MATERI GEOGRAFI KELAS XI BAB IV C.POTENSI DAN PERSEBARAN SUMBER DAYA UNTUK PENYEDIAAN BAHAN INDUSTRI, ENERGI BARU DAN TERBARUKAN


 

#MateriGeografi  - Selain untuk ketahanan pangan, sumber daya alam juga dapat digunakan untuk penyediaan bahan industri. Sumber daya alam menyediakan bahan mentah seperti kayu, besi, mineral, air minyak bumi, dan lain-lain yang akan diolah menjadi benda-benda yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. 

Pengolahan bahan mentah sebagai produksi sektor primer baik pertanian, peternakan, perhutanan, maupun petambangan dilakukan dalam industri hulu. 


Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar. Sebanyak 75% wilayah Indonesia merupakan perairan. 


Selain itu, Indonesia berada di jalur perputaran arus antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Hal ini membuat Indonesia memiliki potensi energi laut yang cukup besar. 

Untuk lebih jelasnya silahkan baca materi berikut ini

1. Potensi dan Persebaran Sumber Daya untuk Penyediaan Bahan Industri
 
Selain untuk ketahanan pangan, sumber daya alam juga dapat digunakan untuk penyediaan bahan industri. 


Sumber daya alam menyediakan bahan mentah seperti kayu, besi, mineral, air minyak bumi, dan lain-lain yang akan diolah menjadi benda-benda yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. 


Pengolahan bahan mentah sebagai produksi sektor primer baik pertanian, peternakan, perhutanan, maupun petambangan dilakukan dalam industri hulu. 


Lokasi pasokan sumber daya alam menjadi salah satu kriteria penentuan wilayah pengembangan industri. 


Wilayah pengembangan industri (WPI) adalah pengelompokan wilayah NKRI berdasarkan keterkaitan backward dan forward sumber daya dan fasilitas pendukungnya serta memperhatikan jangkauan pengaruh pengaruh kegiatan pembangunan industri. 

Keterkaitan backward menunjukkan subsitem pengolahan berjalan dengan baik jika ditunjang ketersediaan bahan baku. 

Keterkaitan forward menunjukkan subsistem pengolahan berjalan dengan baik jika ada pasar untuk produk yang dihasilkan. 

Dalam wilayah pengembangan industri, wilayah pusat pertumbuhan industri berperan sebagai penggerak utama (prime mover) ekonomi. 



WPPI adalah wilayah yang dirancang dengan pola berbasis pengembangan industri dengan pendayagunaa potensi sumber daya wilayah melalui peguaatan infrastruktur industri dan konektivitas yang memiliki keterkaitan ekonomi kuat dengan wilayah di sekitarnya. 


WPPI disusun berdasarkan kriteria berikut:
1. Potensi sumber daya alam (agro, mineral, dan migas)
2. Ketersediaan infrastruktur transportasi  
3. Kebijakan afirmatif untuk pengembangan industri ke luar pulau jawa  
4. Penguatan dan pendalaman rantai nilai  
5. Kualitas dan kuantitas SDM  
6. Memiliki potensi sumber daya air industri  
7. Memiliki potensi dalam perwujudan industri hijau  
8. Kesiapan jaringan pemanfaatan teknologi dan inovasi
 
2. Potensi dan Persebaran Sumber Daya untuk Penyediaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) 


 Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar. Sebanyak 75% wilayah Indonesia merupakan perairan. 


Selain itu, Indonesia berada di jalur perputaran arus antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Hal ini membuat Indonesia memiliki potensi energi laut yang cukup besar.  


Lokasi Indonesia yang terletak di antara garis khatulistiwa menyebabkan intensitas matahari yang diterima hampir merata pada sepanjang tahun dengan besaran radiasi penyinaran 3 hingga 5 jam. 


Kondisi ini membuat Indonesia juga memiliki potensi untuk mengembangkan pembangkit energi tenaga surya.

a. Panas Bumi
Energi panas bumi merupakan energi panas yang berasal dari magma yang berada di bawah permukaan bumi dan umumnya berasosiasi dengan gunung berapi. 


Panas dari magma dapat memanaskan air yang berada di permukaan atau akuifer di bawah permukaan. Uap pemanasan ini digunakan untuk memutar turbin. 


Energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Sebanyak 40% potensi panas bumi dunia ada di Indonesia. 


Potensi energi panas bumi yang ada di Indonesia sebesar ± 29.038 MW termasuk cadangan sebesar 14.473 MW yang tersebar di 276 lokasi di Indonesia. 


Dari potensi tersebut, pada tahun 2013 baru dimanfaatkan sebesar 1.640 MW atau 5% dari keseluruhan potensi. 


b. Air
Energi air merupakan energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Sumber energi yang satu ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki oleh air. 

Energi tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Komponen PLTA adalah air sebagai sumber energi dan turbin yang mengubah energi potensial menjadi energ kinetik untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik. 

Semakin besar energi potensial yang berasal dari jatuhan air, semakin besar energi kinetik yang digunakan untuk menggerakkan turbin, maka semakin besar energi listrik yang dihasilkan. Umumnya, PLTA berasosiasi dengan air terjun serta bendungan alami atau buatan. 


c. Biomassa
Biomassa adalah jenis energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang hidup atau belum lama mati. 

Biomassa yaitu bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk ataupun buangan. Contoh biomassa antara lain: tanaman, rumput, pohon, limbah pertanian, ubi, limbah hutan, tinja dan kotoran hewan. 

Kelebihan sumber energi biomassa yaitu sumber energi yang dapat diperbaharui sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan. Indonesia yang memiliki lahan dan hutan yang luas serta iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman serta memiliki potensi bioenergi yang cukup besar. 

Pemanfaatan biomassa dipusatkan pada sekitar gardu listrik sehingga listrik yang dihasilkan dapat langsung disalurkan. Beberapa pembangkit listrik tenaga biomassa PLTBm sudah banyak tersebar di pulau Sumatera, Sumatera Utara, Riau, Belitung, dan pulau Kalimantan; Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
 

d. Matahari
Indonesia berada di garis khatulistiwa, sehingga potensi energi matahari di Indonesia cukup tinggi. Karena matahari bersinar sepanjanga tahun dengan rata-rata 6-8 jam sehari. 

Daerah paling ideal dengan intensitas rata-rata 5 jam per hari. Antara lain daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bengkulu. 

Sedangkan di daerah timur meliputi seluruh Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan sebagaian Sulawesi dengan ratarata penyinaran 4,5 - 4,8 jam perhari. 

Sedangkan pulau kalimantan, dengan potensi cukup baik antara 4 - 4,5 jam penyinaran perhari. Dengan ratarata potensi energi matahari di Indonesia sudah selayaknya pengembangan pembangkit listrik tenaga surta (PLTS) menjadi prioritas. 


e. Angin dan Hibrid
Indonesia memiliki angin yang bertiup sepanjang tahun. Angin dengan kecepatan tersebut berpotensi untuk digunakan pembangkit listrik tenaga angin atau bayu (PLTB). Perkembangan teknologi yang mampu meningkatkan kecepatan turbin serta mendorong penggunaan energi angin di Indonesia. 

Pembangkit listrik tenaga angin dapat digabungkan dengan pembangkit listrik tenaga surya. Pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga matahari merupakan terknologi hibrid yang tergolong baru dan ramah lingkungan.
 
f. Energi Laut
Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia memiliki pola arus laut yang dipengaruhi oleh pergerakan Arus Lintas Indonesia (Arlindo) dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia. 

Gerakan arus laut juga dipengaruhi oleh gaya tarik bulan yang menimbulkan arus pasang surut. Pengaruh dari keduanya menyebabkan gerakan arus laut yang cukup signifikan di beberapa daerah. 

Keunggulan sumber daya energi laut adalah sumber dayanya terbarukan, termasuk jenis energi yang ramah lingkungan serta tidak memerlukan bahan bakar untuk menghasilkan energi. Energi dihasilkan dari pergerakan arus yang kemudian menggerakkan turbin. 

Dengan densitas air laut yang lebih besar dibandingkan udara atau angin, daya yang dihasilkan oleh air laut untuk memutar turbin juga akan lebih besar. 

Potensi energi kelautan Indonesia antara lain;
Energi gelombang laut (wave energy), adalah energi yang dhasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya.  
Energi pasang surut (tidal energy), adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut karena perbedaan pasang surut.  
Energi panas laut (ocean thermal energy conversion/OTEC) adalah energi yang dihasilkan dari perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dan air laut dalam yang dingin tanpa menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
 
g. Batu bara tercairkan
Indonesia memiliki potensi batu bara total sebagai 119,4 miliar ton. Namun, sekitar 80% batu bara tersebut berumur muda sehingga mengandung kalori rendah dan memiliki kandungan air yang banyak. 

Oleh karena itu, batu bara muda kurang efektif untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap. Pengembangan teknologi yang ada mencoba untuk meningkatkan efisiensi pembakaran batu bara muda dengan mencairkannya. 

Tujuannya adalah untuk menjadikan sebagai bahan bakar dengan ouput yang setara dengan minyak dan gas bumi. Hal ini dilakukan dengan proses likuifaksi batu bara. Likuifaksi batu bara adalah suatu teknologi proses yang mengubah batu bara padat menjadi bahan bakar sintesis. 


h. Batu bara tergaskan
Batu bara tergaskan adalah produk sampingan dari proses likuifaksi batu bara. Pencairan batu bara berlangsung dalam dua tahapan utama, yakni gasifikasi batu bara dan gas to liquid. Pada ptoses gasifikasi batu bara, udara, dan uap ditambahkan pada batu bara mentah kemudian dipanaskan hingga suhu tinggi. 

Karbon yang ada di dalam batu bara bereaksi dengan oksigen dan air menghasilkan gas, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, hidrogen, nitrogen dan metana. Gas-gas ini dinamakan synthesis gas (gas sintesis) atau syngas. Syngas dapat digunakan sebagai bahan bakar.
 
i. Gas Metana Batu Bara
Gas metana batu bara (GMB) adalah gas alam dengan dominan gas metana disertai sedikit kandungan hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya di dalam batu bara. Gas metana mempunyai kadar kalori yang paling rendah sehingga gas ini menghasilkan gas buang yang lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan gas alam lain.
 
j. Nuklir
Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan dengan cara mengendalikan reaksi nuklir yang kemudian diubah menjadi energi panas, kemudian menjadi listrik. Energi nuklir memiliki keunggulan seperti, tidak menghasilkan energi gas rumah kaca,tidak mencemari udara, biaya bahan bakar rendah, serta sedikit menghasilkan limbah padat.
 
k. Hidrogen
Hidrogen adalah gas yang sangat mudah terbakar dan merupakan unsur kimia yang paling ringan. Selain itu, keberadaan hidrogen di alam cukup banyak. Hidrogen dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik dengan bantuan perangkat elektro kimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

3. Tantangan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan adalah sebagai berikut:  
• Di beberapa tempat, biaya produksi relatif lebih tinggi sehingga penerapannya kurang kompetitif dengan pembangkit konvensional.
• Masih terbatasnya SDM yag dapat mengelola pembangkit listrik tenaga EBT sehingga belum dapat dioperasikan dengan maksimal.
• Keterbatasn insentif dan mekanisme pendanaan sehingga mengurangi minat investor untuk berinvestasu di bidang EBT.  
• Pembangkit listrik EBT tidak dapat ditransportasikan dan bersifat intermittent.  
• Belum adanya industri pembuatan komponen pembangkit listrik sehingga ketergantungan impor masih tinggi 

SILAHKAN KERJAKAN LATIHAN BERIKUT INI 


1. Tuliskan potensi untuk mengembangkan pembangkit energi tenaga surya!
2. Tuliskan 3 Potensi energi kelautan Indonesia!
3. Perhatikan tabel di bawah ini:


 


Berdasarkan bagan perubahan paradigma pengolahan energi di atas, jawablah pertanyaan berikut ini:
a. Jelaskan tiga permasalahan energi yang dihadapi sehinggaperlu perubahan paradigma pengolahan energy!
b. Berdasarkan bagan di atas, lingkarilah pernyataan di bawah ini yang benar atau salah sesuai kondisi pada bagan tersebut: