MATERI GEOGRAFI KELAS XII BAB IV A.KARAKTERISTIK DAN PERSEBARAN NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG DI DUNIA

 


Negara Maju Dan Negara Berkembang Dalam Konteks Pasar Bebas

Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis karakteristik negara maju dan negara berkembang dalam konteks pasar bebas
4.4 Membuat makalah tentang interaksi Indonesia dengan negara maju dan negara berkembang dalam konteks pasar bebas yang dilengkapi dengan peta, tabel, grafik, dan/atau diagram

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 KARAKTERISTIK DAN PERSEBARAN NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG DI DUNIA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini kalian diharapkan mampu menganalisis karakteristik negara maju dan negara berkembang di dunia.

B. Uraian Materi

Apa yang terlintas dibenak anda saat melihat dua gambar dibawah ini ? Apa saja yang membedakan kedua gambar tersebut ?


 



Konsep Negara Maju dan Berkembang serta Pasar Bebas

1. Tahap-Tahap Perkembangan Negara
Dalam teori Rostow memandang pembangunan ekonomi sebagai proses perubahan yang bersifat garis lurus dan bertahap. Menurut Rostow, suatu perekonomian akan berkembang menjadi perekonomian maju dalam lima tahap.

a. Tahap Perekonomian Tradisional
Pada tahap ini, kegiatan ekonomi masih berorientasi pada usaha untuk pemenuhan kebutuhan sendiri. Penerapan teknologi dan manajemen masih sangat rendah sehingga produktivitasnya juga masih rendah.

Adapun ciri-ciri tahap perekonomian tradisional sebagai berikut.
1) Tingkat produksi dan produktivitas per pekerja masih sangat rendah, karena belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
2) Mata pencaharian penduduk sebagian besar di sektor pertanian.
3) Struktur sosial masih bersifat hierarkis.
4) Hubungan keluarga masih sangat erat dan kekuasaan dipegang oleh mereka yang mempunyai tanah luas.
5) Masyarakat pada masa ini cenderung statis, sehingga kemajuan yang dicapai sangat lambat.

b. Tahap Pra-Lepas Landas
Masyarakat tradisional meskipun sangat lambat namun terus bergerak, dan pada suatu titik mencapai prakondisi untuk lepas landas. Keadaan ini biasanya terjadi karena adanya campur tangan dari luar, yaitu dari masyarakat yang lebih maju. Tahap ini merupakan masa transisi di mana masyarakat mempersiapkan diri untuk mencapai tahap lepas landas. Prasyarat yang harus dipenuhi untuk dapat lepas landas adalah adanya perubahan-perubahan yang cukup mendasar di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan sistem nilai. Pada masa transisi ini merupakan masa yang penting supaya berhasil pada tahap lepas landas.

c. Tahap Lepas Landas (Take Off)
Tahap lepas landas merupakan tahap di mana perekonomian mampu tumbuh dan berkembang dengan kekuatan mandiri. Pada tahap ini penerapan teknologi dan manajemen modern makin luas dan intensif. Selain itu, terjadi perubahan drastis di bidang sosial maupun politik, serta terciptanya kemajuan ekonomi yang pesat karena inovasi-inovasi dan terbukanya pasar-pasar baru.
Semua itu dapat meningkatkan investasi yang selanjutnya mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional di atas tingkat pertambahan penduduk.

Ciri-ciri negara yang sudah lepas landas adalah:
1) meningkatkan jumlah investasi dari ≤5% menjadi ≥10% dari Produk
Nasional Neto,
2) laju pertumbuhan beberapa sektor industri yang tinggi, sehingga dapat memacu sektor-sektor lain,
3) terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan lembaga-lembaga yang menyebabkan pertumbuhan dapat berlangsung terus didukung dengan penggunaan sumber modal dalam negeri, serta
4) masa lepas landas biasanya berlangsung dalam kisaran waktu 20 tahun.

d. Tahap Kedewasaan (Maturity)
Tahap ini merupakan suatu periode di mana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor produksi dan kekayaan alamnya. Pada masa ini sektor-sektor ekonomi berkembang pesat dan leading industri mengalami kemunduran tetapi digantikan oleh sektor lainnya.
Walaupun pertumbuhan ekonomi tidak setinggi tahap lepas landas, namun diimbangi pertumbuhan hal-hal kualitatif sehingga perekonomian makin kuat dan mandiri.

Setelah lepas landas, kemajuan akan terus bergerak walaupun kadang terjadi pasang surut.
Industri berkembang dengan pesat dan mulai memproduksi barang-barang yang tadinya diimpor.

Pada tahap ini terjadi tiga perubahan penting, yaitu:
1) tenaga kerja menjadi lebih terdidik,
2) watak pekerja berubah dari pekerja kasar menjadi manajer yang efisien dan berwatak halus serta sopan, serta
3) masyarakat mulai jenuh dengan kemajuan industri dan mulai menginginkan sesuatu yang baru.

e. Tahap Konsumsi Massa Tingkat Tinggi (High Mass Consumption)
Pada tahap ini, tingkat konsumsi masyarakat sudah sangat tinggi, terutama konsumsi energi.
Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat Eropa Barat, Amerika Utara, dan Jepang. 

Ciri-ciri tahap ini adalah:
1) angkatan kerja memiliki jaminan yang lebih baik,
2) tersedianya konsumsi bagi rakyat yang semakin memadai,
3) negara mencari perluasan kekuatan di mata dunia.

Karena pendapatan masyarakat yang meningkat, konsumsi tidak lagi terbatas pada kebutuhan pokok, tetapi meningkat ke kebutuhan yang lebih tinggi. 

Pada tahap ini merupakan ciri-ciri dari sebuah massa yang ideal di mana
masyarakat hidup nyaman, sehingga terdapat kecenderungan untuk menambah jumlah keluarga sehingga jumlah penduduk akan meningkat.

Teori Rostow ini didasarkan pada dikotomi masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Pada tahap-tahap tersebut yang paling penting dalam gerak kemajuan dari tahap satu ke tahap yang lain adalah pada periode tahap lepas landas. Proses perubahan tahap yang satu ke tahap yang lain memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.

2. Indikator Negara Maju dan Berkembang





3. Persebaran Negara Maju dan Berkembang di Dunia 





Kondisi selokan di salah satu negara maju, Jepang


a. Negara Maju
Persebaran negara maju di dunia sebagian besar terletak di belahan bumi bagian utara. Berikut beberapa contoh negara maju:
1) Benua Eropa: Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Swedia, Norwegia, Spanyol, Finlandia, Denmark, Belgia, Swiss, dan negara lainya
2) Benua Asia: khususnya di wilayah Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan; dan untuk wilayah Asia Tenggara hanya Singapura
3) Benua Amerika: Kanada dan Amerika Serikat
4) Benua Afrika : Afrika Selatan
5) Australia dan Selandia Baru


 

 

b. Negara Berkembang
Wilayah persebaran negara berkembang sebagian besar terletak di belahan bumi bagian selatan. 


 



Berikut beberapa contoh negara berkembang:
a) Benua Asia: Asia Tengah misalnya Kazakhtan dan Afganistan, Asia Selatan misalnya India dan Srilanka, Asia Tenggara, misalnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Asia Barat (Timur Tengah) misalnya Irak dan Yaman.
b) Benua Amerika: Amerika Tengah misalnya Meksiko dan Guatemala, Kepulauan Karibia misalnya Republik Dominika dan Jamaika, Amerika Selatan misalnya Brasil, Venezuela, dan Argentina.
c) Benua Afrika: terdapat kurang lebih 55 negara dan sebagian besar merupakan negara berkembang. Beberapa contoh negara berkembang di Benua Afrika yaitu Kenya, Mali, Nigeria, Angola, Zaire, dan lain sebagainya.


 



C. Rangkuman


 


D. Tugas Mandiri
 



E. Latihan Soal
1. Jelaskan Tahap Konsumsi Massa Tingkat Tinggi (High Mass Consumption)!
2. Isilah perbedaan negara maju dan berkembang dengan pada kolom yang telah disediakan!


 

3. Sebutkan wilayah persebaran negara berkembang !