indra dan gangguannya simak penjelasan berikut ini.


1. Struktur dan Jenis Sistem Indra
Sistem indera merupakan salah satu bagian dari sistem koordinasi yang merupakan reseptor atau penerima rangsang. Alat indera merupakan reseptor yang peka terhadap perubahan lingkungan dan rangsangan.
Setiap reseptor hanya menerima jenis perubahan lingkungan dalam bentuk rangsangan tertentu. 

Oleh karena itu, reseptor diberi nama menurut jenis rangsangan yang diterimanya, yaitu sebagai berikut.
- Fotoreseptor, penerima rangsang cahaya.
- Kemoreseptor, penerima rangsang zat kimia.
- Mekanoreseptor, menerima rangsang fisik, misalnya sentuhan.
- Audioreseptor, penerima rangsang suara.
- Termoreseptor, penerima rangsang panas/temperatur.


    A. Indra Penglihatan
Mata merupakan indera penglihatan yang bertindak sebagai fotoreseptor yang mampu menerima rangsangan berupa cahaya. Mata manusia terdiri dari 3 bagian utama yaitu bola mata, tulang orbita dan alat penunjang/ tambahan.
    Bola mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
1) Sklera (tunika fibrosa) merupakan lapisan terluar dari bola mata yang berwarna putih dan tidak bening. Berfungsi untuk mempertahankan bentuk mata dan melindungi bagian-bagian dalam bola mata
2) Koroid (tunika vaskulosa) merupakan lapisan tengah yang berwarna gelap dan banyak mengandung pembuluh darah dan pigmen. Berfungsi untuk mencegah pemantulan cahaya yang masuk kedalam bola mata dan mensuplai nutrisi bagi mata berupa kebutuhan makanan dan oksigen serta pigmen bagi retina mata sehingga mampu menyerap refleksi cahaya pada mata.
3) Retina (tunika nervosa), lapisan terdalam mata yang banyak mengandung sel reseptor cahaya. 


 

 

Ada 2 macam sel reseptor yaitu:
    a. Sel kerucut (konus), peka terhadap intensitas cahaya tinggi dan warna. Berfungsi untuk menangkap warna. Sel konus terdiri dari sel yang peka terhadap warna merah, biru dan hijau. Sel konus mengandung senyawa iodopsin berupa retinin untuk melihat saat terang.
    b. Sel batang (basil), peka terhadap intensitas cahaya lemah dan tidak peka terhadap warna. Sel basil menghasilkan rhodopsin berupa retinin dan opsin untuk melihat pada saat gelap.

Jalannya rangsang pada mata diawali cahaya yang masuk kedalam bola mata melalui lubang pupil akan menempuh 4 media meliputi cornea, humor aquous, lensa, dan vitreus sehingga setelah mengalami 4x pembiasan, bayangan dapat jatuh di retina.

    B. Indra Pembau
Hidung merupakan indera pembau yang menerima rangsangan zat kimia yang bertindak sebagai kemoreseptor. Reseptor hidung adalah saraf olfaktori dan terletak pada langitlangit rongga hidung yang peka terhadap molekul bau (odoran). Daerah yang sensitive terhadap rasa bau terletak di bagian atap rongga hidung dimana terdapat dua jenis sel yaitu: sel penyokong berupa sel sel epitel dan sel-sel pembau sebagai reseptor yang berupa sel-sel syaraf.


 



Urutan jalan rangsang indera pembau ke otak yaitu bau masuk ke hidung bersama udara inspirasi dan akan diterima oleh sel-sel kemoreseptor di rongga hidung lalu Reseptor mengirim impuls ke saraf olfaktori untuk diinterpretasikan menjadi bau.

    C. Indra Pengecap
Lidah berfungsi sebagai indra pengecap yang biasa dikenal dengan kemoreseptor cair.
Reseptor lidah adalah papilla (tonjolan) yang terletak di permukaan lidah dan di dalamnya terdapat tunas pengecap yang peka terhadap molekul yang dapat larut dalam air liur. 


 

Indera pengecap terdapat pada lidah, Permukaan lidah bersifat kasar karena memiliki tonjolan-tonjolan yang disebut papilla. Papilla yang terdapat pada lidah adalah papilla filiformis (fili: benang, papilla fungiformis (fungi: jamur) dan papilla sircumvalata (sirkum: bulat).

    D. Indra Peraba
Kulit berfungsi sebagai indra peraba yang biasa dikenal dengan mekanoreseptor atau tangoreseptor. 


 


Kulit memiliki reseptor. Reseptor kulit terdiri dari korpus-korpus pada lapisan epidermis dan dermis yang dapat merasakan berbagai rangsangan.
1) Reseptor ujung saraf tanpa selaput, terletak pada lapisan epidermis, merasakan sakit/nyeri.
2) Reseptor ujung rambut, terletak di sekitar folikel rambut, merasakan gerakan rambut.
3) Ujung saraf Paccini, merasakan tekanan kuat.
4) Ujung saraf Ruffini, merasakan panas.
5) Ujung saraf Krausse, merasakan dingin.
6) Ujung saraf Meissner, merasakan sentuhan.
7) Diskus Merkel, terletak pada lapisan epidermis, merasakan sentuhan, tekanan ringan, dan sakit/nyeri

    E. Indra Pendengaran
Telinga merupakan indra pendengaran (fonoreseptor) dan sebagai pendeteksi keseimbangan (ekuilibrium). Telinga menerima rangsangan berupa getaran sehingga disebut fonoreseptor. Reseptor telinga untuk pendengaran adalah organ korti pada koklea, dan untuk keseimbangan adalah otolith.


 

Telinga berfungsi untuk menerima gelombang suara. Gelombang suara merupakan suatu perubahan penekanan dan peregangan dari molekul udara yang disebabkan oleh bergetarnya suatu benda. Kerasnya suara bergantung pada besarnya getaran (amplitudo) dan tinggi nada suara bergantung pada frekuensi (getaran/detik) dari suatu gelombang.

2. Gangguan pada Sistem Indra
Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh tubuh tidak terlepas dari kontrol sistem koordinasi. Adanya pola hidup yang tidak sesuai dapat mengakibatkan terjadinya gangguan/kelainan pada sistem tubuh salah satunya pada sistem indra tubuh kita.

    a. Gangguan/Kelainan Penglihatan (Mata)
Indra penglihatan dapat mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa cacat mata di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Miopi (rabun dekat) yaitu cacat mata kerna lensa mata terlalu cekung dan bola
mata terlalu panjang. Hal ini dapat dibantu dengan lensa cekung.
2) Hipermetropi (rabun jauh) yaitu cacat mata karena lensa mata terlalu cembung
dan bola mata terlalu pendek (pipih) sehingga banyangan jatuh dibelakang bola
mata. Hal ini dapat dibantu dengan lensa cembung
3) Astigmatisme adalah kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan kabur atau bayangan jatuh diatas retina
4) Presbiopi adalah mata tua yang lensa matanya tidak teratur atau kurang elastis. Akibatnya, ketika melihat jarak dekat maupun jarak jauh, bayangan yang terbentuk tidak jelas.
    b. Gangguan/Kelainan indra Pembau (Hidung)
1) hiposmia yaitu indra penciuman kurang mampu mencium bau
2) Hiperosmia yaitu lebih pekat terhadap bau-bauan
3) Sinusitis yaitu radang tulang-tulang tengkorak disekitar hidung yang berongga dan berisi udara
4) Polip yaitu pembengkakan jaringan yang terjadi di dalam hidung dan mengeluarkan banyak cairan.
    c. Gangguan/Kelainan pada Indra Pengecap (Lidah)
1) Hypogeusia yaitu penurunan kemampuan untuk mengidentifikasi rasa manis, asam, pahit, asin.
2) Dysgeusia yaitu suatu kondisi dimana lidah merasakan rasa busuk asin, sensasi rasa tengik, atau logam yang bertahan dalam mulut.
    d. Gangguan/Kelainan pada Indra Peraba (Kulit)
1) Luka bakar disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia
2) Jerawat disebabkan peradangan kelenjar sebasea. Bayak terjadi didaerah wajah, leher, dada dan punggung.
3) Dermatitis yaitu peradangan pada permukaan kulit. Ditandai dengan gatal-gatal merah, bengkak, melepuh, dan berair.
    e. Gangguan/Kelainan pada Indra Pendengaran (Telinga)
1) Tuli konduktif adalah gangguan penerimaan suara ke dalam koklea akibat kotoran atau nanah yang memenuhi telinga bagian tengah.
2) Tuli saraf adalah tuli yang terjadi akibat kerusakan pada koklea, organ korti, atau saraf pendengaran.
3) Otitis media yaitu radang yang disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan karena adanya saluran eustachius yang menghubungkan keduaya.
4) Motion Sickness (Mabuk perjalanan) disebabkan oleh gangguan pada fungsi vestibula (keseimbangan) karena rangsangan secara terus menerus oleh gerakangerakan selama perjalanan.


C. Rangkuman
1. Sistem saraf mendapat bantuan dari alat-alat indra untuk menangkap informasi dan lingkungan. Tubuh manusia memiliki lima alat indra, yaitu indra penglihat (mata), indra pencium (hidung), indra pendengar (telinga), indra pengecap (lidah), dan indra peraba (kulit).
2. Adanya pola hidup yang tidak sesuai dapat mengakibatkan terjadinya gangguan/kelainan pada sistem tubuh salah satunya pada sistem indra tubuh kita.
3. Kelainan Penglihatan (Mata) antara lain Miopi (rabun dekat), hipermetropi (rabun jauh), Astigmatisme, Presbiopi.
4. Kelainan pada indra pembau (hidung) antara lain hiposmia, hiperosmia, sinusitis, polip.
5. Kelainan pada Indra Pengecap (Lidah) antara lain hypogeusia dan dysgeusia
6. Kelainan pada Indra Peraba (Kulit) antara lain luka bakar, jerawat, dermatitis.
7. Kelainan pada Indra Pendengaran (Telinga) antara lain tuli, otitis, dan mabuk perjalanan.

D. Penugasan Mandiri
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Lengkapi keterangan gambar mata dibawah ini serta jelaskan fungsi bagian yang ditunjukkan oleh gambar!


 



Ketika mencium aroma makanan yang harum maka sesaat itu pula kita ingin mencicipi.
Salah satu fungsi indra adalah menerima rangsangan. Analisislah hubungan antara indra pengecap dan indra pembau.

F. Latihan Soal
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Fungsi dari eustachius adalah ...
A. menghubungkan telinga bagian tengah dan rongga mulut
B. menghubungan antara telinga luar dan koklea
C. menghubungkan telinga bagian dalam dan telinga luar
D. menghubungkan telinga bagian luar dan rongga mulut
E. menghubungkan telinga bagian luar dan telinga bagian tengah

2. Perhatikan gambar lidah di bawah ini!



Daerah yang diberi tanda X dan Y peka terhadap rasa….
A. asam dan manis
B. pahit dan manis
C. asin dan pahit
D. manis dan asam
E. manis dan pahit

3. Perhatikan gambar penampang melintang mata manusia di bawah!


 



Hubungan yang tepat antara nomor, bagian mata, dan fungsinya ditunjukkan oleh…


 



4. Perhatikan gambar dibawah ini !


 



Seorang anak menangis karena dia merasakan rasa sakit pada kakinya yang menginjak paku. Rasa sakit diterima oleh reseptor……yang ditunjukkan pada nomor…
A. Ruffini - nomor 1
B. Meissner – nomor 2
C. Krause – nomor 3
D. Ujung saraf tanpa selaput – nomor 4
E. Paccini – nomor 5

5. Penerima rangsang (reseptor) pada hidung adalah ...
A. sel olfaktori
B. sel korti
C. sel kerucut
D. sel saraf
E. sel batang

6. Perhatikan gambar telinga di bawah ini!


 



Bagian telinga yang menjaga keseimbangan tekanan udara dan reseptor auditori adalah…
A. 1-2
B. 1-3
C. 2-3
D. 3-5
E. 3-4