MATERI KIMIA KELAS X BAB I PENGENALAN ILMU KIMIA B. METODE ILMIAH DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM




A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan kalian akan mampu menjelaskan Metode Ilmiah beserta langkah – langkahnya dan Keselamatan Kerja di Laboratorium serta menyajikan hasil rancangan dan percobaan ilmiah dari masalah kontekstual


B. Uraian Materi
Dalam mempelajari suatu fenomena, kejadian, sifat, dan perumusan suatu kesimpulan, perlu dilakukan suatu kerja ilmiah yang berlandaskan pada fakta – fakta yang sebenarnya. Kerja ilmiah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dan menjawab suatu persoalan terkait dengan segala sesuatu yang dapat dipelajari dan dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah dan sikap ilmiah. 

 



1. Metode Ilmiah

Ilmu kimia menjawab banyak permasalahan berlandaskan eksperimen dan penalaran akal sehat. Eksperimen yang dilakukan harus sistematis dan logis. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode standar dalam pelaksanaannya, maka digunakanlah metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan yang muncul dalam pemikiran kita. 

Langkah awal suatu penelitian adalah melakukan perencanaan. Perencanaan ini sangat penting untuk keberhasilan suatu eksperimen. Oleh karena itu, rancanglah suatu rencana penelitian secara runut dan mendetail. Langkah-langkah metode ilmiah apakah yang harus dilakukan dalam merencanakan suatu penelitian ilmiah?

Langkah-langkah metode ilmiah yang harus kalian lakukan adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan Masalah

Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah. Kamu tahu nggak apa yang dimaksud dengan “masalah”? Dalam kajian ilmiah, masalah didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan ilmiah yang bersifat terbuka yang memungkinkan adanya jawaban yang beragam. Rumusan pertanyaan ini perlu dicari jawabannya melalui eksperimen.

 
b. Menemukan Hipotesis
Setelah berhasil merumuskan, kamu bisa mengajukan jawaban sementara atas pertanyaan, yang bernama lain hipotesis. Hipotesis itu harus logis dan diajukan berdasarkan fakta.

 
c. Menetapkan Variabel Penelitian
Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil
penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat / bergantung dan variabel tetap. 

Variabel bebas adalah variabel yang sengaja diubah – ubah untuk dilihat pengaruhnya terhadap hasil percobaan, Variabel terikat adalah variabel yang diukur atau diamati sebagai hasil percobaan. Variabel tetap adalah variabel yang tidak diubah.

 
d. Menetapkan Prosedur Kerja
Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan. Data tersebut akan memudahkan pelaksanaannya, langkah kerja sebaiknya dibuat dalam bentuk diagram alir.

 
e. Mengumpulkan Data

Setiap gejala yang terjadi dalam percobaan harus dicatat saat itu juga. Dengan begitu, teman-teman dapat memperoleh data yang lebih akurat. Selanjutnya, kalian perlu mengorganisasi untuk memudahkan dalam menganalisis dan mengumpulkan hasil percobaan. Oleh karena itu, teman-teman perlu menyiapkan tabel data pengamatan sebelum melakukan percobaan.

 
f. Mengolah dan Menganalisis Data

Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer untuk pengolahan data.

 
g. Membuat Kesimpulan

Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, kalian juga harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.
h. Mengkomunikasikan Hasil Penelitian

Mengapa harus mengkomunikasikan penelitian? Sosialisasi hasil penelitian penting dilakukan agar hasil penelitian teman-teman diketahui pihak lain.
Bagaimanakah cara mengomunikasikan suatu hasil penelitian? Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan melalui dua cara, yaitu tertulis dan lisan. Untuk lebih memahami mengenai metode ilmiah, baca dan fahamilah uraian singkat mengenai metode ilmiah di bawah ini dengan cermat ! 


 



2. Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula. Rumusan di atas diartikan bahwa sikap ilmiah mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen tingkah laku.


Sikap ilmiah dapat dijabarkan menjadi :
a. Sikap ingin tahu diwujudkan dengan selalu bertanya-tanya tentang berbagai hal.
Mengapa demikian? Apa saja unsur-unsurnya? Bagaimana kalau diganti dengan komponen yang lain? Dan seterusnya.
b. Sikap kritis direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya, baik dengan jalan bertanya kepada siapa saja yang diperkirakan mengetahui masalah maupun dengan membaca sebelum menentukan pendapat untuk ditulis.
c. Sikap terbuka dinyatakan dengan selalu bersedia mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain.
d. Sikap objektif diperlihatkan dengan cara menyatakan apa adanya, tanpa dibarengi perasaan pribadi.
e. Sikap rela menghargai karya orang lain diwujudkan dengan mengutip dan menyatakan terima kasih atas karangan orang lain, dan menganggapnya sebagai karya yang orisinal milik pengarangnya.
f. Sikap berani mempertahankan kebenaran diwujudkan dengan membela fakta atas hasil penelitiannya.
g. Sikap menjangkau ke depan dibuktikan dengan sikap futuristic, yaitu
berpandangan jauh, mampu membuat hipotesis dan membuktikannya dan bahkan mampu menyusun suatu teori baru.

3. Laboratorium Kimia

Laboratorium kimia adalah tempat atau ruangan yang didalamnya terdapat alat – alat dan bahan – bahan kimia beraneka ragam yang digunakan untuk melakukan eksprimen dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja. 

Karena penggunaan bahan – bahan alat –alat dan bahan – bahan kimia tersebut berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Berikut akan diuraikan hal – hal yang berkaitan dengan Laboratorium kimia.


a. Bahan Kimia
Didalam Laboratorium kimia tentunya banyak bahan – bahan yang
dipergunakan untuk melakukan percobaan. Bahan – bahan tersebut tentunya memiliki sifat yang berbeda-beda antara yang satu dengan yanglain. 

Ada yang mudah menguap,ada yang mudah terbakar,ada yang bersifat korosif, dan lain – lain. Untuk itu kalian perlu mengetahui simbol- simbol dari bahan – bahan tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Berikut ini dijelaskan simbol-simbol bahaya termasuk notasi bahaya dan huruf kode (catatan: huruf kode bukan bagian dari simbol bahaya). Kemasan bahan kimia dapat mengandung satu bahkan lebih simbol bahaya.


 

 







b. Alat – alat Laboratorium
Peralatan yang ada di laboratorium berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.
Adapun jenis dari laboratorium ada beberapa macam yaitu, laboratorium dalam bidang kimia, biokimia, kesehatan, patologi, teknologi, mikrobiologi dan masih banyak yang lainnya. Agar lebih jelas mengenai Alat-alat Laboratorium beserta fungsinya masing-masing, cermati ulasan singkat di bawah ini. 

 


 









c. Manajemen Laboratorium

Manajemen adalah proses dalam mencapai suatu sasaran dengan penggunaan sumber daya secara efektif. Manajemen Laboratorium sendiri diartikan sebagai pelaksanaan dalam pengadministrasian, perawatan, penanganan, perencanaan untuk pengembangan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan.

 

Manajemen Laboratorium mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian , penggerakan serta pengawasan. Hali ini bertujuan untuk mengatur dan memelihara alat dan bahan yang terdapat didalam Laboratorium dan menunjang keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium.

4. Keamanan dan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja di laboratorium adalah usaha pencegahan agar kegiatan di laboratorium terhindar dari kecelakaan. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka perlu diperhatikan hal-hal berikut selama di laboratorium:
• Sedapat mungkin menggunakan laboratorium yang lengkap dan standar, yaitu laboratorium yang memiliki fasilitas seperti lemari asam, penyemprot mata ketika mata terkena bahan kimia, shower untuk menyemprot tubuh tatkala tubuh terkena bahan kimia, dll.
• Berhati-hati terhadap asam dan basa kuat. Jangan menambah air ke asam atau basa pekat, tetapi kerjakan sebaliknya (asam ditambahkan ke air melalui dinding labu).
• Jika mengambil bahan gas berbahaya, kerjakan di lemari asam dan gunakan sarung tangan pelindung.
• Bahan-bahan kimia yang telah diambil tidak boleh dikembalikan ke dalam botol penyimpanan.
• Limbah laboratorium harus ditangani dengan benar.
• Jika bahan kimia beracun atau uap telah memenuhi ruangan maka laboratorium harus dievakuasi.
• Zat kimia yang tertuang di meja praktikum atau di lantai dinetralkan terlebih dahulu.
• Beberapa pelarut, misalnya eter dan hidrokarbon, dapat membentuk peroksida yang eskplosif secara spontan waktu disimpan.
• Selama kerja di laboratorium, gunakan baju laboratorium lengan panjang dan harus dikancingkan dengan baik untuk melindungi diri dan mencegah konstaminasi pada baju yang digunakan sehari-hari.
• Berhati-hati jika bekerja dengan asam kuat, reagen korosif, serta reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
• Gunakan kacamata pengaman (goggle)
• Bagi yang menggunakan lensa kontak, berhati-hatilah agar tidak ada bahan kimia yang masuk ke mata.
• Gunakan sarung tangan seperlunya.
• Saat membaca tinggi larutan pada buret atau gelas ukur, posisi mata harus sejajar dengan permukaan cairan dalam buret atau gelas ukur.
• Jangan membau zat kimia langsung dengan hidung, tetapi kibaskan gas dengan tangan sampai bau tercium.
• Jangan makan dan minum di laboratorium.
• Jangan menggunakan bahan kimia yang tidak jelas labelnya.

5. Merancang dan Melaporkan Percobaan
Percobaan merupakan usaha sistematis yang sengaja dibuat dan diatur oleh seorang peneliti untuk memperoleh petunjuk yang valid dan reliabel (terpercaya).
Pembelajaran ilmu kimia tidak dapat dipisahkan dari percobaan, sebelum
dilakukan percobaan maka perlu membuat rancangan percobaan. 

Hal – hal yang dimuat di dalam rancangan percobaan adalah : tujuan percobaan, pemilihan alat dan bahan, menetapkan variabel, menentukan langkah kerja, dan hasil pengamatan.
Ayo kita berlatih membuat rancangan percobaan!


 



a. Rancangan Percobaan
1. Tujuan percobaan
2. Alat dan bahan
3. Variabel percobaan (bebas, terkontrol, dan terikat)
4. Langkah-langkah percobaan
5. Membuat desain hasil pengamatan

b. Laporan Percobaan
Setelah menyusun rancangan percobaan maka lakukanlah kegiatan praktikum sesuai dengan rancangan percobaan yang Anda buat!

C. Rangkuman

1. Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus.
Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata.
Langkah-Langkah Metode Ilmiah adalah:

a. Merumuskan masalah.
b. Merumuskan hipotesis.
c. Mengumpulkan data.
d. Menguji hipotesis.
e. Merumuskan kesimpulan.
f. Merumuskan Masalah


2. Dalam bekerja di Laboratorium kita harus memperhatikan/ mengutamakan keamanan dan keselamatan kerja karena di laboratorium banyak terdapat berbagai jenis bahan/barang dan alat – alat berbahaya.

D. Penugasan Mandiri
1. Lengkapi tabel dibawah ini untuk memperdalam pemahaman kalian tentang macam – macam variabel dalam suatu percobaan!


 




E. Latihan Soal
Pilihlah jawaban yang paling benar !
1. Berikut ini yang termasuk metode ilmiah, kecuali …
A. Merumuskan Hipotesis
B. Menyusun kerangka teori
C. Melakukan kegiatan tanpa tujuan
D. Merumuskan masalah
E. Mengumpulkan data

2. Urutan metode ilmiah yang benar yaitu …
A. Merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, hipotesis, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan, menyusun laporan
B. Menganalisis data dan membuat kesimpulan, Merumuskan masalah, hipotesis, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menyusun laporan
C. Merumuskan masalah, hipotesis, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan, menyusun laporan
D. Hipotesis, merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan, menyusun laporan
E. Merumuskan masalah, hipotesis, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menyusun laporan, menganalisis data dan membuat kesimpulan

3. Cara memperlakukan alat di lab jika alat terbuat dari bahan listrik, kecuali …
A. Jauhkan peralatan dari percikan air
B. Periksa instalasi kabel secara rutin
C. Periksa daya sebelum menggunakan alat
D. Langsung pakai alat tanpa di periksa terlebih dahulu
E. Pahami cara pengoperasian alat

4. Bahan gelas yang bagus, yang cocok dipakai untuk pembakaran adalah bahan gelas …
A. Pyrex
B. Phirex
C. Pirhex
D. Prihex
E. Phyrex

5. Berikut ini cara memperlakukan bahan berbahaya, kecuali …
A. Pisahkan penempatan bahan kimia berbahaya dengan yang tidak
B. Simpan semua alat dan bahan kimia di satu tempat yang sama
C. Beri label yang jelas pada kemasan
D. Simpan bahan kimia beracun di tempat khusus
E. Pahami sifat kimia sebelum menggunakannya

6. Berikut ini merupakan peranan ilmu kimia di bidang kesehatan, kecuali. . . . .
A. Untuk mengetahui komposisi kimia dari suatu obat-obatan.
B. Membuat pestisida untuk menjaga kesehatan tanaman
C. Untuk mengetahui sifat-sifat zat kimia yang terkandung dalam obat
D. Untuk mendiagnosa penyakit
E. Untuk mengembangkan obat-obatan baru.

7. Berikut ini cara memperlakukan bahan berbahaya, kecuali …
A. Pisahkan penempatan bahan kimia berbahaya dengan yang tidak
B. Simpan semua alat dan bahan kimia di satu tempat yang sama
C. Beri label yang jelas pada kemasan
D. Simpan bahan kimia beracun di tempat khusus
E. Pahami sifat kimia sebelum menggunakannya

8. Cara memperlakukan alat di lab jika alat terbuat dari bahan gelas , kecuali ..
A. Gunakan alat dengan hati – hati
B. Menempatkan alat di tempat yang aman
C. Menempatkan alat di sembarang tempat
D. Membawa alat dengan kedua tangan
E. Menggunakan peralatan sesuai dengan prosedur

9. Jika di laboratorium terjadi kebakaran saat memanaskan dietil eter, tindakan berikut ini sangat tepat dilakukan, kecuali ….
A. mematikan sumber arus listrik
B. menutupkan kain basah pada bahan yang terbakar
C. memadamkan api dengan APAR saat api belum membesar
D. meniup api untuk memadamkannya karena nyala api masih kecil
E. memanggil mobil unit pertolongan bahaya kebakaran terdekat

10. Berikut yang bukan merupakan contoh perilaku ilmiah di laboratorium adalah…
A. Kenakan jas lab
B. Gunakan pelindung mata
C. Mencicipi bahan kimia di lab
D. Mengenakan sepatu tertutup
E. Menggunakan peralatan dengan hati – hati


PENILAIAN AKHIR HARIAN
Pilihlah jawaban yang tepat !

1. Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji tentang…..
A. Struktur,susunan, sifat dan perubahan materi serta energy yang menyertainya.
B. Kerapatan, daya hantaran dan keelektronegatifan suatu materi.
C. Struktur. sifat, kekuatan dan massa jenis suatu materi
D. Energi, sifat, getaran, gelombang, dan perubahan materi
E. Wujud, sifat, massa jenis suatu materi.

2. Langkah-langkah kerja berikut ini diperlukan ilmuan dalam mengembangkan ilmu kimia.
(1) Merumuskan masalah
(2) Melakukan eksperimen
(3) Mengolah data
(4) Menemukan masalah
(5) Menyusun kerangka teori
(6) Membuat laporan
(7) Menarik kesimpulan
(8) Merumuskan hipotesis
Urutan langkah kerja sesuai metode ilmiah yaitu ….
A. 4 – 1 – 5 – 8 – 2 – 3 – 7 – 6
B. 1 – 4 – 2 – 3 – 5 – 6 – 7 – 8
C. 2 – 7 – 4 – 6 – 5 – 3 – 1 – 8
D. 5 – 1 – 3 – 8 – 7 – 2 – 4 – 8
E. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8

3. Perhatikan gambar dibawah ini ! 

Kata “toxic” berarti ....
A. Mudah terbakar
B. Mudah meledak
C. Pengoksidasi
D. Korosif
E. Beracun

4. Makna simbol keselamatan kerja korosif adalah …


 

A. Mudah terbakar
B. Mudah meledak
C. Pengoksidasi
D. Mengikis
E. Beracun

5. Perhatikan gambar dibawah ini ! 


 

Teknik memanaskan bahan menggunakan tabung reaksi dan penjepit adalah …
A. Tangan memegang penjepit dan ditekan, dipanaskan di atas nyala api
B. Tangan kiri memegang penjepit dan tangan kanan memegang tabung reaksi
C. Tangan memegang ujung penjepit, dipanaskan dan tabung sambil digetarkan
D. Tangan memegang penjepit, tabung dipanaskan langsung pada nyala api
E. Tangan memegang penjepit, dipanaskan sambil digetarkan dan mulut tabung reaksi ke arah yang aman

6. Untuk mengukur volume zat cair dengan ukuran yang sangat kecil menggunakan alat …
A. Gelas ukur
B. Gelas kimia
C. Pipet tetes
D. Pipet volume
E. Pipet ukur

7. Berikut ini adalah contoh zat kimia yang bersifat korosif adalah …
A. Asam klorida
B. Uranium
C. Akuades
D. Silika
E. Metanol

8. Cara menyimpan alat laboratorium :
1) Tabung reaksi : dikeringkan, disimpan di rak, posisi tegak
2) Gunting : dikeringkan, simpan di almari, dekat bahan kimia
3) Stopwatch : dibersihkan, simpan dalam almari terkunci
4) Pipet : disimpan dalam laci dan posisi terbalik
5) Lampu bunsen : ditutup dengan penutup plastik pada bagian sumbunya
Cara penyimpanan alat laboratorium yang benar adalah …
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 4
C. 2, 3, 5
D. 3, 4, 5
E. 2, 3, 4

9. Perhatikanlah gambar berikut ini.


 

Nama dari alat diatas adalah ....
A. Labu didih
B. Labu erlenmeyer
C. Labu kanonikal
D. Gelas kimia
E. Labu ukur

10. Pertolongan pertama yang harus diberikan saat tangan terkena bahan kimia berbahaya adalah …
A. Tangan diberi pasta gigi
B. Meniup sampai kering
C. Tangan dialiri air terus-menerus
D. Tangan diberi alkohol konsentrasi tinggi
E. Tangan dilap dengan kertas tissu

11. Perhatikan gambar di bawah ini!


 

Simbol itu menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bersifat …
A. Beracun
B. Mudah meledak
C. Radioaktif
D. Mudah terbakar
E. Korosif.

12. Jika di laboratorium terjadi kebakaran saat memanaskan dietil eter, tindakan berikut ini sangat tepat dilakukan, kecuali ….
A. Mematikan sumber arus listrik
B. Menutupkan kain basah pada bahan yang terbakar
C. Memadamkan api dengan APAR saat api belum membesar
D. Meniup api untuk memadamkannya karena nyala api masih kecil
E. Memanggil mobil unit pertolongan bahaya kebakaran terdekat

13. Jono mengamati bahwa air di lingkungan tempat tinggalnya keruh dan berbau. Ia menduga air tersebut telah tercemar sehingga tidak layak dikonsumsi. Untuk menguatkan duaan tersebut, sebaiknya Jono….
A. Mengolah data
B. Merumuskan masalah
C. Merumuskan hipotesis
D. Melakukan eksperimen
E. Menyusun kerangka teori

14. Peran dan fungsi Laboratorium kimia di sekolah adalah ....
A. Hanya sebagai tempat praktikum
B. Sebagai pelengkap dari pembelajaran
C. Untuk mendukung proses pembelajaran dan sebagai wahana untuk
mengembangkan pengetahuan,keterampilan berfikir kritis dan kreatif
D. Tempat belajar apabila ruangan kelas tidak memungkinkan
E. Tempat berdiskusi guru – guru kimia

15. Jika mata terkena bahan kimia berbahaya, maka tindakan pertama yang harus
dilakukan adalah. . . . .
A. Mengucek mata
B. Membasuh mata menggunakan air mengalir.
C. Membawa dengan segera ke kantor polisi
D. Membasuh mata menggunakan peralatan eye wash
E. Mencuci mata dengan sabun

16. Contoh berikut merupakan peran ilmu kimia dalam berbagai bidang.
(1) penemuan sel surya untuk menghasilkan energi
(2) penemuan alat dialisis untuk pasien penderita gagal ginjal
(3) penemuan pupuk sintetis yang dapat meningkatkan hasil pertanian
(4) penemuan rumus molekul DNA sehingga membantu proses cloning
(5) penemuan jenis pestisida yang tepat untuk membasmi serangan hama
Peran ilmu kimia di bidang pertanian ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 5
E. 4 dan 5

17. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernapasan, sirkulasi,
ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, telah mengantarkan penemuan
dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan. Hal ini merupakan salah satu
penerapan ilmu kimia dalam bidang ….
A. Hukum
B. Geologi
C. Pertanian
D. Kesehatan
E. Lingkungan

18. Salah satu contoh penerapan ilmu kimia dalam bidang geologi adalah ….
A. mempelajari kandungan material bumi, logam dan minyak bumi
B. mencari informasi tentang penanganan limbah atau sampah
C. membuat pupuk dan menanggulangi hama
D. menemukan vaksin untuk penyakit menular
E. membuat mesin-mesin industri

19. Salah satu contoh peran kimia dalam industri pangan adalah ….
A. penemuan jenis obat tertentu untuk melawan penyakit
B. penggunaan mikroorganisme/bakteri pada pengolahan makanan
C. penentuan jenis bahan yang digunakan untuk bangunan
D. penentuan jenis batuan yang ada di bawah permukaan bumi
E. penemuan mikroprosesor yang digunakan dalam peralatan elektronik

20. Salah satu peran kimia dalam pertanian adalah ….
A. mengungkap tersangka kejahatan melalui sidik jari
B. mencari informasi tentang kandungan tanah
C. membuat bahan makanan menjadi awet
D. membuat obat-obatan dari bahan alam
E. mengelola air bersih