MATERI AL QURAN HADIS KELAS XII MA PEMINATAN KEAGAMAAN BAB III MEMBANGUN KEPEDULIAN SOSIAL

 


TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Setelah membaca, menerjemahkan, dan menganalisis hadis tentang membangun kepedulian sosial yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, siswa dapat menjelaskan hubungan sifat qana’ah dengan peduli kepada sesama dan menerapkan sifat qana’ah dalam kehidupan modern.
2. Setelah membaca, menerjemahkan, dan menganalisis hadis tentang membangun kepedulian sosial yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Hakim bin Hizam, siswa dapat mempresentasikan hubungan sedekah dengan menjaga kehormatan diri dan menerapkan kandungan hadis tentang keutamaan sedekah.
3. Setelah membaca, menerjemahkan, dan menganalisis hadis tentang membangun kepedulian sosial yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abū Hurairah, siswa dapat menjelaskan keutamaan menyantuni anak yatim dan menggali hikmah dari menyantuni anak yatim

 



PRAWACANA
Mari Mengamati ! 


 

 

Ada kondisi yang kontrakdiktif dari kedua gambar di atas. Tulislah kesan kamu terkait dua gambar di atas dan sifat apakah yang harus ditumbuhkan pada diri remaja melenial agar tidak terjadi kesenjangan seperti pada gambar di atas?

A. Sifat Qana’ah dan Peduli Sesama
1. Memahami Kandungan Hadis
a) Mari Membaca Sanad dan Matan Hadis



b) Arti Kosa Kata


 

c) Mari Menerjemahkan Hadis


 

d) Kualitas Hadis

Hadis tentang qana’ah seperti di atas terdapat dalam Ṣahīh Muslim pada Kitab al-Zakat, bab al-Kafaf wa al-Qana’ah nomor hadis 1054. Diriwayatkan juga oleh:
a. At-Tirmizy nomor hadis 2348
b. Ibnu Mājah nomor hadis 4138
c. Ahmad bin Hanbal nomor hadis 6572 dan 6609

Dilihat dari aspek ketersambungan sanad-sanadnya, hadis tersebut merupakan hadis muttaṣil marfu’ yang sanadnya sampai kepada Rasulullah Saw. melalui sahabat Abdullah bin Amer bin al-Aṣ. Para kritikus hadis menilai hadis tersebut merupakan hadis ṣahīh baik dari aspek sanad maupun matan dan tidak ada perbedaan redaksi pada matannya dalam periwayatan hadis tersebut.

Sebagai gambaran jalur periwataran Hadis di atas, berikut ini perhatikan
skema sanadnya!


 

e) Syarah Hadis


 

sebuah harapan yang dibentangkan bagi setiap muslim tentang kehidupan yang lebih baik. Semangat untuk membaikan kehidupan pada setiap muslim atas dasar keyakinan dengan dasar keimanan penuh kepada Allah sebagai al-Khāliq (Sang Pencipta), arRazzāq (Sang Pemberi Rezeki), al-Muhyi (Yang Menghidupkan), al-Mumit (Yang Mematikan). Untuk lebih lanjut, coba kamu buka Al-Qur’an Surah al-Mukminun Surah ke-23 ayat 1-10!. Kemudian identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan
keberuntungan seorang mukmin!


 

merupakan sifat yang harus dimiliki seorang muslim. Sifat ini lahir dari cara pandang seseorang terhadap segala hal yang bersifat duniawi. Sifat qana’ah adalah hidup dengan kesahajaan atau kesederhanaan, ia tidak berarti miskin, bahkan bisa jadi ia orang yang memiliki kelimpahan rezeki.


Coba kamu cari sumber-sumber bacaan lain yang dapat dijadikan rujukan untuk mengidentifikasi pola hidup qana’ah atau hidup sederhana! Dan siapakah yang harus didorong dan dimotivasi untuk memiliki sifat qana’ah, apakah orang-orang yang berlimpah kekayaan atau orang miskin papa?

2. Menganalisis Hubungan Sifat Qana’ah dan Peduli Sesama

Sifat qana’ah dan kepedulian kepada sesama manusia merupakan dua hal yang terkait secara kausaslitas atau hubungan sebab akibat. Coba lakukan analisis atas keterkaitan tersebut!. Apakah karena qana’ah orang memiliki kepedulian sosial, atau karena kepedulian sosial melahirkan sifat qana’ah?. Dan bagaimana cara melatih sifat qana’ah dan kepedulian sosial?

Lakukan analisis terhadap bentuk-bentuk qana’ah yang telah kemukakan oleh para ahli, seperti:
a) Selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah Swt.;
b) Hidup apa adanya, sesederhana mungkin, tidak berfoya-foya, dan bergaya sesuai dengan kemampuan;
c) Selalu menghargai bahwa yang diberikan Allah adalah anugerah terbaik;
d) Tidak mudah menyerah atau putuh asa.


Bagaimana komentar kalian terkait dengan cara-cara menjalankan sikap hidup qana’ah seperti di atas?

3. Sifat Qana’ah dalam Kehidupan Modern

Qana’ah sebagai sebuah perilaku sangat pribadi merupakan bentuk amaliyah dari konsep tazkiyah al-nafs dalam akhlak tasawuf. Kehidupan modern dengan ciri heterogenitas (keragaman), penggunaan teknologi tinggi, mobilitas tinggi, individualistis, dan objektivitas. Secara sosial, modernitas selalu bersinggungan dengan perilaku hedonis, materialistis, dan konsumtif. Menjadi seorang muslim yang qana’ah di zaman modern seperti sekarang ini bukan sesuatu yang mudah. Apalagi tuntutan kebutuhan hidup semakin meningkat, daya saing ekonomi semakin tajam, dan kebutuhan eksistensi diri sudah menjadi gaya kehidupan.

Carilah sebuah cara agar kamu dapat menerapkan sifat qana’ah dalam kehidupan modern!. Jika belum mampu menemukan satu cara yang sesuai dengan kondisi kamu, coba lakukan diskusi dengan temanmu untuk bersama-sama menemukan cara agar mampu hidup qana’ah di tengah-tengah tantangan modernitas!

Coba tuliskan gambaran kepribadian seorang pelajar muslim modern dalam hal makanan, pakaian, dan cara memilih hiburan tapi tetap qana’ah!

B. Sedekah dan Memelihara Kehormatan Diri
1. Memahami Kandungan Hadis
a. Mari Membaca Sanad dan Matan Hadis


 



b. Arti Kosa Kata





c. Mari Menerjemahkan Hadis


 




d. Kualitas Hadis
Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab az-Zakat pada Bab Lā Ṣadaqata ‘an Ẓahri Gina (Tidak ada sedekah kecuali bagi Orang yang mampu), nomor hadis 1427 beliau meriwayatkan hadis tersebut dari Hakim bin Hizam dan Abū Hurairah. Selain al-Bukhari, hadis tersebut diriwayatkan juga oleh para imam muhaddisin, antara lain:
1) Muslim dalam Kitāb az-Zakāt, Bab Bayānu anna al-Yad al-Ulya’ Khairun min al-Yad al-Sufla (penjelasan bahwa tangan di atas adalah lebih baik dari tangan di bawah) nomor hadis 1034, 1035, dan 1042.
2) Ad-Darimy dalam Kitab az-Zakāt, Bab al-Nahyu ‘an al-mas’alah (larangan meninta-minta ).
3) Imam Malik dalam Kitab Al-Sadaqah, Bab al-Ta’affuf ‘an al-Mas’alah (menahan diri dari meminta-minta)
4) Abū Daud dalam Kitab az-Zakāt, Bab al-Yad al-Sufla (Tangan yang dibawah, semuanya dari Umar.


e. Syarah Hadis
Hadis di atas diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bukhari dan Muslim dari Hakim ibn Hizam, ia berkata: “Aku pernah meminta sedekah kepada Rasulullah Saw, lalu beliau memberiku, lalu aku kembali meminta lalu beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda : Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu lezat dan manis, maka barang siapa yang menerimanya dengan hati yang bersih (tidak rakus atau serakah), dia akan mendapatkan berkah dengan harta itu. Tapi barang siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, dia tidak akan mendapatkan berkah dengan harta itu, dia akan seperti orang makan yang tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan di bawah. Hakim berkata: “Wahai Rasulullah, demi Żat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan pernah meminta kepada seseorang pun setelahmu hingga aku berpisah dari dunia ini.”








Berikut peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah Saw; Suatu hari Rasulullah Saw melewati seorang sahabat yang sedang berwudhu dengan cara menghambur-hamburkan air, Rasulullah menegur: “Mengapa terjadi pemborosan”? Sahabat menjawab: Apakah dalam wudhu ada pemborosan?. Rasul menjawab: “Ya, walaupun kamu berada di sungai yang mengalir”.


 




2. Menganalisis Hubungan Sedekah dengan Memelihara Diri
Setelah kalian membaca penjelasan atau syarah hadis di atas, mari kita melakukan analisis hubungan antara sedekah dan memelihara kehormatan diri.

Pendekatan atau tinjauan yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan tersebut, dapat menggunakan pendekatan atau tinjauan berikut ini:
a. Akidah
Pendekatan akidah adalah cara memandang sebuah fenomena dari sudut
pandang keyakinan agama Islam tentang perintah berbagi dan menjaga kehormatan diri yang dikaitkan dengan pahala dan ancaman di akhirat. Hakikat dari sedekah adalah menyimpan kebaikan di sisi Allah untuk kepentingan diri sendiri dengan cara berbagi dengan sesama. Sedangkan meminta-minta adalah kehinaan di dunia dan kesengsaraan di akhirat.

b. Sosial
Pendekatan sosial merupakan cara pandang manusia dalam menjalin hubungan antar sesama. Dalam tinjuan sosial, memberi dan menerima adalah merupakan suatu sistem sosial dalam kehidupan manusia yang tidak terpisahkan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan.

c. Psikologis
Tinjauan psokologis merupakan cara pandang manusia terhadap nuraninya yang paling dalam. Ketika seseorang bersedekah ada rasa kebahagiaan yang tidak akan ternilai bahkan nilainya melampaui dari apa ia sedekahkan. Sebaliknya ketika ia harus mengais rezeki dengan cara meminta-minta akan melahirkan mental pemalas.

3. Menerapkan Hadis tentang Sedekah

Menerapkan hadis tentang memberi lebih baik dari pada meminta merupakan bentuk kesalehan sosial yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Dalam praktiknya, Rasulullah Saw. mengatur jenis barang yang boleh disedekahkan, kadar atau ukuran, sampai pihak-pihak yang berhak menerima sedekah.
Jenis barang yang dapat disedekahkan adalah barang-barang yang halal baik sifat maupun zatnya, kepemilikan barang tersebut merupakan barang dengan kepemilikan yang utuh (milku at-tām) dalam tidak bercampur dengan kepemilikan orang lain.

Kadar atau ukuran harta yang bisa disedekahkan. Jika sedekah yang dimaksud adalah sedekah wajib yang kemudian disebut zakat, maka mengikuti ketentuan zakat māl yaitu 2,5 % jika telah memenuhi nisab dan haul. Sedangkan jika sedekah selain zakat, maksimal yang dapat disedekahkan adalah 1/3 (sepertiga) dari seluruh harta yang dimilikinya.

Orang-orang yang berhak menerima sedekah, jika sedekah tersebut adalah zakat maka yang berhak menerimanya ada delapan aṣnaf sesuai dengan QS. atTaubah [9]: 60. Sedangkan sedekah di luar zakat maka tidak terbatas kepada delapan aṣnaf.


C. Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
1. Memahami Kandungan Hadis
a. Mari Membaca Sanad dan Matan Hadis

 





b. Arti Kosa Kata


 



c. Mari Menerjemahkan Hadis


 



d. Kualitas Hadis
Hadis tersebut terdapat dalam Ṣahīh Muslim pada Kitab al-Zuhd wa arRaqā’iq Bāb al-Ihsān ilā al-armilah wa al-mikīn wa al-yatīm, nomor hadis 2983 dan dalam Musnad Ahmad hadis nomor hadis 8881. Keduanya meriwayatkan hadis tersebut secara ma’fu sampai kepada Rasulullah Saw. dengan kualitas hadis ṣahīh berdasarkan syarat keṣahīhan Imam Muslim.

e. Syarah Hadis


 




2. Menganalisis Kandungan Hadis.
Hadis yang menjelaskan tentang jaminan bagi yang mengurus anak yatim merupakan hadis ṣahīh yang implikasinya adalah memiliki tingkat kepastian hukum yang tinggi. Pertanyaannnya, kenapa anak yatim? Dan apa dasar Rasulullah Saw. sangat memperhatikan anak yatim?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita kupas hal-hal yang berkaitan dengan anak yatim.

Anak yatim menurut pengertian syar’i ialah setiap anak laki-laki atau perempuan yang ditinggal mati oleh ayahnya sedangkan anak tersebut belum sampai usia balig (walaupun ia masih punya ibu kandung).

Berdasarkan pengertian syar’i tersebut, maka tidak termasuk kategori anak yatim orang-orang yang dalam keadaan seperti berikut ini:
a. Setiap anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sedangkan ia sudah balig.
b. Setiap anak yang ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia masih punya ayah kandung.
c. Setiap anak yang ditinggal pergi oleh ayahnya bukan karena mati. Tapi karena terjadi perceraian dengan ibunya, atau karena ayahnya menikah lagi dengan wanita selain ibu kandungnya, sehingga ia dan ibunya ditelantarkan dan tidak diberi nafkah.

Sedangkan yang dimaksud mengasuh anak yatim ialah mencakup merawat, memelihara, menanggung biaya hidup (seperti: makan, minum, dan pakaian), pendidikan, dan membimbingnya sebagaimana kepada anak sendiri.
Keutamaan bagi yang mengurus anak yatim digambarkan bagaikan dua jari yang saling berdekatan. Rasulullah Saw. menggambarkan hal tersebut karena kepekaan kepada sesama merupakan penerapan ajaran Islam. Bahkan seseorang dikatakan sebagai pendusta agama disebabkan tidak memperdulikan anak-anak yatim dan orang-orang miskin (QS. al-Mā’un [107]: 1-3)


 




3. Menggali Hikmah Hadis Perintah Menyantuni Anak Yatim

Puluhan ayat Al-Qur’an dan ratusan hadis yang menjelaskan tentang perintah menyantuni anak yatim, menunjukan betapa pentingnya memelihara, memuliakan, dan mengurus anak yatim sebagai wujud kesalehan sosial seorang muslim. Berikut ini hikmah yang dapat kita gali dari sikap peduli kepada sesama terutama anak-anak yatim dan orang-orang miskin:

Dekat dengan Rasulullah di Surga Rasulullah Saw bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari)

a. Melembutkan hati
“Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (Ṣahīh alJami).

b. Terpenuhinya Kebutuhan Hidup
“Barangsiapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (Ṣahīh at-Targīb, Malik Ibnu Hariṡ)

c. Memperoleh Perlindungan di Hari Kiamat
Rasulullah Saw. bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah Swt. tidak akan mengadzab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tutur katanya.Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya.” (HR. Thabrani)

d. Membawa Berkah ke Dalam Rumah
Dengan menyantuni dan memelihara anak yatim, maka akan banyak kelimpahan berkah yang ada pada rumah tersebut tidak peduli seberapa bagus atau jelek rumah tersebut. Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. (HR. Ibnu Mājah)

e. Menumbuhkan Sifat Murah Hati
Rasulullah Saw. bersabda, “Lima hal termasuk sunah para rasul, pemalu, murah hati, berbekam (hijamah), dan memakai wangi-wangian.” (HR Tirmidzi).

f. Menyempurnakan Iman sebagai Bukti Cinta
Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai bahan renungan dalam menyantuni kaum dhuafa dan orang-orang miskin bacalah dengan saksama hadis qudsi berikut ini!

Dari Abū Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan mendakwa manusia pada hari kiamat:“Hai anak Adam, dulu Aku sakit tapi kamu tidak datang menjenguk-Ku”. Manusia menjawab: “Yaa Rabb, bagaimana Engkau sakit padahal Engkau adalah Tuhan Semesta Alam”. Allah berfirman: “Dulu ada saudaramu yang sakit tapi kamu tidak menjenguknya, sekiranya kamu datang kepadanya dan memberikan obat tentu kamu akan mendapati Aku ada disitu. Hai anak Adam, dulu Aku lapar dan meminta makan kepadamu, tapi sayang kamu tidak memberi-Ku makanan”. Manusia menjawab: “Yaa Rabb, bagaimana Engkau lapar padahal Engkau Tuhan Semesta Alam. Allah berfirman: “Dulu ada saudaramu yang kelaparan dan meminta makanan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya makanan. Sekiranya kamu memberi makanan kepadanya, tentu kamu akan mendapati Aku ada di situ”. Hai anak Adam: “Dulu Aku kehausan dan meminta minum kepadamu tapi kamu tidak memberi-Ku minum”. Manusia menjawab: “Bagaimana Engkau kehausan padahal Engkau Tuhan Semesta Alam”. Allah berfirman: “Dulu ada saudaramu yang kehausan, sekiranya kamu datang kepadanya dan memberinya minum, niscaya kamu akan mendapati Aku ada di situ”. (HR. Muslim).





D. Tagihan dan Proyek Siswa dalam Memahami dan Menerapkan Kandungan Hadis tentang Membangun Kepedulian Sosial
1. (Tugas Individu) Unjuk kemampuan dalam menghafalkan hadis dan terjemahnya serta memberikan komentar terhadap kandungan hadis tentang membangun kepedulian sosial
a) Setiap siswa menghafalkan hadis membangun kepedulian sosial dengan terjemahnya;
b) Setelah menyetorkan hafalan, setiap siswa wajib menuliskan hadis dan terjemahnya secara imla (tidak melihat teks hadis pada buku atau catatan lainnya);
c) Lengkapi tulisan hadis dan terjemahnya tersebut dengan komentar masing-masing terhadap isi kandungan hadis membangun kepedulian sosial (gunakan bahasa sendiri dengan singkat dan jelas)


 




2. (Tugas Kelompok) Buatlah laporan kegiatan tentang kepedulian sosial di madrasahmu! Untuk membuat laporan kegiatan peduli sosial, kamu dapat menggunakan sistematika sebagai berikut :
a. Apa nama kegiatan peduli sosial di madrasahmu
b. Kapan pelaksanaan kegiatan peduli sosial dilaksanakan
c. Siapa yang terlibat dalam kegiatan peduli sosial
d. Siapa saja yang mendapatkan manfaat dari kegiatan peduli sosial

PENILAIAN AKHIR HARIAN BAB III MEMBANGUN KEPEDULIAN SOSIAL

Selesaikan soal-soal berikut!
1. Sifat qana’ah merupakan salah satu akhlak mahmudah, jelaskan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan sifat qana’ah bagi seorang pelajar!
2. Hal-hal apa saja yang merupakan hambatan dan tantangan bagi seseorang yang ingin mempraktikan sikap hidup qana’ah?
3. Kepedulian sosial merupakan penerapan ajaran Islam yang paling hakiki, coba jelaskan keluasan ajaran Islam tentang kemanusiaan dengan memperhatikan kandungan hadis berikut


 

4. Memberi lebih baik dari pada meminta-minta, itu pesan Rasulullah Saw., coba berikan komentarmu sebagai analisis terhadap pesan tersebut!
5. Menyantuni anak yatim dan orang-orang miskin merupakan implementasi dari keberagamaan seorang muslim. Coba jelaskan hubungan antara sikap peduli sosial dan keimanan!