MATERI SEJARAH KELAS XI BAB XI A.KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DI BIDANG SOSIAL EKONOMI PADA ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG


 

 
Kompetensi Dasar
3. 11 Menganalisis kehidupan bangsa Indonesia di bidang sosial, ekonomi, budaya, militer, dan pendidikan pada zaman pendudukan Jepang
4. 11 Menyusun cerita sejarah tentang kehidupan bangsa Indonesia di bidang sosial, ekonomi, budaya, militer, dan pendidikan pada zaman pendudukan Jepang

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DI BIDANG SOSIAL EKONOMI PADA ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG

 

 

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat menjelaskan proses masuknya Jepang ke Indonesia, menjelaskan kehidupan bangsa Indonesia di bidang sosial pada zaman pendudukan Jepang, dam menjelaskan kehidupan bangsa Indonesia di bidang ekonomi pada zaman pendudukan Jepang

B. Uraian Materi

Kedatangan dan masa pendudukan Jepang di Indonesia menjadi periode yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Jepang saat itu memiliki tujuan mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya yang salah satunya adalah Indonesia, lalu bagaimana Jepang mampu mewujudkan tujuan tersebut? Untuk lebih jelas, silahkan simak dan pahami penjelasan uraian materi berikut ini.

1. Proses Masuknya Jepang ke Indonesia

Perhatikan peta berikut ini !


 

 

Jika memperhatikan peta di atas, kedatangan Jepang tidak langsung tiba di wilayah ibu kota tetapi secara bertahap menyesuaikan dengan kekuatan Belanda yang masih menguasai Indonesia.


Pada tanggal 8 Desember 1941 secara tiba tiba Jepang melakukan serangan ke Pearl Harbour, yaitu pangkalan terbesar angkatan laut Amerika di Pasifik. Setelah penyerangan atas Peearl Harbour itu, selanjutnya Jepang dengan cepat melakukan serbuan ke selatan, termasuk ke Indonesia.

Jepang pertama kali tiba di Indonesia dan mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur pada tanggal 11 Januari 1942. Selanjutnya, Jepang berhasil menguasai Kota Balikpapan (24 Januari 1942), Pontianak (29 Januari 1942), Samarinda (3 Februari 1942), dan Banjarmasin (10 Februari 1942). Pada tanggal 4 Februari 1942, Ambon berhasil diduduki Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 16 Februari 1942 menguasai Palembang dan sekitarnya. 

 
Setelah berhasil menguasai wilayah luar Jawa, Jepang kemudian memusatkan serangannya ke Pulau Jawa. Pada tanggal 28 Februari 1942, Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus, yaitu di Teluk Banten, di Eretan Wetan (Jawa Barat) dan Kragen (Jawa Tengah).

Serbuan tentara Jepang ke Indonesia yang demikan besar dan cepat membuat tentara Belanda tidak mampu bertahan. Akhirnya, pada tanggal 8 Maret 1942 Gubernur Jenderal A.W.L.Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan beberapa petinggi militer Belanda datang ke Kalijati, Subang, Jawa Barat bertemu dengan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura.
 

Belanda menyatakan menyerah tanpa syarat terhadap Jepang. Dalam penyerahan kekuasaan atas Indonesia tersebut, Belanda diwakili oleh Letnan Jendral Ter Poorten dan Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Immamura. Sejak saat itu, Indonesia dikuasai oleh Jepang.

Setelah secara resmi menerima penyerahan kedaulan dari pemerintah Belanda, pemerintahan Jepang langsung membagi wilayah Indonesia menjadi tiga wilayah pemerintahan militer, yaitu :

1. WILAYAH I (Angkatan Darat : Gunseibu), Mencakup Jawa & Madura di mana Batavia menjadi pusatnya. Wilayah ini menjadi wewenang tentara ke-16 di bawah pimpinan Hitoshi Imamura.
2. WILAYAH II (Angkatan Darat: Rikugun), mencakup wilayah-wilayah di Sumatera dengan pusat Bukittinggi. Wilayah ini di menjadi wewenang tentara ke-25 di mana tokoh yang memimpin bernama Jendral Tanabe.
3. WILAYAH III (Angkatan Laut: Kaigun), mencakup Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara juga Irian yang berpusat pada Makassar. Wilayah ini menjadi wewenang armada selatatan ke-2 di bawah kepemimpinan Laksamana Maeda.


 

 

Pada awal kedatangannya, pemerintah militer Jepang bersikap baik terhadap bangsa Indonesia dengan mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia. Tetapi akhirnya sikap baik itu berubah setelah sekian waktu Jepang menduduki Indonesia. Apa yang ditetapkan pemerintah Jepang seolah mendukung kemerdekaan Indonesia. Padahal sebenarnya Jepang berlaku demikian demi kepentingan pemerintahannya yang pada saat itu sedang menghadapi perang.

Apalagi setelah Jepang mengetahui harapan yang besar dari Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, mereka mulai menciptakan propaganda-propaganda untuk menaruh kepercayaan pada hati bangsa Indonesia.
Propoganda terkenal yang diusung Jepang adalah gerakan 3A. Propoganda gerakan tiga A tersebut yaitu:
1. Jepang pelindung Asia
2. Jepang pemimpin Asia
3. Jepang cahaya Asia


Selain propaganda, Jepang juga melakukan berbagai tindakan nyata berupa pembentukan badan-badan kerjasama seperti berikut:
• Putera (Pusat Tenaga Rakyat) dengan tujuan membujuk kaum Nasionalis sekuler dan intelektual agar menyerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengabdi kepada Jepang.
• Jawa Hokokai (Himpunan kebaktian Jawa) merupakan organisasi sentral dan terdiri dari berbagai macam profesi (dokter, pendidik, kebaktian wanita pusat dan perusahaan)

2. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Sosial


 

Gambar di atas merupakan salah satu aktivitas kehidupan sosial bangsa Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Masa pendudukan Jepang adalah masa yang sangat singkat yaitu 3,5 tahun, namun telah menorehkan masa-masa kelam dalam perjalanan sejarah masyarakat Indonesia. 

Kehidupan sosial masyarakat sangat memperihatinkan, penderitaan masyarakat terjadi dimana-mana dan semakin bertambah, karena segala kegiatan masyarakat dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam menghadapi musuh-musuhnya. 

Kondisi memprihatinkannya masyarakat Indonesia ketika zaman pendudukan Jepang, tidak terlepas dari kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan Jepang dalam bidang sosial, diantaranya :

1. Masyarakat dijadikan romusha (kerja paksa), Sehingga banyak korban kelaparan dan terkena penyakit. 


 

 

2. Pelaksanaan Kinrohosi, yaitu penyerahan bahan makanan rakyat secara besar-besaran untuk kepentingan militer Jepang. Akibatnya beras dan berbagai bahan pangan petani dirampas Jepang untuk untuk kepentingan militernya sehingga banyak masyarakat yang menderita kelaparan

3. Pelaksanaan Jugun Ianfu, yaitu mempekerjakan para gadis dan perempuan sebagai wanita penghibur untuk pemuas nafsu militer Jepang. Banyak gadis dan perempuan yang ditipu oleh Jepang dengan dalih untuk bekerja sebagai perawat atau disekolahkan, tetapi ternyata hanya dipaksa untuk melayani para kompetai. Para gadis dan perempuan tersebut disekap dalam kamp-kamp yang tertutup sebagai wanita penghibur.


 

 




3. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Ekonomi

Pada waktu Indonesia di bawah pendudukan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia.
Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya.

Hal-hal yang diberlakukan dalam sistem pengaturan ekonomi pemerintah Jepang adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang maka seluruh potensi sumber daya alam dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang. Jepang menyita seluruh hasil perkebunan, pabrik, Bank dan perusahaan penting. Banyak lahan pertanian yang terbengkelai akibat titik berat kebijakan difokuskan pada ekonomi dan industri perang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi pangan menurun dan kelaparan serta kemiskinan meningkat drastis.

b. Jepang menerapkan sistem pengawasan ekonomi secara ketat dengan sanksi pelanggaran yang sangat berat. Pengawasan tersebut diterapkan pada penggunaan dan peredaran sisa-sisa persediaan barang. Pengendalian harga untuk mencegah meningkatnya harga barang. Pengawasan perkebunan teh, kopi, karet, tebu dan sekaligus memonopoli penjualannya. Pembatasan teh, kopi dan tembakau, karena tidak langsung berkaitan dengan kebutuhan perang. Monopoli tebu dan gula, pemaksaan menanam pohon jarak dan kapas pada lahan pertanian dan perkebunan merusak tanah.

c. Pembatasan produktivitas tanaman yang tidak menguntungkan perang.
Masyarakat Indonesia diwajibkan untum menanam padi, pohon jarak, dan kapas, yang nilai jualnya tinggi dan memenuhi kebutuhan perang.

d. Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang dengan otoriter).
Konsekuensinya tugas rakyat beserta semua kekayaan dikorbankan untuk kepentingan perang. Hal ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik fisik maupun material.

e. Pada tahun 1944, kondisi politis dan militer Jepang mulai terdesak, sehingga tuntutan akan kebutuhan bahan-bahan perang makin meningkat. Untuk mengatasinya pemerintah Jepang mengadakan kampanye penyerahan bahan pangan dan barang secara besar-besaran melalui Jawa Hokokai dan Nagyo Kumiai (koperasi pertanian), serta instansi resmi pemerintah. Dampak dari kondisi tersebut, rakyat dibebankan menyerahkan bahan makanan 30% untuk pemerintah, 30% untuk lumbung desa dan 40% menjadi hak pemiliknya. Sistem ini menyebabkan kehidupan rakyat semakin sulit, gairah kerja menurun, kekurangan pangan, gizi rendah, penyakit mewabah melanda hampir di setiap desa di pulau Jawa. Sebagai perlawanan terhadap rasa lapar, telah memaksa bangsa Indonesia memakan keladi gatal, bekicot, umbiumbian, batang pohon pisang, batang pohon pepaya, dan lain-lain.

Dari peraturan yang diberlakukan oleh Jepang mengakibatkan sulitnya pemenuhan kebutuhan pangan semakin terasakan bertambah berat pada saat rakyat juga merasakan penggunaan sandang yang amat memprihatinkan. 


 

 

Pakaian rakyat compang camping, ada yang terbuat dari karung goni yang berdampak penyakit gatal-gatal akibat kutu dari karung tersebut. Adapula yang hanya menggunakan lembaran karet sebagai penutup.

C. Rangkuman

Jepang pertama kali tiba di Indonesia mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur pada tanggal 11 Januari 1942, kedatangan Jepang tidak terlepas dari perang Asia Timur Raya pasca Amerika menyatakan perang terhadap Jepang diakibatkan Jepang melakukan serangann mendadak terhadap pangkalan Militer Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Untuk memuluskan perang Asia Timur Raya, Jepang berusaha menguasai wilayah Asia salah satunya Indonesia.

Secara resmi Jepang menguasai Indonesia pada tanggal 8 Maret 1942, setelah Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati Subang. Pada awal pergerakannya, pemerintah militer Jepang bersikap baik terhadap bangsa Indonesia dengan mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia. 

Tetapi akhirnya sikap baik itu berubah setelah sekian waktu Jepang menduduki Indonesia, berbagai kebijakan dilakukan untuk mewujudkan tujuan Jepang.
Dalam bidang sosial Jepang menerapkan romusha, melaksanakan kinrohosi, dan jogun lanfu sehingga. Dalam bidang ekonomi Jepang menerapkan kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang dengan berbagai kebijakan diantaranya menerapkan sistem pengawasan ekonomi secara ketat dengan sanksi pelanggaran yang sangat berat, menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki, dan mengadakan kampanye penyerahan bahan pangan dan barang secara besar-besaran.
Kebijakan sosial ekonomi mengakibatkan kehidupan bangsa Indonesia pada zaman pendudukan Jepang sangat menderita, dan kemiskinan merajela

D. LATIHAN SOAL
1. Kedatangan Jepang ke Indonesia menyebabkan pemerintah kolonial Belanda harus menyerah tanpa syarat kepada pasukan Jepang di Indonesia, peristiwa ini terjadi di Kalijati Subang Jawa Barat pada ….
A. 8 Januari 1942
B. 8 Februari 1942
C. 8 Maret 1942
D. 8 April 1942
E. 8 Mei 1942

2. Perhatikan peta di bawah ini!


 

 

Garis pembatas yang memisahkan Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Indonesia bagian timur pada peta di atas menunjukan pembagian wilayah kekuatan….
A. Angkatan darat
B. Angkatan laut
C. Angkatan udara
D. Angkatan laut dan udara
E. Angkatan laut dan darat

3. “Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia, dan Nippon Pelindung Asia” merupakan jargon politik semasa pendudukan Jepang di Indonesia. Adapun organisasi propaganda yang terkait dengan jargon tersebut adalah ….
A. Gerakan Tiga N
B. Gerakan Tiga A
C. Asia Hokokai
D. Asia Raya
E. Putera

4. Pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan Jepang mengadakan eksploitasi baik bidang ekonomi maupun sosial. Pada Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putra) yang dipimpin oleh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Hatta, Mas Mansyur , Ku Hajar Dewantara. Melalui Putera, para pemimpin Indonesia dapat berhubungan dengan rakyat secara langsung, baik melalui rapat maupun media masa milik Jepang. Pada perkembangan organisasi Putra dimanfaatkan oleh para pemimpin Indonesia dalam proses perjuangan bangsa Indonesia, karena....
A. menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam perang Asia Timur Raya
B. membangkitkan semangat nasionalisme serta menumbuhkan rasa percaya diri serta harga diri bangsa
C. mempersatukan rakyat Jawa dalam menghadapi serangan sekutu dalam perang Asia Timur Raya
D. membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga untuk melawan Jepang
E. mengerahkan rakyat Indonesia untuk mendukung peperangan Jepang menghadapi sekutu

5. Perhatikan jenis-jenis tanaman berikut ini !
1. Jarak
2. Tembakau
3. Kapas
4. Cengkih
5. Padi  

Tanaman yang wajib ditanam oleh masyarakat Indonesia terutama di Jawa pada masa pendudukan Jepang, ditunjukkan oleh nomor ....
A. 1 dan 3
B. 2 dan 3
C. 3 dan 5
D. 4 dan 5
E. 5 dan 4

6. Ketika menduduki Indonesia, Jepang menerapkan sistem autarki, maksudnya adalah sistem ekonomi ...
A. di mana setiap daerah mencukupi kebutuhan perang
B. kerakyatan
C. kerja paksa
D. sosialis
E. otoriter