Materi PJOK Kelas XII BAB II Pola Penyerangan dan Pola Pertahanan Permainan Bola Kecil

 




Kompetensi Dasar
3. 2 Merancang pola penyerangan dan pertahanan salah satu permainan bola kecil*
4. 2 Mempraktikkan hasil rancangan pola penyerangan dan pertahanan salah satu permainan bola kecil*

Deskripsi Singkat Materi

Permainan bola kecil merupakan permainan dalam aktivitas pendidikan jasmani yang menggunakan bola kecil ataupun benda kecil sebagai objek permainan. Dalam permainan bola kecil terdapat beberapa aktivitas permainan, dalam modul ini akan membahas berkaitan dengan permainan softball, bulutangkis dan tenis meja.
Permainan softball merupakan salah satu permainan bola kecil yang dimainkan secara beregu yang terdiri dari beberapa aktivitas gerak seperti berlari, memukul, melempar bola, menangkap bola, dan meluncur.

Dalam upaya memenangkan sebuah pertandingan tentunya diperlukan penguasaan keterampilan dasar dan memahami taktik ataupun strategi dalam permainan softball baik taktik penyerangan seperti pukulan pendek/bunt, stealing, sacrifice fly, hit and run, maupun taktik bertahan seperti pertahanan tertutup/close, pertahanan medium dan pertahanan normal/deep. Pada modul ini akan membahas berkaitan dengan taktik penyerangan dan pertahanan dalam permainan softball, selain itu pada modul ini peserta didik juga belajar mensimulasikan pola pertahanan dan penyerangan secara prosedural.

 



Strategi dan taktik juga sangat penting dalam permainan bulu tangkis maupun tenis meja. Dengan strategi dan taktik yang tepat, seorang pemain dapat memenangkan suatu perrmainan dengan efisien. Strategi dan taktik menunjang pemain untuk bermain secara pandai. Seorang pemain mampu memaksa untuk membuka kelemahan lawannya dan menutupi kelemahannya sendiri dengan tepat. Pemain tidak perlu menghabiskan banyak waktu yang hanya membuang-buang tenaga, ketika taktik yang digunakan mampu menekan lawan. Kita akan mempelajari strategi dan taktik dalam bermain bulu tangkis.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan :
1. Memiliki kesadaran untuk melakukan aktivitas jasmani melalui permainan softball dalam rangka menjaga kebugaran dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif selama pembelajaran merancang pola penyerangan dalam permainan softball;
3. Dapat merancang pola penyerangan dalam permainan softball secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;
4. Dapat merancang pola pertahanan dalam permainan softball secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;

B. Uraian Materi
Pembelajaran softball dalam pendidikan jasmani membantu mempersiapkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas fisik seumur hidup, dan hal tersebut dapat tergabung dalam satu kesatuan di mana keterampilan dan taktik motorik/gerak dipelajari secara bersamaan dalam proses pembelajaran (Brian et al., 2014). Permainan softball dimainkan secara beregu dimana dalam sebuah permainan sudah pasti tujuan utama nya adalah meraih kemenangan, meskipun sebetulnya dalam aktivitas pendidikan jasmani yang paling penting adalah proses belajar dan bagaimana menerapkan nilai-nilai dalam olahraga melalui aktivitas bermain. Namun pada sebuah pertandingan tentunya kemenangan adalah suatu hal yang di cari dan hendak di capai dengan berbagai upaya.

Upaya memenangkan sebuah pertandingan biasanya dikenal dengan istilah strategi, sedangkan langkah-langkah yang akan di ambil untuk mencapai strategi dikenal dengan istilah taktik.

Pada setiap cabang olahraga diperlukan taktik maupun strategi untuk mencapai tujuan yang diinginkan, tidak terkecuali dengan permainan softball.
Taktik dalam Permainan softball terdiri atas 2 bagian, yaitu taktik penyerangan dan taktik pertahanan. Pada aktivitas pembelajaran 1 ini kalian akan difokuskan untuk mempelajari taktik penyerangan dan pertahanan, kemudian taktik yang seperti apakah yang dapat digunakan dalam permainan softball?. 


 

 

Agar kalian lebih memahami taktik penyerangan dan pertahanan dalam permainan softball silahkan kalian amati dengan seksama taktik yang digunakan pada saat melakukan serangan dan bertahan dalam permainan softball berikut ini :

1. Taktik penyerangan

a. Stealing
Salah satu taktik penyerangan yang dilakukan oleh pelari dimana seorang baserunner (pelari) menuju ke base berikutnya dengan aman tanpa dimatikan oleh penjaga dan bola yang dilempar oleh pitcher tidak dipukul oleh si pemukul, pelari memulai gerakan lari ketika bola lepas dari tangan pitcher.


 

 

Adapun jenis-jenis stealing yaitu  :
- Delayed Steal
Mirip dengan stealing pada umumnya, namun pelari menunggu sampai perhatian penangkap atau catcher dialihkan oleh gerakan batter misalkan dengan menggunakan ayunan tanpa dikenakan pada bola oleh pemukul dan pada saat tersebut pelari di base bergegas lari menuju base berikutnya.
- Double steal
Pada jenis ini, 2 pelari melakukan stealing tidak secara bersamaan, misalkan ketika pelari terdepan melakukan stealing dan penjaga melempar untuk mematikan pelari tersebut maka pelari dibelakangnya bergegas untuk lari ke base berikutnya.

b. Bunt/Pukulan pendek
Salah satu taktik penyerangan yang dilakukan oleh pemukul dimana seorang pemukul melakukan pukulan pendek dengan tidak melakukan ayunan pada saat melakukan pukulan, tujuannya yaitu untuk mendorong pelari maju ke base selanjutnya dengan memecah konsentrasi penjaga. Dan taktik ini digunakan ketika penjaga base 1 maupun penjaga base 3 melakukan pertahanan jauh dari posisi pemukul.

Dalam pelaksanaannya pemukul/batter berdiri di dalam batter box dengan badan menghadap pelempar/pitcher, tungkai/kaki sedikit ditekuk sehingga badan agak sedikit condong ke depan, pandangan fokus pada datangnya bola.
Kedua tangan memegang bat/pemukul didepan dada di bawah bahu, dengan kiri memegang bagian tengah handle grip, sikap jari-jari tangan kanan dengan ibu jari membentuk huruf v, sehingga dengan cara demikian tangan kanan tidak sepenuhnya menggenggam bat untuk menghindari perkenaan tangan dengan bola yang dilempar pitcher.


 

 

c. Sacrifice Fly
Salah satu taktik yang dilakukan oleh pemukul dimana pemukul memukul sejauh mungkin ke arah atas dan bola yang dipukul kemungkinan besar ditangkap di udara oleh penjaga yang menyebabkan si pemukul mati, namun setelah bola ditangkap pelari di base 3 dapat menuju ke home plate (tempat pemukul melakukan pukulan) untuk mendapatkan poin. Oleh karena itu disebut sacrifice fly atau mengorbankan diri dengan memukul bola ke atas yang dapat langsung dimatikan oleh lawan, perlu diketahui bahwa bola hasil pukulan yang di tangkap di udara tanpa bola tersebut menyentuh tanah maka pemukul langsung dinyatakan mati.


 

 

d. Hit and run
Hit and run merupakan sebuah taktik yang dilakukan oleh batter/pemukul supaya bisa membantu baserunner/pelari bisa maju beberapa langkah kedepan dengan selamat. Keuntungan dari strategi hit and run ini adalah membuat kemungkinan supaya out nggak terjadi dan bisa mencapai base yang ada di depannya. Strategi hit and run ini bisa digunakan saat situasi tim sudah lebih tinggi satu angka sebelum ada 2 kali out. Hit and run ini bisa dibilang sukses kalau bisa menyelamatkan pelari dari base 1 sampai ke base 3 ataupun sampai mencetak skor/poin. Saat itu, bantuan dari batter bisa mencapai home base dengan selamat.


 

 

2. Taktik Pertahanan
Dalam upaya menahan tim lawan agar tidak dapat mencetak poin/angka, tim bertahan harus melakukan-upayaupaya menahan serangan lawan berupa taktik yang berhubungan dengan penjagaan dalam permainan softball, adapun taktik yang dapat digunakan pada saat melakukan bertahan, diantaranya :
a. Positioning/Penempatan posisi yang benar
Penempatan posisi adalah kunci utama dari pertahanan sebuah tim. Dalam permainan softball, penempatan posisi bisa di atur sesuai dengan rencana yang disusun oleh catcher dengan menganalisis karakteristik pemukul dan menentukan hasil lemparan bola dari pitcher, misalkan ketika pitcher memberikan bola yang mepet kearah badan pemukul namun masih di zona strike dan dipukul oleh pemukul maka kemungkinan besar bola akan dipukul kearah kiri pemukul, dan hal tersebut bisa diantisipasi lebih awal oleh para penjaga. Atau misalkan pemukul berkarakter pemukul kiri maka kemungkinan besar bola akan dipukul ke sebelah kanan lapangan sehingga penjaga bisa bergeser sedikit ke arah kanan lapangan, untuk lebih jelasnya bisa mengamati gambar berikut ini :


 

 

b. Backups / antisipasi bola lepas
Permainan softball merupakan olahraga tim dan diperlukan kerjasama begitupun pada saat melakukan pertahanan, terkadang bola hasil pukulan lawan tidak tertangkap oleh penjaga lainnya maka penjaga di belakangnya perlu membantu mengejar bola untuk ditangkap kemudian di lempar kepada penjaga yang ada di base.

c. Relays dan cutoffs
Relay dan cutoffs sangat penting dalam pertahanan tim. Biasanya, pemain hortstop dan penjaga base kedua bertanggung jawab untuk bergerak keluar untuk menerima lemparan dari outfielders/penjaga luar dan melemparkannya kembali kepada penjaga yang berada di base. Shortstop menangani semua lemparan estafet dari kiri dan tengah fielders, sedangkan pemain base kedua melakukan lemparan dari pemain sayap kanan (lihat gambar 5).


 

 

Ketika bola dipukul jauh mengarah ke pemain luar, pemain tengah yang sesuai baik shortstop maupun penjaga base ke dua berlari menuju outfielder dan dan meluruskan posisi agar mudah di jangkau oleh pemain outfielder yang bermaksud untuk menyampaikan lemparan (lihat gambar 6).


 

 

d. Tag play (menyentuhkan bola yang dipegang penjaga kepada pelari)
Salah satu cara mematikan pelari selain dengan mematikan di base bisa dengan menyentuhkan bola yang dikuasai penjaga ke anggota tubuh pelari sebelum pelari tersebut mencapai base yang di kenal dengan istilah tag plays. Situasi tersebut bisa digunakan terutama untuk pelari yang tidak wajib lari atau tidak terpaksa untuk lari misalkan dibelakang pelari tersebut tidak ada pelari yang mendorongnya untuk berlari ke base berikutnya. Untuk lebih jelasnya amati gambar berikut :


 

 

e. Double play
Double play merupakan taktik pertahanan dengan mematikan 2 pelari sekaligus dengat cepat dan tepat misalkan mematikan pelari terdepan terlebih dahulu kemudian pelari dibelakangnya yang paling sering apabila kondisi pelari satu, ketika bola datang ke posisi penjaga base 2 maka penjaga base 2 melempar ke base dua yang di jaga oleh shortstop dan kemudian dilemparkan kembali ke base 1 untuk mematikan pemukul yang berlari ke base 1. Perlu di ingat bahwa ketika melakukan double play yang lebih baik dimatikan terlebih dahulu yaitu pelari terdepan, karena pelari terdepan berpotensi mencetak poin.


 

 

f. Rundown
Rundown merupakan situasi dimana pelari bergegas menuju base berikutnya namun bola sudah berada pada base yang akan di tuju sehingga pelari terjebak di antara 2 penjaga di depan dan di belakang.


 

 

C. Rangkuman
Dalam upaya memenangkan pertandingan tentu ada hal-hal yang harus ditempuh dengan menyusun rencana baik rencana yang berhubungan dengan teknis permainan maupun diluar teknis permainan yang dikenal dengan istilah taktik dan strategi. Dalam permainan softball terdapat dua jenis taktik yaitu taktik penyerangan dan taktik pertahanan.
Dalam taktik penyerangan terdapat beberapa taktik yang dapat digunakan seperti stealing, pukulan pendek / Bunt, sacrifice fly, Hit and run. Sedangkan dalam taktik pertahanan dapat menggunakan beberapa taktik seperti penempatan posisi yang benar, back-ups atau saling membantu menjaga bola yang lepas dari jangkauan teman satu tim, relay dan cut-offs, menyentuh kan bola kepada pelari sebelum mencapai base, double play atau mematikan 2 pelari secara berturut turut, dan rundown / menekan pelari sehingga pelari terjebak antara dua penjaga.

D. Penugasan Mandiri
Lakukanlah tugas di bawah ini dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran!
1. Lakukanlah gerakan bunt atau pukulan tanpa ayunan dengan menggunakan alat yang mudah di dapat misalkan menggunakan bola dari gulungan kertas dan untuk pemukulnya menggunakan kertas karton yang digulung. Minta lah bantuan orangtua atau saudara untuk melemparkan bola setinggi pinggang, lakukan gerakan tersebut berulang – ulang sampai kalian memahami konsep gerak pukulan bunt.

2. Lakukan gerakan berlari lurus di sekitar rumahmu dengan menggunakan stimulus atau rangsangan dari bola misalkan ketika bola dilemparkan ke atas bersiap untuk lari dan ketika bola di tangkap kembali oleh pelempar barulah berlari cepat sejauh 15 meter. Minta lah bantuan orangtua atau saudara untuk memberikan stimulus lemparan sebagai aba-aba lari.

3. Buatlah skema double play atau skema mematikan 2 pelari sekaligus dan berikan penjelasan dari skema yang kalian buat


E. Latihan Soal
Kerjakan dan jawablah soal-soal di bawah ini dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban yang paling benar dari opsi jawaban yang tersedia!


1. Taktik penyerangan yang sering digunakan untuk mendapatkan poin yaitu hit and run , hal yang paling penting dalam melakukan hit and run yaitu….
A. mudah mendapatkan poin
B. kemampuan baserunner dalam berlari
C. tingkat penguasaan keterampilan pemain
D. instruksi dapat difahami oleh pemukul dan pelari
E. kecepatan dalam melakukan pukulan

2. Double play tidak bisa di lakukan apabila….
A. sebelum terjadi dua mati
B. belum terjadi mati/out
C. tidak ada pelari di setiap base
D. pemukul melakukan pukulan keras
E. pelari memiliki tingkat kecepatan yang rendah

3. Pukulan pendek bertujuan untuk….
A. mendorong pelari menuju base selanjutnya
B. memudahkan penjaga dalam mengambil bola
C. memudahkan pemukul sehingga bola mudah dijangkau
D. memudahkan tim untuk mendapatkan poin
E. memberi kesempatan kepada lawan untuk bergerak

4. Stealing atau mencuri base memerlukan keterampilan berlari dan…
A. kekuatan
B. kelincahan
C. daya tahan
D. power
E. Kecepatan

5. Cara mematikan pelari yang tidak terpaksa yaitu….
A. dimatikan tanpa di sentuhkan ke badan pelari
B. melemparkan bola ke tubuh pelari
C. menyentuhkan bola ke badan pelari tanpa jatuh bola nya
D. mendorong pelari yang menuju base berikutnya
E. Menghalangi jalur pelari

 

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan
1. Memiliki kesadaran untuk melakukan aktivitas jasmani melalui permainan softball untuk menjaga kebugaran dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif selama pembelajaran merancang pola penyerangan dalam permainan softball;
3. Dapat memahami penerapan pola penyerangan dan pola pertahanan dalam permainan softball secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;
4. Dapat menyusun pola penyerangan dan pertahanan dalam permainan softball secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab.

B. Uraian Materi
Pada Kegiatan pembelajaran 2 ini kalian akan mempelajari bagaimana pengembangan dan penerapan taktik yang telah dipelajari pada kegiatan belajar 1 baik taktik penyerangan maupun taktik pertahanan.

Amati dan analisa lah beberapa aktivitas pembelajaran softball berikut ini :
1. Bermain Kecepatan
Tujuan dari aktivitas bermain kecepatan ini yaitu untuk melakukan stealing atau mencuri base selanjutnya. 

Adapun teknis pelaksanaannya yaitu :
- Bermain dengan 4 lawan 4, yang terdiri dari pelempar/pitcher, penangkap/Catcher, pemain base kedua, dan shortstop (lihat gambar 9).
Untuk yang melakukan penyerangan terdiri dari pemukul yang berdiri di tempat memukul namun tidak melakukan pukulan dan pelari berdiri di base ke-1, sisanya menunggu giliran.
- Saat pitcher melempar, pelari yang berada di base ke-1 lepas landas menuju ke base dua
- Catcher setelah menangkap bola dari lemparan pitcher melempar ke base dua (yang di jaga oleh penjaga base 2 dan shortstop berjaga di belakang base dua untuk menjaga bola lepas dari penjaga base 2 di belakangnya) untuk mematikan pelari yang melakukan stealing.
- Lakukan secara bergantian baik yang melakukan penyerangan maupun
pertahananan.
- Untuk mempermudah aktivitas bermain, perpendek jarak antar base misalkan menjadi 10 meter.
- Untuk menjadikan permainan lebih ramai dapat merubah aturan yang ada misalkan pelari baru diperbolehkan lari apabila bola sudah ditangkap oleh catcher.


 




2. Bermain hit and run
Tujuan dari pembelajaran bermain hit and run ini yaitu untuk menjalankan taktik hit and run. 

Adapun teknis pelaksanaannya yaitu:
- Mainkan 3 lawan 10 orang atau 3 lawan 9 orang. Siapkan seluruh pertahanan dan tempatkan satu pelari pada base pertama (lihat gambar
10).
- Lakukan lemparan yang mudah untuk dipukul, pemukul mencoba untuk memukul ke bidang kanan untuk mendorong pelari ke base berikutnya.
- Pelari harus maju sejauh mungkin tanpa dimatikan .
- Pada setiap babak, tiga pemain yang melakukan serangan masing-masing memiliki dua kesempatan memukul.
- Lalu mainkan secara bergiliran, berikan kesempatna kepada seluruh pemain untuk berganti peran.
- Pada aktivitas bermain tersebut bisa menggunkan poin misalkan :
a. Dua poin untuk pukulan yang membawa pelari ke base tiga atau ke home.
b. Satu poin untuk pukulan yang hanya membuat pelari maju ke base ke -2.
c. Poin nol untuk permainan yang tidak memajukan pelari.


 



3. Bermain Double play
Tujuan dari bermain double play yaitu untuk lebih memahami sistem taktik double play. 

Adapun pelaksanaan pembelajarannya sebagai berikut :
- Mainkan 6 orang lawan 6 orang.
- Penyerangan di awali dengan menempatkan pelari di base ke-1
- Pitcher melempar bola yang mudah di pukul oleh pemukul
- Pemukul memukul bola ke arah bawah agar bolanya mengelinding untuk melatih penjaga melakukan double play
- Pemain bertahan melakukan permainan dengan mematikan 2 pelari di mulai dengan mematikan pelari di base dua kemudian di lanjut mematikan pelari di base ke 1. (Perhatikan gambar 11)
- Keenam pemukul memiliki 2 kali kesempatan memukul, pertama memukul satu kali, kemudian bergantian dengan pemukul lainnya, setelah semua melakukan satu pukulan kembali ke urutan pertama dan melakukan satu kali lagi pukulan ke arah bawah.
- Kemudian bergantian dengan pemain bertahan, tim bertahan melakukan serangan dan begitupun sebaliknya tim menyerang menjadi tim bertahan.


 


Selain aktivitas pembelajaran praktek yang telah dikemukakan di atas, kalian bisa mencari informasi lebih banyak menguunakan berbagai sumber belajar

4. Sistem Pertahanan
Secara keseluruhan sistem pertahanan ini dapat dikelompokkan menjadi 3 macam sistem seperti berikut:
- Sistem pertahanan pendek (close system atau disingkat C-system)
- Sistem pertahanan medium (medium system atau disingkat M-system)
- Sistem pertahanan jauh/dalam (deep system atau disingkat D-system)

Penggunaan sistem pertahanan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Close system atau biasa disebut C-position, digunakan bila ada pelari di base ke III yang menentukan kemenangan atau keadaan sama/draw (tie game) dan dalam keadaan kurang dari dua mati (out).
b. Medium system atau M-position, merupakan posisi agak lebih aman,terutama jika menghadapi lawan yang suka melakukan pukulan pendek (bunti) dan untuk mencegah pelari di base tidak dapat maju ke base berikutnya atau digunakan untuk melakukan double play artinya
mematikan 2 pelari sekaligus secara berurutan. Misalnya ada pelari di base I dan hendak menuju ke base II sementara temannya memukul. Jika bolanya (hasil pukulan) dapat dikuasai oleh pemain lapangan, dengan cepat bola tersebut dilemparkan kea rah base II untuk mematikan pelari dari base I kemudian sekaligus mematikan pelari yang menuju ke base I. inilah yang dimaksudkan dengan double play.
c. Deep system atau D-position, untuk menghadapi situasi tanpa/tidak ada pelari satupun di base sedangkan pemukulnya adalah pemukul jauh dan akurat (slugger), atau bisa juga untuk menghadapi bila ada pelari di base II dan III dalam keadaan 2 mati (out), sehingga kemungkinan lawan untuk mendapatkan nilai sangat kecil atau sebaliknya besar kemungkinan bagi regu lapangan untuk mematikan lawan. Sebab dalam keadaan seperti ini pihak lawan ada kecenderungan untuk memukul bola sejauh mungkin.


C. Rangkuman
Penerapan pola penyerangan dan pertahanan disesuaikan dengn kondisi dilapangan, untuk memahami pola penyerangan bisa melalui beberapa jenis permainan misalkan dengan bermain kecepatan yang tujuannya untuk melakukan stealing atau mencuri base selanjutnya, pada aktivitas bermain kecepatan ini setiap individu, bermain dengan kecepatan berpacu dengan bola yang di lempar oleh penjaga yang tujuannya mematikan pelari. Selain aktivitas bermain kecepatan bisa dengan melakukan pembelajaran hit and run, yang tujuannya untuk lebih memahami sistem taktik penyerangan hit and run, dimana para pemain bisa bekerjasama untuk mendorong pelari mencapai base selanjutnya atau mencetak poin.
Untuk memahami pola pertahanan bisa dengan melakukan aktivitas bermain double play, tujuannya untuk lebih memahami sistem pertahanan dengan mematikan 2 pelari secara berturut turut, dalam aktivitas bermain double play selain meningkatkan pemahaman bermain juga dapat meningkatkan kemampuan dalam bekerja sama dan disiplin, karena tanpa bekerjasama dan tanpa disiplin yang baik maka tujuan permainan tidak akan tercapai dengan baik.


D. Penugasan Mandiri
Lakukanlah tugas di bawah ini dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran !
1. Buatlah skema pola pertahanan dengan tujuan mematikan pelari, adapun ketentuannya sebagai berikut :
- Pelari berada di base 2, dan ketika bola di pukul pelari tidak memaksakan berlari ke posisi 3
- Pemukul melakukan pukulan menyusur tanah ke arah posisi shortstop.
Kemudian susun skema dalam bentuk gambar, tentukanlah pergerakan setiap penjaga nya., kemudian berikan penjelasan.
2. Buatlah skema penyerangan dengan kondisi sebagai berikut :
- Pelari berada di base 1 dan memiliki kecepatan berlari yang sangat bagus
- Penjaga melakukan penjagaan normal

E. Latihan Soal
Kerjakan dan jawablah soal-soal di bawah ini dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban yang paling benar dari opsi jawaban yang tersedia!

1. Dalam permainan softball apabila tim menyerang dalam kondisi full base (semua base terisi pelari) dengan kondisi tanpa mati, maka yang harus dilakukan tim bertahan adalah....
A. melakukan pertahanan tertutup
B. melakukan pertahanan normal
C. melakukan pertahanan jauh dari base
D. melakukan pertahanan dengan fokus ke base 1
E. melakukan pertahanan terbuka
 

Untuk nomor 2 dan 3 perhatikan gambar berikut ini !


 

2. Apabila bola hasil pukulan mengelinding ke arah penjaga nomor 6, maka pemain tersebut seharusnya melakukan lemparan ke arah....
A. base 1
B. base 3
C. home base
D. base 2
E. dikembalikan ke pitcher

3. Apabila bola hasil pukulan menggelinding dan mengarah ke pemain no 3, untuk melakukan double play maka pemain no 3 harus melempar ke arah base 2 yang seharusnya masuk ke base 2 dan menerima bola untuk mematikan pelari yang menuju base 2 adalah pemain....
A. nomor 1
B. nomor 2
C. nomor 3
D. nomor 4
E. nomor 6

4. Bagi seorang fielder perlu memahami taktik pertahanan, seperti halnya bermain double play, adapun tujuan bermain double play yaitu….
A. mematikan 2 pelari
B. mematikan pelari terdepan
C. mematikan 1 pelari
D. mematikan pelari terakhir
E. meningkatkan kecepatan bermain

5. Jika terdapat 2 pelari pada base satu dan base dua maka yang perlu dimatikan terlebih dahulu adalah….
A. pelari 2 dimatikan di base 2
B. pelari 2 dimatikan di base 3
C. pelari 1 dimatikan di base 1
D. pelari 1 dimatikan di base 2
E. pemukul yang menuju base 1 

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan
1. Memiliki kesadaran untuk melakukan aktivitas jasmani melalui permainan bulutangkis dalam rangka menjaga kebugaran dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif selama pembelajaran merancang pola penyerangan dalam permainan bulutangkis;
3. Dapat merancang pola penyerangan dalam permainan bulutangkis secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;
4. Dapat merancang pola pertahanan dalam permainan bulutangkis secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;

B. Uraian Materi
Salah satu aspek terpenting dari permainan bulu tangkis adalah kemampuan dalam membuat keputusan selama permainan berlangsung. Kemampuan dalam melakukan banyak pukulan dengan akurat dan konsisten merupakan hasil dari sebuah proses latihan. Selain itu terdapat cara lain untuk meningkatkan permainan bulu tangkis yaitu dengan mengamati pemain yang sedang bermain dan menganalisis permainannya.


 


Untuk sukses dalam permainan tunggal, pemain pemula harus belajar untuk mempertahankan konsistensi bermain bulutangkis.
Oleh karena itu, strategi mendasar dalam permainan bulutangkis perlu dipahami para pemain pemula ataupun yang sedang belajar bermain bulutangkis.


Berikut ini adalah elemen penting lainnya dari strategi untuk dikembangkan dalam permainan bulu tangkis yaitu :
1. Memukul jauh shuttlecock ke dalam lapangan lawan.
2. Dengan memukul shuttlecock sebanyak banyaknya maka kita akan menemukan sisi lemah lawan, yang biasanya adalah pukulan back-hand yang menjadi kelemahan lawan.
3. Memukul shuttlecock ke berbagai arah akan membuat lawan anda bergerak dengan membutuhkan mobilitas yang tinggi.
4. Lebih menekankan penempatan dan kecepatan dalam mengembalikan pukulan lawan
5. Mengubah kecepatan selama bermain atau bermain tempo.
6. Tidak pernah mengubah strategi apabila dalam posisi menang dan selalu mengubah strategi apabila dalam posisi tertinggal/kalah
7. Membuat semua pukulan overhead terlihat sama dan melakukan gerakan tipuan karena hal tersebut merupakan bagian penting untuk menjadi pemain bulutangkis yang lebih baik.

Selain strategi, taktik dalam permainan bulutangkis juga merupakan hal yang penting dalam mencari sebuah kemenangan. Taktik merupakan upaya yang disengaja oleh setiap pemain untuk memenangkan poin atau mendapatkan kembali servis kembali. 

Agar strategi lebih efektif, maka harus bermain dengan kekuatan penuh, jika lawan kurang memiliki kecepatan atau daya tahan, coba buat mereka berlari untuk menjangkau shuttlecock agar dapat membuat lawan kelelahan sehingga lawan tidak mampu mengembalikan pukulan.
 

Dalam permainan bulutangkis terdapat dua jenis strategi yaitu strategi permainan single dan strategi permainan double.

1. Strategi permainan single
Adapun strategi yang dapat digunakan oleh pemain single pada saat servis yaitu :
a. server harus melakukan servis dengan benar, mengirimkan servis ke posisi yang tepat yang sulit untuk kembalikan oleh lawan.
b. Servis di bulu tangkis umumnya menempatkan server dalam posisi bertahan. Karena pada umumnya setelah melakukan servis, lawan akan memberikan serangan pertama dengan mengembalikan hasil servis, dan
lawan atau penerima servis memiliki kesempatan lebih baik untuk mengontrol dan memenangkan reli, maka pada saat servis harus lebih waspada dan harus pintar menempatkan posisi shuttlecock.


 

 


Ada 3 bentuk taktik dan strategi bermain tunggal yaitu:
a. Permainan berdasarkan kekuatan dan kecepatan.
Permainan ini menyajikan permainan yang menggunakan prinsip menyerang dengan serangan yang cepat dan keras dalam mengarahkan kok kedaerah lawan yang sulit di jangkau, sehingga kok cepat jatuh, bentuk serangannya adalah pukulan – pukulan smash yang tajam dan keras (menukik).
b. Permainan berdasarkan teknik dan tipuan.
Yang di utamakan dalam permainan ini adalah mengetahui situasi atau melihat keadaan lawan untuk melakukan tipuan contohnya misalkan saat
lawan maju maka di berikan pukulan lob atau seperti mau melakukan smash padahal yang dilakukan adalah pukulan drop shot.
c. Permainan berdasarkan keuletan dan daya tahan/ stamina
Bentuk permainan ini mengutamakan keuletan dengan modal pukulanpukulan panjang atau bermain relly supaya bermain dengan lama untuk menguras tenaga lawan sehingga daya tahannya menurun, bermain seperti ini harus punya daya juang dan stamina yang maksimal.


2. Strategi permainan ganda
 

Adapun taktik dan strategi bermain ganda yaitu :
a. Taktik samping kiri dan kanan
Menurut sistim ini lapangan di bagi menjadi 2 bagian yang sama besar, setiap pemain menguasai ½ lebar lapangan dari depan sampai belakang,
biasanya sering dipakai ketika diserang, kelemahannya yaitu apabila terdapat salah satu pemain yang memiliki kelemahan dalam bermain, maka pemain tersebut akan di serang terus menerus.
b. Taktik depan dan belakang
Taktik ini menempatkan posisi pemain satu di depan dan satu di posisi belakang, pemain depan mempunyai tugas untuk mengambil kok yang berada di daerah dekat net dan pemain belakang mengambil kok yang mengarah kedaerah belakang. Pembagian lapangan setengah dari panjang lapangan sendiri, dari depan net sampai setengah lapangan tugas pemain depan, dan setengah lapangan sampai belakang merupakan daerah bagian pemain belakang. Pemain belakang di tuntut memiliki stamina yang bagus.
c. Taktik campuran / kombinasi
Taktik ini penggabungan antara taktik sampingkiri/kanan dan taktik depan/belakang, taktik ini lebih efektif digunakan saat bermain ganda, saat mendapat serangan atau bertahan maka taktik yang dipakai adalah taktik kanan dan kiri, namun saat melakukan serangan maka yang digunakan adalah taktik depan dan belakang.

Untuk lebih memahami materi taktik penyerangan dan pertahanan dalam permainan bulutangkis maka amati dan analisa lah beberapa aktivitas pembelajaran bulutangkis berikut ini :

1. Belajar mengembalikan servis
- Peserta didik A melakukan servis cepat untuk peserta didik B.
- Peserta didik B kembali melakukan servis cepat ini dengan melakukan dorongan balik menggunakan pukulan backhand
- Peserta didik A melayani permainan sampai pemain B melakukan pukulan balasan sebanyak lima kali.
- Pengembalian hasil pukulan yang di lakukan harus melebihi posisi lawannya
- Setelah lima kali pukulan maka bergantian dengan peserta didik B dan melakukan aktivitas tersebut secara berulang ulang.


 



2. Bermain 1 lawan 1
- Peseserta didik menentukan 1 orang penyerang dan 1 orang sebagai pemain bertahan.
- Peserta didik bermain dalam lapangan bulu tangkis yang sebenarnya.
- Peserta didik yang menjadi melakukan serangan merancang pola penyerangan.
- Setelah rancangan penyerangan tersusun, lakukan permainan bulu tangkis dengan terus berusaha menyerang ke daerah siswa yang menjadi pemain bertahan.


 



3. Bermain 1 lawan 2
- Peserta didik membuat kelompok 3 orang dengan ketentuan 2 orang sebagai pemain bertahan dan 1 orang sebagai penyerang.
- Peserta didik menyiapkan area/lapangan dengan ukuran4 x 8 meter dengan pembatas net di tengah lapangan.
- Peserta didik yang berperan sebagai penyerang untuk berusaha menyerang ke daerah lawan, sedangkan pemain bertahan berusaha mengembalikan shuttlecock agar kembali ke daerah lawan dan tidak jatuh di daerah sendiri.
- Tentukan waktu bermain sesuai dengan kemampuan fisik yang dimiliki.


 



Selain aktivitas pembelajaran yang telah dikemukakan di atas, kalian bisa menambah wawasan berkaitan dengan taktik dalam permainan bulutangkis melalui berbagai sumber belajar, carilah informasi sebanyak-banyaknya agar kalian lebih memahami materi lebih dalam.

C. Rangkuman
Permainan bulutangkis merupakan permainan dalam aktivitas olahraga yang membutuhkan penguasaan keterampilan, pengembangan fisik dan kemampuan penerapan taktik dan strategi dalam bermain. Agar dapat bermain bulutangkis dengan baik perlu memahami taktik dan strategi dalam bermain bulutangkis.
Terdapat dua jenis taktik dan strategi dalam permainan bulutangkis yaitu taktik dan strategi tunggal dan taktik dan strategi ganda.
Taktik dalam permainan tunggal diantaranya yaitu : 1) Permainan berdasarkan kekuatan dan kecepatan, 2) Permainan berdasarkan teknik dan tipuan, 3) Permainan berdasarkan keuletan dan daya tahan/ stamina; sedangkan taktik yang sering digunakan dalam permainan ganda yaitu : 1) Taktik samping kiri dan kanan, 2) Taktik depan dan belakang, 3) Taktik campuran.

D. Penugasan Mandiri
Lakukanlah tugas di bawah ini dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran!
1. Lakukanlah aktivitas bermain bulutangkis dengan keluarga ataupun dengan teman di sekitar lingkunganmu, gunakanlah taktik dan strategi yang telah dipelajari.
2. Perhatikanlah setiap strategi dan taktik yang digunakan, baik pertahanan maupun penyerangan dan catatlah hal-hal penting dalam buku catatan kalian.
3. Buatlah analisa dari hasil aktivitas bermain bulutangkis.

E. Latihan Soal
Kerjakan dan jawablah soal-soal di bawah ini dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban yang paling benar dari opsi jawaban yang tersedia!

1. Pada saat melakukan aktivitas bermain bulutangkis, ketika pemain melakukan pukulan ke berbagai arah maka tujuan yang ingin dicapai yaitu….
A. meningkatkan kebugaran jasmani
B. membuat permainan lebih menarik
C. mempersulit lawan dalam mengembalikan shuttlecock
D. melatih kekuatan dan kelincahan lawan bermain
E. melatih komponen fisik seperti kecepatan dan kelincahan

2. Berikut ini yang termasuk taktik dan strategi dalam permainan bulutangkis nomor ganda yaitu….
A. permainan berdasarkan kekuatan dan kecepatan
B. permainan berdasarkan teknik dan tipuan
C. permainan berdasarkan keuletan dan daya tahan/ stamina
D. taktik samping kiri dan kanan
E. taktik penyerangan berdasarkan kemampuan fisik

3. Ketika menggunakan taktik campuran pada nomor ganda maka taktik bertahan yang paling tepat digunakan adalah….
A. taktik kanan dan kiri
B. taktik depan belakang
C. taktik individu
D. teknik gerak tipu
E. menggunakan kekuatan

4. Kelemahan dari taktik samping kanan kiri pada nomor ganda adalah….
A. posisi tidak terbagi dengan adil
B. pemain terlemah akan menjadi sasaran serangan
C. perlu memiliki stamina yang sangat baik
D. kurangnya ruang gerak sehingga tidak leluasa bergerak
E. dapat berbenturan dengan rekan satu tim

5. pada taktik depan belakang dalam nomor ganda diperlukaan koordinasi yang baik, dan pemain belakang harus memiliki stamina yang bagus dikarenakan….
A. pemain belakang memiliki daya jelajah yang tinggi
B. pemain belakang lebih bagus dari pemain depan
C. tenaga yang dikeluarkan sangat besar
D. untuk mengcover pemain depan
E. posisi bermain yang terlalu jauh 


KEGIATAN PEMBELAJARAN 4

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 4 ini diharapkan
1. Memiliki kesadaran untuk melakukan aktivitas jasmani melalui permainan tenis meja dalam rangka menjaga kebugaran dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif selama pembelajaran merancang pola penyerangan dalam permainan tenis meja;
3. Dapat merancang pola penyerangan dalam permainan tenis meja secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;
4. Dapat merancang pola pertahanan dalam permainan tenis meja secara individu dengan penuh semangat, tekun, disiplin, dan tanggungjawab;

B. Uraian Materi
Tenis meja merupakan permainan yang dimainkan oleh dua orang secara
berlawanan atau empat orang secara berlawanan (tiap tim terdiri dari 2 orang) dengan tujuan menyebrangkan bola di atas net di tengah meja. Permainan tenismeja, memerlukan strategi dan taktik khusus untuk dapat memenangkan permainan. Strategi dan taktik permainan teni smeja akan di pelajari dan dianalisis dalam kegiatan pembelajaran 4 ini.

Seorang pemain tenis meja harus menguasai dan memiliki kemampuan dalam menerapkan taktik bermain untuk menyerang karena dengan melakukan pukulanpukulan bola yang cepat dan akurat menuju ke bidang meja lawan, akan dapat memberikan perlawanan dan mendapatkan poin. Oleh karena itu, pemain tenis meja sebaiknya selalu berinisiatif melakukan serangan-serangan yang mematikan agar tidak dapat dikembalikan oleh lawan.

Pada umumnya, penggunaan taktik dalam tenis meja adalah suatu pengembangan dari usaha untuk mampu berfikir, menunjukkan kreatifitas serta melakukan improvisasi untuk mencari altrrnatif lain yang lebih baik dari tekanan yang sedang dihadapi ketika bertanding secara efektif, efesien, dan produktif dalam upaya untuk mendapapatkan hasil yang tertinggi yaitu meraih kemenangan dalam setiap pertandingan (Firmansyah dan Haryanto, 2019;45)


 



Selanjutnya Firmasyah dan Haryanto (2019) mengemukakan bahwa taktik pada permainan tenis meja terbagi menjadi 2 yaitu taktik bermain tunggal dan taktik bermain ganda.

1. Taktik bermain tunggal
a. Taktik servis yaitu dari daerah mana saja, arahkan servis ke mana saja ke daerah lawan. Usahakan setelah bola dipukul servis, lawan tidak dapat melakukan serangan.


 



b. Taktik dalam bermain yaitu strategi yang dipilih oleh seorang pemain untuk menghadapi lawan tanding. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1) jenis bet yang digunakan,
2) pegangan bet,
3) postur tubuh lawan,
4) kualitas pukulan
5) kondisi meja pertandingan.

c. Taktik penyerangan adalah siasat yang dilakukan oleh pemain dalam usaha untuk menyerang lawan agar mengalami kesulitan sehingga kemenangan dapat dicapai dengan mudah akibat dari tekanan yang diberikan.
Berikut ini beberapa hal yang harus diketahui sebelum melakukan taktik penyerangan diantarnya yaitu:
1) jika lawan tidak begitu lincah maka diharapkan sering melakukan kombinasi pukulan jauh dan dekat,
2) desak lawan dengan cara memberikan pukulan dengan arah bola kekanan dan kekiri pada bagian sudut meja,
3) jika pukulan half volley sering dilakukan oleh lawan maka yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pukulan lambat,
4) Lakukan pukulan pancingan sebelum melakukan serangan,
5) Lakukan pukulan dengan mengarahkan bola pada bagian tepi dan tengah meja,
6) paksa lawan melakukan pukulan backhand dengan memberikan bola pada backhand lawan jika dia lemah pada pukulan itu, 

7) selalu berinisiatif untuk menyerang bila lawan bertipe penyerang.

d. Taktik pertahanan adalah siasat seorang pemain untuk melakukan pertahanan guna mengantisipasi serangan lawan. 

Berikut ini beberapa langkah untuk melakukan taktik pertahanan, yaitu : 1) kuras habis energi lawan, 

2) arahkan bola pada teknik pukulan terlemah, 

3) jangan biarkan lawan bisa menguasai permainan caranya beri bola isi dan bola kosong secara tidak menentu, 

4) bola jauh dan dekat perlu dilakukan dengan menjatuhkan bola pada sekitar net.


Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa taktik dalam permainan tenis meja nomor tunggal meliputi taktik penyerangan dan taktik pertahanan, adapun yang harus dikuasai selain teknik gerak yaitu taktik melakukan servis, hal ini dikarenakan pada saat melakukan servis diperlukan untuk menempatkan posisi bola dengan baik agar tidak mudah dikembalikan oleh lawan.

Jenis – jenis cut defensive:
a. Forehand Cut Defensive (Ready Position)
Posisi yang baik dari forehand cut defensive adalah posisi kiri kanan di depan dan kaki kanan di belakang. Badan menyerong ke meja dan agak membungkuk, berat badan pada kaki kanan, bet diangkat sampai atas bahu (bisa lebih), pergelangan tangan tidak dibengkokkan dan pegangan bet agak menghadap lantai/tanah.

b. Backhand Cut Defensive
Posisi kaki yang baik dari backhand cut defensive adalah kaki kanan di depan, kaki kiri di belakang dan lutut dibengkokkan dengan rileks. Badan menyerong ke meja agak membungkuk, berat badan pada kaki kiri, bet diangkat ke atas bahu (bisa lebih), pergelangan tangan tidak dibengkokkan dan pegangan bet menghadap lantai/tanah.Teknik dasar cut defensive dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu forehand dan backhand jarak dekat dan jarak jauh;


 



c. Forehand Cut Defensive Jarak Dekat
Penggunaan forehand dan backhand cut defensive jarak dekat sama posisinya dengan cut defensive antara lain: apabila mendapat serangan yang tidak keras atau bola datangnya cepat sekali. Faedahnya adalah supaya bola cepat kembali ke tempat lawan, sehingga lawan belum sempat mengatur posisi dengan baik. Cara maupun tekniknya hampir sama dengan dasar-dasar cut defensive, hanya jaraknya lebih dekat.
Cara melakukan forehand cut defensive jarak dekat sebagai berikut:
- Jarak dari meja ±30 cm, kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang, dan badan menghadap meja ±450
- Waktu bola dekat pemain (biasanya harus dilakukan waktu bola pada titik teratas),
- Model bet agak terlentang ±750
- Lengan diayunkan ke bawah lalu ke kiri, pergelangan tangan membantu menekan bola aga tidak melambung.

d. Backhand Cut Defensive Jarak Dekat

Cara melakukannya hampir sama dengan dasar-dasar cut defensive, hanya saja pergelangan tangan lebih menekan bola agar tidak melambung, dengan jarak lebih dekat dan pengembalian bola pada waktu bola melambung di titik teratas.

e. Forehand dan backhand Cut Defensive Jarak Jauh
Caranya hampir sama dengan dasar-dasar cut defensive, hanya saja kalau cut defensive jarak jauh pemain harus berlari ke belakang agar jauh dari meja. Oleh karenanya, cut defensive jarak jauh tersebut sangat efektif untuk menerima bola drive yang keras dan mendesak atau topspin yang datang dari sudut yang lebar. Biasanya bola dikembalikan pada waktu turun yang sudah tidak begitu mempunyai kekuatan lagi.

2. Pola Penyerangan
Dasar-dasar teknik serang dapat dibagi dalam dua macam yaitu, serangan forehand dan backhand. jika bola lawan datang ke arah kanan, menggunakan serangan forehand, tapi kalau bola datang ke arah kiri, menggunakan serangan backhand hal ini berlaku bagi pemain yang memegang bat dengan menggunakan tangan kanan, untuk yang memegang bat dengan tangan kiri yaitu sebaliknya. Selain dari itu, waktu membuka serangan harus melihat datangnya bola. Dekat atau jauhnya bola dari net harus diperhatikan, baru kemudian menentukan atau membuka serangan. Jika bola jatuhnya dekat net, biasanya masih dalam jangkauan serangan yang dilakukan disebut serangan jarak dekat. Akan tetapi, jika bola di luar jangkauan, artinya harus mendekati atau mengejar bola lebih dahulu baru kemudian menyerang, disebut serangan
jarak jauh.

Cara melakukan serangan antara lain sebagai berikut:
a. Forehand drive (menyerang model tarik dengan bola mengandung topspin)
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
- Kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang, badan agak menyerong ke kanan ±450 , lutut agak dibengkokkan,
- Bet ditarik ke samping badan agak ke belakang, kepala bet agak menghadap tanah dengan lengan agak ke bawah dan pergelangan tangan tidak boleh dibengkokkan,
- Posisi tersebut di atas dilakukan pada saat bola lawan menuju ke arah pemain, kemudian lengan diayunkan ke depan kiri atas dengan menggesek di bagian belakang bola untuk bola kosong (kurang tenaga)
dan mengesek di bagian bawah bola untuk bola isi (bertenaga).
- Supaya bola berjalan satu garis lengkung melewati net arah lawan, pergelangan tangan ikut membantu menggesek bola ke atas, sehingga bet berhenti di samping kiri tas kepala.


 



b. Backhand drive (menyerang model tarik dengan bola mengandung topspin)
Cara melakukanya adalah sebagai berikut:
- Kaki kanan di depan, kaki kiri di belakang, badan agak menyerong ke kiri, lutut agak dibengkokkan,
- Bet ditarik ke samping badan dekat pinggang sebelah kiri hingga lengan atas menempel dada, pergelangan tangan tidak boleh dibengkokkan dan kepala bet agak menghadap tanah,
- Posisi tersebut dilakukan pada saat bola lawan menuju ke arah pemain.

c. Backhand Smash (Ready Position)
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
- Kaki kanan di depan, kaki kiri di belakang, badan miring ke kiri hingga
pundak kanan menghadap meja,
- Lengan bawah ditarik ke kiri ke belakang lebih tinggi dari meja,
- Kemudian setelah bola memantul mencapai titik tertinggi, lengan bawah diayun ke depan arah kanan memukul bola. Pada saat itu pergelangan membantu menekan bola dan mengatur arah, berat badan pindah dari kaki kiri ke kaki kanan.

d. Forehand Smash (Ready Position)
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
- Kaki kiri berada di depan, kaki kanan di belakang badan miring ke kanan, hingga berat badan bertumpu pada kaki kanan,
- Lengan ditarik ke belakang dan pinggang agak miring ke kanan.
Kemudian setelah bola memantul mencapai titik tertinggi, lengan mulai diayunkan dari bawah ke atas memukul dan menekan bola ke bawah (dengan dibantu oleh pergelangan tangan).

e. Forehand Loop Drive (Ready Position)
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
- Kaki kiri berada di depan, kaki kanan di belakang badan miring ke kanan hingga pundak kiri menghadap meja, lengan ditarik ke belakang, sehingga bet mencapai/mendekati lutut kaki kanan,

- Kemudian setelah bola memantul pada titik tertinggi lengan dibantu dengan ekuatan lutut kaki kanan dan badan menggesek bola ke atas dan
hampir tidak ada tenaga/kekuatan ke depan, bet berhenti di sebelah belakang kepala (loop drive harus dilakukan dengan suatu kerjasama antara pergelangan tangan, siku dan lengan: tidak boleh dilakukan hanya pergelangan tangan dan lengan saja).


 



Dalam permainan tenis meja terdapat beberapa tipe-tipe pemain antara lain :
1. Looper (75% cara bermainnya menggunakan loop/top spin)
2. Hitter (tipe pemain yang menggunakan `smash` sebagai senjata utamanya dalam mematikan lawan.
3. Counterdrive (memukul semua bola, saat bola berada pada puncak lambungan dan melakukan smash pada kesempatan pertama, khususnya dari sisi forehand)
4. Blocker (memukul bola segera setelah bola menyentuh meja)
5. Chopper (biasanya mengembalikan semua pukulan lawan dengan backspin, sehingga sulit diserang secara efektif)
6. Lobber (menggunakan lob hanya sebagai variasi atau sebagai pukulan yang untung-untungan)
7. Kombinasi bet (menggunakan karakteristik karet bet yang berbeda)


C. Rangkuman
Permainan tenis meja merupakan permainan dalam aktivitas olahraga yang membutuhkan penguasaan keterampilan, pengembangan fisik dan kemampuan penerapan taktik dan strategi dalam bermain. Agar dapat bermain tenis meja dengan baik perlu memahami taktik dan strategi dalam bermain tenis meja.
Terdapat dua jenis taktik dan strategi dalam permainan bulutangkis yaitu taktik dan strategi tunggal dan taktik dan strategi ganda.
Selain taktik bermain yang perlu difahami dan diketahui bagi kita yang hendak bermain tenis meja juga harus memahami pola permainan dalam permainan tenis meja. Pola permainan dalam tenis meja terdiri dari dua jenis yaitu pola bertahan dan pola penyerangan.

D. Penugasan Mandiri
Lakukanlah tugas di bawah ini dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran!
1. Lakukanlah aktivitas bermain tenis meja dengan keluarga ataupun dengan teman di sekitar lingkunganmu, gunakanlah taktik dan strategi yang telah dipelajari.
2. Perhatikanlah setiap strategi dan taktik yang digunakan, baik pertahanan maupun penyerangan dan catatlah hal-hal penting dalam buku catatan kalian.
3. Buatlah analisa dari hasil aktivitas bermain tenis meja.

E. Latihan Soal

Kerjakan dan jawablah soal-soal di bawah ini dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban yang paling benar dari opsi jawaban yang tersedia!
1. Ketika bola berada disebelah kanan tubuh, maka pemain yang memegang bet dengan tangan kanan lebih efektif memukul bola dengan teknik pukulan….
A. drive
B. medium service
C. long service
D. backhand
E. forehand

2. Ketika bola berada disebelah kiri tubuh, maka pemain yang memegang bet dengan tangan kanan lebih efektif memukul bola dengan teknik pukulan….
A. drive
B. medium service
C. long service
D. backhand
E. forehand

3. Teknik pukulan pada permainan tenis meja yang tepat untuk menghasilkan bola tidak melambung terlalu tinggi di atas net yaitu….
A. top spin
B. chop(gerakan memotong)
C. push (mendorong bola)
D. drive
E. long

4. Yang membedakan pukulan forehand dan backhand baik pada saat melakukan serangan maupun pertahanan yaitu terletak pada….
A. jenis pegangan/grip
B. posisi gerakan tangan
C. posisi pandangan
D. posisi berdiri
E. tumpuan kaki

5. Pada saat melakukan loop drive yang harus diperhatikan adalah….
A. dilakukan dengan kecepatan dan koordinasi yang baik
B. dilakukan dengan lambat dan memutar bet
C. dilakukan hanya pergelangan tangan dan lengan saja
D. dilakukan dengan suatu kerjasama antara pergelangan tangan, siku dan lengan E. dilakukan dengan gerakan yang luwes


PENILAIAN AKHIR HARIAN BAB II

Kerjakan dan jawablah soal-soal di bawah ini dengan cara memberikan uraian singkat dengan jelas!
1. Salah satu taktik dalam permainan softball adalah pukulan pendek atau bunt, mengapa pukulan pendek digunakan dalam taktik penyerangan?
2. Ketika melakukan pukulan bunt, hasil pukulan yang seperti apakah yang diharapkan dan berikan penjelasannya.
3. Apabila terdapat pelari di base 3 dan berpeluang untuk mendapatkan score sedangkan kondisi belum 2 mati, intruksi apa yang harus diberikan kepada pemukul untuk dapat mendorong pelari di base 3 menuju home?
4. Ketika menghadapi pemukul yang memiliki kekuatan yang besar dan tidak ada pelari di base manapun. apakah yang harus dilakukan penjaga untuk mengantisipasi hasil pukulan?
5. Perhatikan gambar berikut ini :


 




Dari gambar diatas, apabila bola hasil pukulan bergulir ke arah pemain nomor 6, strategi seperti apakah yang harus dilakukan pemain bertahan/penjaga (fielder)? Tentukanlah pergerakan setiap penjaga nya. Kondisi permainan dalam ke adaan tanpa mati/out.
6. Bagaimanakah pola penyerangan permainan tunggal dalam olahraga bulutangkis ?
7. Apa keuntungan permainan depan belakang pada nomor ganda permainan bulutangkis ?
8. Apa yang dimaksud dengan sistem bergantian pada nomor ganda permainan bulutangkis ?
9. Apa yang dimaksud dengan taktik servis adalam permainan tenis meja ?
10. Apa prinsip adari strategi pertahanan permainan tenis meja dengan melakukan blok ?