Buku Kurikulum Merdeka IPS Kelas X Tema 04 Geografi : Manusia , Ruang dan Lingkungan ( Semester Ganjil )

 



Gambaran Tema

Pada bagian ini kalian akan belajar perkembangan ilmu geografi secara singkat, pendekatan geografi, obyek geografi, konsep dan prinsip  geografi, peta, penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), melakukan penelitian geografi, serta fenomena geosfer. Interaksi antarsfera dan manusia menjadi fokus kajian di bagian ini. Termasuk manfaat peta, penginderaan jauh, dan SIG bagi interaksi manusia dan sfera.

 

Capaian Pembelajaran Geografi

Pada akhir kelas X, peserta didik mampu: mengidentifikasi, memahami, dan mampu membuat pertanyan tentang karakteristik wilayah Indonesia secara fisik/sosial dan manfaatnya bagi kehidupan manusia; mengidentifikasi dan mendeskripsikan serta mampu mencari/mengolah informasi tentang keberagaman wilayah secara fisik dan sosial; mampu membuat dan memanfaatkan peta serta memaparkannya fenomena alam dan sosial; mendeskripsikan wilayah berdasarkan ilmu pengetahuan dasar geografi, karakter fisik dan sosial wilayah (lokasi, keunikan, distribusi, persamaan dan perbedaan, dan lain-lain) dan pemanfaatan sumberdaya bagi penduduk dengan memanfaatkan peta, data, tabel dan lainnya, serta pemanfataan teknologi SIG; mampu menganalisis dan mengembangkan ide/solusi tentang keberagaman fisik dan sosial terhadap keberagaman wilayah secara fisik dan sosial.


Peserta didik mampu menganalisis dan memublikasikan keunggulan keberagaman wilayah secara fisik dan sosial wilayah Indonesia dibandingkan wilayah sekitar berdasarkan peta dan ilmu pengetahuan geografi.

 

Tujuan dan Indikator Capaian Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
• Mengetahui konsep ilmu ekonomi, kebutuhan manusia, dan sejumlah konsep geografi,
• Menjelaskan manfaat belajar geografi,
• Menggunakan konsep yang dipelajari sebagai salah satu cara melakukan pengamatan dan mengenali fenomena geosfer,
• Mengumpulkan beberapa contoh fenomena geosfer dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan materi yang telah dipelajari
• Menyimpulkan hasil pengamatan mengenai beberapa masalah dari fenomena geosfer dan memecahkan masalah tersebut,
• Menyusun berbagai bentuk laporan penugasan berdasar materi yang telah dipelajari.

Materi Kelas X Semester Ganjil:
• Pengantar Ilmu Geografi
• Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG)
• Penelitian Geografi

Materi Kelas X Semester Genap:
• Fenomena Geosfer

Pertanyaan Kunci:
• Bagaimana interaksi antarsfera memengaruhi manusia?
• Bagimana manusia mengelola ruang sehingga memengaruhi sfera yang
lain?
• Bagaimana ilmu geografi dapat membantu manusia mengatasi masalahnya?

Kata kunci:
Geosfer, ruang, wilayah, lingkungan, sfera, peta, interaksi, litosfer, pedosfer, biosfer, hidrosfer, atmosfer, antroposfer, bencana 


A. Pengantar Ilmu Geografi
Coba amati baik-baik dua gambar di bawah ini!
Dapatkah kalian temukan perbedaan kedua gambar tersebut?


 


Sekarang amatilah lingkungan sekitar kalian. Dapatkah kalian menemukan kemiripan fakta di lingkungan sekitar kalian dengan foto tersebut? Menurut kalian, mengapa hal-hal itu dapat terjadi? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik?
Sekarang kita beralih pada peta kepadatan penduduk dan keadaan geografi Indonesia tahun 2019 di bawah ini!


 

 

Dari peta di atas, informasi apa saja yang kalian peroleh? Wilayah mana yang paling padat hingga paling jarang penduduknya? Mengapa hal itu dapat terjadi? Lalu, amatilah lingkungan sekitar kalian dan bandingkan kepadatan penduduk di tempat kalian!

Nah, sekarang coba kalian cek informasi ramalan cuaca hari ini, informasi yang dapat kalian ketahui dari radio, televisi, handphone, dan laptop yang terkoneksi dengan internet. Kalian juga bisa mengakses informasi ramalan cuaca melalui situs web Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan akan menemukan informasi seperti ini: 


 


Dari informasi ramalan cuaca, dapatkah kalian mencatat informasi apa saja yang diperoleh? Lalu, dapatkah kalian menjelaskan manfaat informasi tersebut bagi kalian? Apabila kalian memantau ramalan cuaca setiap minggu atau bahkan setiap hari, kalian akan mengetahui prediksi terjadinya hujan atau cerah, suhu udara, kecepatan angin, hingga kelembaban udara. 

Ketika ramalan cuaca menyatakan hari ini akan hujan, kalian dapat menyiapkan diri. Misalnya, jika berencana pergi ke luar rumah, ada baiknya kalian membawa jas hujan, payung, dan jaket.


Bagi orang-orang yang hidup di negara dengan empat musim, mencari informasi tentang ramalan cuaca merupakan hal yang wajib dilakukan.
Informasi ramalan cuaca menentukan banyak hal, termasuk rencana aktivitas manusia. Sebagai contoh, kegiatan apa yang hendak dilakukan?
Apakah dilakukan di dalam atau di luar ruangan? Pakaian dan sepatu seperti apa yang cocok dikenakan? Lalu pilihan moda transportasi apa yang hendak digunakan? Serta beberapa aktivitas lain yang menyesuaikan dengan kondisi cuaca.


 


Beragam contoh keseharian tersebut merupakan gambaran interaksi manusia dan alam yang menjadi salah satu kajian dalam ilmu geografi. 

Oleh karena itu, pengetahuan manusia tentang alam lingkungan di tempat-tempat tertentu, termasuk perbedaan dan persamaannya, dapat dikatakan sebagai pengetahuan geografis.


Jadi, dapat dikatakan, sejak dahulu setiap orang memiliki pengetahuan tentang geografi. Mereka hanya tidak mengetahui pengetahuan yang mereka miliki adalah pengetahuan geografis. Sebagai contoh, berbagai kearifan lokal tentang mitigasi bencana yang terdapat di Nusantara menunjukkan bahwa manusia telah belajar dengan alamnya. 

Manusia baru menyadari pengetahuan tersebut adalah geografi setelah mereka mendapatkannya secara formal di sekolah. Ketika di bangku SD dan SMP, kalian pernah belajar tentang Ilmu geografi. Beberapa topik telah kalian pelajari. Nah, dapatkah kalian mencari contoh kearifan lokal di daerah kalian yang menunjukkan bagaimana masyarakat telah berupaya menjaga kelestarian alam dan menghindari dampak dari bencana?


 


Dalam perkembangan selanjutnya, geografi dikategorikan sebagai ilmu karena diselenggarakan secara sistematis. Sebagai sebuah ilmu, geografi
tidak hanya memberikan gambaran tentang bumi tetapi juga kegiatan lebih lanjut seperti penelitian dan analisis, baik dari segi fisik maupun sosial.
 

Selanjutnya, untuk mempelajari hubungan timbal balik antara bumi dan manusia, ilmuwan geografi melakukan penelitian geografi. Hal ini tidak hanya terfokus pada penampakan yang terlihat dari luar, tetapi juga sampai pada pertanyaan: Mengapa benda-benda yang kita lihat membentuk suatu pola kesatuan? Mengapa dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan?


Pada bagian ini, kalian akan belajar mengenai asal-usul, pendekatan,konsep, penelitian geografi, maupun beberapa topik yang menjadi obyek dalam ilmu geografi. Sesungguhnya, dalam kehidupan sehari-hari, kalian telah belajar geografi. Geografi adalah ilmu yang aktual dan melekat dalam kehidupan manusia.

 

1. Perkembangan Ilmu Geografi
Berdasarkan asal-usulnya, ilmu geografi termasuk ilmu yang tua. Geografi muncul sejak abad ke-300 SM ketika bangsa Yunani melalui Eratosthenes, memperkenalkan geografi sebagai gambaran atau tulisan permukaan bumi (Maryani, 2006). 

Secara etimologis, dalam bahasa Yunani kata geografi berasal dari kata “geo” yang berarti bumi dan “graphia” berarti gambaran. 

Peta dunia karya kartografer Lord Nicolas the German berdasarkan
manuskrip Ptolemeus, astronomer dan geografer
Yunani dari abad ke-2, yang berjudul
Geography

 

 

Dengan demikian, geografi didefinisikan sebagai studi tentang tempat dan hubungan antara manusia dan lingkungannya. 

Beberapa tokoh seperti Aristoteles, Strabo, Ptolemeus, dan Herodotus kemudian mengembangkan ilmu geografi. Bahkan Ptolomeus, yang juga dikenal sebagai ahli matematika dan astronomi, merupakan orang yang pertama kali mengenalkan peta.

Perkembangan ilmu geografi seiring dengan sejarah manusia untuk mengenal lingkungan dan wilayah yang lain. 

Ahli geografi mempelajari sifat fisik permukaan bumi maupun masyarakat manusia yang tersebar di atasnya. Mereka juga meneliti interaksi budaya manusia dengan lingkungan alam, serta dampak lokasi dan tempat tinggal pada manusia.

Geografi berupaya memahami ruang dan tempat suatu obyek ditemukan, proses dan alasan keberadaan obyek itu di suatu tempat, serta perkembangan dan perubahannya seiring waktu.


 

 


Pada Abad Pertengahan, ilmu geografi juga dikembangkan oleh bangsa Arab yaitu oleh Idrisi, Ibnu Battutah, dan Ibnu Khaldun. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai penjuru negeri yang bertujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dunia.

Dalam salah satu karyanya, Travels in Asia and Africa 1325-1354, Ibnu Battutah mendeskripsikan bentang alam lingkungan yang ia kunjungi, sekaligus aspek budaya, ekonomi, dan politik suatu masyarakat.

Di akhir Abad Pertengahan, Marco Polo, seorang penjelajah asal Italia, telah mendokumentasikan perjalanannya ke berbagai penjuru negeri Asia hingga sampai ke Cina melalui jalur sutera. Karya Marco Polo tersebut membangkitkan minat mempelajari geografi di luar dunia Muslim. Beberapa wilayah di Nusantara pernah menjadi daerah persinggahan Ibnu Battutah dan Marco Polo. 


Perkembangan ilmu geografi juga seiring dengan Abad Renaisans di Eropa yang mendorong keinginan untuk menjelajahi bagian dunia yang belum diketahui. Perjalanan tersebut nantinya mengarah pada penjelajahan untuk penemuan-penemuan besar.


 


Di Nusantara, perkembangan ilmu geografi diperkenalkan oleh Alfred Russel Wallace, naturalis asal Inggris. Wallace menjelajahi Malaka, Singapura, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Ambon, hingga Papua pada tahun 1854–1862. 

Kisah perjalanan Wallace kemudian diterbitkan pada 1869 dengan judul The Malay Archipelago. Buku tersebut mendokumentasikan keanekaragaman hayati di Nusantara. 

Tokoh yang dikenal dengan bapak biogeografi ini kemudian memperkenalkan teori Garis Wallace, garis imajiner yang mengelompokkan flora dan fauna berdasarkan wilayah di Indonesia. 

Perkembangan geografi juga sejalan dengan berbagai penemuan teknologi seperti fotografi udara, sensor jarak, komputer, dan satelit yang membantu pemahaman manusia tentang peta dan pemetaan.

Beberapa ahli geografi, menjelaskan geografi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara alam dan manusia di permukaan bumi. 

Berdasarkan KBBI, geografi adalah ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi. 

Geografi menjelaskan sifat bumi melalui fenomena alam serta interaksi dengan manusia sebagai penghuninya. Ahli geografi mempelajari lanskap bumi, atmosfer, lingkungan alam, dan manusia. 

Geografi juga mengkaji perubahan dan proses kehidupan kumpulan manusia atau penduduk seiring dinamika yang terjadi pada bumi dalam rentang waktu yang panjang.


 

 

Berdasarkan penjelasan materi di atas, dapatkah kalian mencari tahu lebih dalam asal-usul dan perkembangan ilmu geografi? Bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan lingkungannya? Carilah pemahaman geografi dengan tepat agar kalian dapat memahami ilmu ini lebih baik!

2. Obyek Studi Ilmu Geografi
Setiap disiplin ilmu memiliki obyek studi atau hal pokok yang dikaji tersendiri dan menjadi kekhasan ilmu tersebut. Walaupun memiliki kemiripan dalam hal yang dikaji, yaitu tentang manusia dan lingkungan,
geografi memiliki kekhasan.

Terdapat dua obyek studi dalam ilmu geografi yaitu obyek material dan obyek formal.
a. Obyek material adalah hal pokok yang dapat diamati dan dikaji dalam ilmu geografi. Hal pokok tersebut bersifat bendawi dan nyata. Hal ini disebut obyek material atau berbentuk “materi” yang dapat diamati.
Obyek material geografi adalah fenomena geosfer yaitu segala peristiwa alam yang terjadi pada bumi. Fenomena geosfer meliputi atmosfer (selubung gas), litosfer (batuan), pedosfer (tanah), biosfer (flora dan fauna), hidrosfer (air), serta antroposfer (manusia). Fenomena geosfer sebagai obyek material geografi akan kita diskusikan lebih jauh dalam bagian selanjutnya dari buku ini. Kalian dapat memperkaya informasi tentang obyek material studi ilmu geografi dari berbagai sumber.

b. Obyek formal adalah pendekatan atau cara memahami fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi dan menjadi sebab geografi dipelajari. Fred K. Scaefer, seorang ahli geografi, menyatakan obyek formal geografi adalah ilmu yang terkait dengan cara mengatur pembagian keruangan di permukaan bumi. Obyek formal dari geografi terkait dengan penyebab fenomena di permukaan bumi dan cara mempelajarinya (Suharsono & Budi, 2006: 199). Terdapat tiga macam pendekatan geografi yaitu pendekatan keruangan (spatial approach), pendekatan kelingkungan/ekologi (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach). Ketiganya akan kalian pelajari lebih mendalam di bagian ini.

Obyek formal inilah yang membedakan ilmu geografi dan ilmu pendukung lainnya. Misalnya geografi akan mudah dibedakan dengan biologi, oseanografi, hidrologi, klimatologi, geologi, dan ilmu-ilmu kebumian lainnya. Sebagai contoh, klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim dan cuaca di suatu daerah. Klimatologi akan menjelaskan tentang kondisi cuaca, curah hujan, tekanan udara di daerah tersebut.
Namun, geografi memiliki cara penjelasan yang berbeda dengan klimatologi.


Dengan perspektif keruangan, geografi menjelaskan dampak curah hujan di daerah tersebut atau wilayah mana saja yang berpotensi tergenang.
Dengan perspektif ekologi, geografi akan menganalisis perilaku manusia menyikapi curah hujan dalam kaitannya dengan lingkungannya Contoh lain, dalam alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian dan pemukiman, pendekatan ekologi akan menganalisis aspek lingkungan, terutama hutan, sebagai daerah resapan air.


Geografi dengan pendekatan kewilayahan yang menggabungkan dua pendekatan terdahulu akan memperhatikan hubungan antarwilayah. Dalam contoh terkait dengan curah hujan misalnya, pendekatan ini tidak hanya menjelaskan dampak curah hujan di suatu daerah, tetapi juga dampaknya bagi daerah lain yang bahkan tidak mengalami curah hujan tinggi. Pendekatan ini juga menekankan perilaku yang mesti dilakukan oleh manusia yang tinggal di daerah tersebut dan daerah terdampak lainnya. Studi kasus berikut ini dapat memberikan contoh dan penjelasan mengenai pendekatan kompleks wilayah.  


Agar lebih memahami tentang cara pandang atau perspektif ilmu geografi dengan ilmu lain yang terkait dengan geografi, kerjakanlah aktivitas di bawah ini! 


 


3. Aspek Ilmu Geografi
Kajian Ilmu geografi mencakup dua aspek yaitu aspek fisik dan aspek sosial.
Berikut penjelasannya:
a. Aspek fisik adalah aspek non-manusia yang memengaruhi kehidupan manusia, yaitu aspek topologi (terkait dengan letak, luas, bentuk, dan batas suatu wilayah), aspek biotik (terkait dengan flora dan fauna), dan aspek abiotik (terkait dengan kondisi tanah, air, dan iklim).
b. Aspek sosial adalah yang terkait dengan tempat dan cara manusia hidup serta berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Aspek sosial ini akan melihat dari dimensi ekonomi, budaya, politik, dan kondisi sosial suatu masyarakat.


Berdasarkan penjelasan tersebut, dapatkah kalian mencari contoh-contohnya, bagaimana aspek fisik dan aspek sosial wilayah kalian?


 



4. Pendekatan Geografi
Pendekatan atau cara mempelajari geografi sudah disinggung di awal materi. Ketika kalian belajar ilmu geografi, hal yang membedakan dengan ilmu lainnya adalah pendekatan atau cara berpikir geografi yang menjadi karakteristik ilmu ini. 


Terdapat tiga pendekatan yang menjadi cara berpikir geografi yaitu:
Pendekatan keruangan (spatial approach)
Pendekatan keruangan adalah cara pandang yang menekankan pada lokasi atau tempat (ruang) fenomena geosfer terjadi serta fenomena yang terjadi.
Pendekatan ini lebih memberi perhatian pada lokasi dan sebarannya, fenomena yang terjadi, penyebab fenomena tersebut terjadi di lokasi itu,
dan faktor-faktor alam yang berpengaruh terhadap fenomena tersebut.     Sebagai contoh, dalam melihat kasus banjir yang terjadi di Kota Yogyakarta, pendekatan keruangan akan menganalisis lokasi daerah rawan banjir termasuk sebarannya, penyebab banjir, dan faktor-faktor alam yang berpengaruh terhadap banjir. Peta ancaman banjir di Kota Yogyakarta berikut ini akan memberikan informasi mengenai lokasi dan sebaran kawasan rawan banjir.


 


Pendekatan Lingkungan/Ekologi (ecological approach)
Pendekatan lingkungan merupakan cara pandang yang memfokuskan pada aspek lingkungan fisik tempat fenomena geosfer terjadi. 

Pertanyaan dasar dalam pendekatan ini: 

1) Fenomena apa yang terjadi? 2) Di manakah terjadinya? Bagaimana sebaran, luasan, dan dampaknya? 3) Bagaimana relasi fenomena tersebut dengan manusia? Bagaimana cara berpikir manusia terhadap fenomena tersebut? Sejauh mana pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat manusia di daerah tersebut terhadap fenomena yang terjadi?


Pada kasus banjir di Kota Yogyakarta, pendekatan lingkungan memusatkan perhatian pada struktur tanah dan kondisi daerah cekungan yang menjadi penyebab banjir. Pendekatan ini juga mengamati perilaku manusia dalam mengubah alam sehingga memunculkan risiko banjir.

Pendekatan Kompleks Wilayah (regional complex approach)
Sedangkan pendekatan kompleks wilayah adalah cara pandang yang menggabungkan dua pendekatan yaitu keruangan dan ekologi dalam menjelaskan fenomena geosfer. 

Pertanyaan mendasar dari pendekatan ini adalah: 1) fenomena apa yang terjadi? (ada aspek yang kompleks terjadi di dua wilayah atau lebih sebaran dan luasannya). 2) di mana terjadi (sebarannya dan luasannya disajikan dalam peta)? dan mengapa terjadi di lokasi tersebut? 3) Faktor alam apa saja yang memengaruhi fenomena tersebut dan juga faktor manusia (pengetahuan, cara pandang, sikap dan perilaku)? 4) bagaimana dinamikanya?, 5) bagaimana pemecahan terhadap masalah tersebut? 

Pendekatan ini menjelaskan hubungan antarwilayah yang berbeda, misalnya wilayah A, B, dan C yang berpotensi saling memengaruhi baik korelasi maupun sebab-akibatnya.


Dalam kasus banjir di Kota Yogyakarta, pendekatan ini akan mencari penjelasan dari pendekatan keruangan maupun ekologi, serta menganalisis potensi pengaruh dari wilayah lain yang dapat memengaruhi terjadinya banjir. Kasus banjir di Kota Yogyakarta akan menganalisis keterkaitan dengan alih fungsi lahan maupun kondisi cuaca di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Lalu cara pandang, pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat yang tinggal di tiga kota/kabupaten tersebut juga menjadi fokus dari cara pandang ini.
 

Dari ketiga pendekatan tersebut, kalian dapat mengamati dan menganalisis berbagai fenomena geosfer yang terjadi di daerah kalian. Misalnya, kalian dapat mengamati, mengapa terjadi kepadatan penduduk yang lebih banyak? Mengapa ketika musim hujan, potensi terjadinya banjir lebih sering terjadi? Mengapa hasil laut di wilayah kalian lebih banyak atau menurun?
 

Agar kalian lebih memahami ketiga pendekatan geografi, kerjakan aktivitas berikut ini !


 

 

5. Konsep Geografi
Dalam memahami geografi sebagai ilmu yang mengkaji manusia dengan lingkungannya dalam kesatuan ruang, ada beberapa konsep geografi yang harus kalian pahami. Konsep geografi merupakan hal pokok yang menjadi kekhasan ilmu geografi dalam menjelaskan berbagai fenomena geografis.


Terdapat beberapa konsep utama dalam geografi yaitu:
a. Konsep lokasi
Konsep lokasi dalam geografi menjelaskan fenomena geosfer yang terkait dengan letak. Konsep lokasi biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan letak geografis suatu obyek di permukaan bumi. 

Terdapat dua pemahaman tentang lokasi yaitu: 

Pertama, lokasi absolut, yaitu lokasi yang tetap secara astronomis. Dengan kata lain, lokasi absolut berdasarkan pada garis lintang dan garis bujur. Contohnya, lokasi absolut Pulau Flores adalah terletak pada 8°40′29″ Lintang Selatan dan 121°23′04″ Bujur Timur. 

Kedua, lokasi relatif, yaitu letak suatu wilayah di permukaan bumi yang sifatnya berubah-ubah karena dipengaruhi oleh wilayah di sekitarnya. Contoh: lokasi relatif Pulau Flores terletak di selatan Pulau Sulawesi. 


 

 

b. Konsep Jarak
Konsep ini mengacu pada rentang dua lokasi. Jarak adalah pemisah alami.
Jarak berkaitan dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan dasar hidup. Contohnya, jauh-dekatnya jarak mengangkut bahan baku ke pabrik memengaruhi besarnya biaya angkut. 

Terdapat dua pemahaman akan jarak, yaitu: 

Pertama, jarak absolut yaitu jarak yang sebenarnya. Sebagai contoh, jarak absolut Kabupaten Malang dan Ibukota Jakarta adalah 888,5 km.
Kedua, jarak relatif yaitu penentuan jarak antara dua wilayah berdasarkan waktu (waktu tempuh) apabila menggunakan moda transportasi yang berbeda. Sebagai contoh, jarak relatif Kabupaten Malang dan Ibukota Jakarta adalah 1,5 jam apabila menggunakan moda transportasi pesawat.
Tetapi apabila menggunakan transportasi kereta api maka jarak relatifnya adalah 15,5 jam. Apakah kalian sudah memahami perbedaan antara jarak absolut dan jarak relatif?


 


c. Konsep keterjangkauan
Keterjangkauan berkaitan dengan kondisi permukaan bumi. Contohnya suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan bumi yang sulit dijangkau.
Keterjangkauan memperhatikan kondisi medan, ketersediaan prasarana infrasruktur seperti jalan, kondisi kualitas prasarana yang tersedia, serta ketersediaan sarana transportasi dan komunikasi. Berdasarkan konsep keterjangkauan, wilayah suatu daerah akan dilihat berdasarkan akses dan keterjangkauannya.

Keterjangkauan pada umumnya berubah sesuai perkembangan ekonomi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transportasi.
Situasi dan kondisi keterjangkauan bisa berubah apabila terdapat bencana, misalnya banjir atau tanah longsor yang memutus akses untuk menuju suatu tempat. 

Demikian pula sebaliknya, suatu daerah terisolasi dapat menjadi daerah yang terbuka ketika dibangun jalan atau infrastruktur menuju wilayah tersebut. Bagaimana dengan keterjangkauan lokasi kalian berada? Amatilah dan jelaskan keterjangkauan di wilayah kalian!

d. Konsep Pola
Pola adalah karakteristik ketergantungan pada berbagai fenomena geografis suatu tempat atau ruang di permukaan bumi. Geografi mempelajari tentang pola-pola bentuk dan penyebaran fenomena geografis. 

Misalnya pemukiman penduduk di daerah dataran tinggi didominasi oleh pola persebaran, pola vegetasi di Daerah Aliran Sungai (DAS), pola pemukiman di daerah tepi pantai. Pola juga terkait dengan flora fauna, curah hujan, dan lain-lain. Tentu, hal ini dapat kalian temukan di tempat tinggal kalian, misalnya pola pemukimannya dan pola-pola yang lain.

e. Konsep Morfologi
Konsep morfologi mengacu pada gambaran dan bentuk suatu tempat di permukaan bumi akibat kekuatan endogenik dan eksogenik. 

Misalnya dataran rendah di sepanjang kawasan Pantai Utara Jawa didominasi oleh kondisi pendangkalan dan erosi daerah aliran sungai akibat proses sedimentasi, dan lain sebagainya. Hal ini dapat kalian temukan di lingkungan sekitar kalian.


 


f. Konsep Aglomerasi (pengelompokan)
Konsep ini mengacu pada kondisi persebaran dan pengelompokan suatu wilayah yang relatif memusat dan saling menguntungkan. 

Misalnya daerah industri menunjukkan adanya pemusatan dan pengelompokan kawasan industri. Kawasan konservasi yang menunjukkan adanya pemusatan wilayah konservasi. Misalnya kawasan konservasi tanaman bakau. 

Amatilah lingkungan sekitar kalian berdasarkan konsep ini!


 


g. Konsep Nilai Guna
Nilai guna merupakan fenomena geografis atau sumber daya alam di permukaan bumi yang saling berhubungan antarwilayah. 

Misalnya laut memiliki nilai kegunaan yang lebih bagi nelayan dibandingkan dengan petani. Sedangkan hutan memiliki nilai kegunaan lebih bagi pecinta alam dibandingkan pelajar. 

Coba amatilah lingkungan sekitar kalian, temukan dan kenali nilai guna wilayah kalian!

h. Konsep Interaksi atau Saling Ketergantungan
Interaksi adalah hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menghasilkan fenomena, tampilan, dan masalah baru. Dalam
interaksi, satu fenomena bergantung pada fenomena lainnya. 

Misalnya, fenomena interaksi desa-kota terjadi karena adanya perbedaan potensi alam. Desa menghasilkan bahan baku, sedangkan kota menghasilkan produk industri. Karena kedua wilayah saling membutuhkan, maka terjadilah interaksi. Berdasarkan gambaran tersebut, amatilah konsep interaksi atau ketergantungan antardaerah di tempat kalian!

i. Konsep Diferensiasi Area
Diferensiasi area sesuai dengan karakteristik antarwilayah di permukaan bumi. Konsep diferensiasi wilayah digunakan untuk mempelajari perbedaan fenomena geografis antara satu daerah dengan daerah lain. 

Contoh: Jenis tanaman yang dibudidayakan di dataran tinggi akan berbeda dengan jenis tanaman di dataran rendah. Secara mendetail dapat kita temukan dalam iklim menurut Junghuhn, misalnya:


 


Konsep ini juga dapat digunakan untuk melihat jenis mata pencaharian.
Misalnya penduduk yang tinggal di wilayah pesisir dominan bermata pencaharian sebagai nelayan sementara masyarakat yang tinggal di dataran tinggi cenderung berprofesi sebagai petani sebagai mata pencahariannya.


Coba amati hal ini, bagaimana keterkaitan diferensiasi wilayah dengan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan di wilayah kalian? Bandingkan dengan wilayah lainnya!

j. Konsep Keterkaitan Antar-ruang
Konsep ini mengacu pada derajat keterkaitan antarwilayah. Keterkaitan antar-ruang menunjukkan keterkaitan yang tersebar antara satu fenomena dan fenomena lainnya, baik fenomena fisik maupun nonfisik. 

Contoh: penduduk daerah perkotaan membutuhkan bahan pangan dari daerah pedesaan, sebaliknya penduduk daerah pedesaan perlu memasarkan hasil alamnya ke kota. Nah, dari penjelasan ini, amati dan analisislah daerah kalian, bagaimana keterkaitannya dengan daerah lain? 

Kalian dapat menjelaskan melalui daerah-daerah lain yang berbatasan dengan daerah kalian, bagaimana keterkaitannya?



Agar kalian memahami kesepuluh konsep yang terdapat di ilmu geografi,
kerjakan aktivitas berikut ini!


 

6. Prinsip-Prinsip Geografi
Setelah kalian belajar materi konsep geografi, kekhasan dari ilmu geografi berikutnya adalah prinsip geografi. Prinsip geografis merupakan fondasi untuk menganalisis dan mengungkap fenomena geografis di permukaan bumi. 

Prinsip geografis akan memandu kita terkait hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita mempelajari fenomena geografis.

Prinsip ini membantu lebih cepat dan mudah mengenali dengan baik fenomena geografis.

Terdapat empat prinsip geografi yaitu:
a. Prinsip Persebaran
Prinsip ini menjelaskan persebaran yang tidak merata antarwilayah baik tentang aspek fisik dan aspek sosial. Prinsip penyebaran dapat digunakan untuk mendeskripsikan fenomena dan fakta geografis dalam peta, juga untuk mengungkapkan hubungan antara satu fenomena geografis dan fenomena lainnya. 

Hal tersebut dikarenakan persebaran fenomena dan fakta geografis yang tidak seragam dari satu daerah ke daerah lain.


Garis Wallace dan Garis Weber sebagai garis imajiner yang menjelaskan persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia menjadi contoh prinsip ini.


 

b. Prinsip Interrelasi

Prinsip ini menjelaskan keterkaitan antarfenomena baik aspek fisik maupun aspek sosialnya. Prinsip ini dapat mengungkapkan fenomena atau fakta geografis di suatu wilayah tertentu dengan menganalisis hubungan antara fenomena fisik dan nonfisik. Misalnya fenomena pemanasan global (global warming) ketika suhu bumi meningkat tajam karena efek rumah kaca yang terjadi bukan semata fenomena alam. 

Efek rumah kaca terjadi karena peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida dan gasgas lainnya di atmosfer. Peningkatan konsentrasi gas CO₂ ini disebabkan oleh pemakaian bahan bakar minyak, batu bara, dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuh-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. 

Perilaku penduduk dalam memproduksi gas karbon ini menjadi aspek non fisik/sosial yang memengaruhi aspek fisik. Penurunan kemampuan tumbuh-tumbuhan untuk menyerap CO juga dipengaruhi oleh berkurangnya luas hutan akibat perusakan hutan oleh penduduk.


 

 

d. Prinsip Korologi
Prinsip ini akan menjelaskan fakta dan fenomena geografis, fakta dan masalah dilihat dari persebaran, keterkaitan, dan interaksinya dalam suatu wilayah atau ruang. 

Prinsip ini menekankan keseluruhan dan keterpaduan gejala dalam satu wilayah. Sebagai contoh, pola pemukiman penduduk di daerah A dijelaskan sebarannya, peta dan grafik sebaran pemukiman penduduknya secara terpadu. 

Perhatikan gambar di bawah ini yang menjelaskan prinsip korologi!


 

 

d. Prinsip Korologi
Prinsip ini akan menjelaskan fakta dan fenomena geografis, fakta dan masalah dilihat dari persebaran, keterkaitan, dan interaksinya dalam suatu wilayah atau ruang. Prinsip ini menekankan keseluruhan dan keterpaduan gejala dalam satu wilayah. Sebagai contoh, pola pemukiman penduduk di daerah A dijelaskan sebarannya, peta dan grafik sebaran pemukiman penduduknya secara terpadu. 

Perhatikan gambar di bawah ini yang menjelaskan prinsip korologi!


 

 

Prinsip-prinsip geografi di atas, dapat kalian gunakan untuk menjelaskan
fenomena geosfer di wilayah kalian! Amatilah wilayah kalian dan jelaskan berdasarkan prinsip-prinsip geografinya. Agar kalian dapat memahami prinsip-prinsip tersebut, kerjakan aktivitas berikut ini!


 

 

7. Memahami Bencana
Perhatikan gambar di bawah ini! Bencana apakah yang terjadi? Amatilah wilayah kalian dengan cermat, apakah pernah terjadi bencana? Jika pernah, identifikasi bencana apa saja yang pernah terjadi? 


 


Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara geografis terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia, Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, pertemuan Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania serta pertemuan tiga lempeng aktif yaitu Lempeng Pasifik, Indo-Australia
dan Eurasia. Posisi inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia berpotensi tinggi terjadi bencana.


Mengacu pasal 1 dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, definisi bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. 

Beberapa penjelasan mengenai bencana sebagai berikut:
Bencana alam adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor (pasal 1, ayat 2).
Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit (pasal 1 ayat 3).
Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana (pasal 1 ayat 6).
Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna (pasal 1 ayat 7)
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana,baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (pasal 1 ayat 9)
 

Hal penting dari siaga bencana adalah melakukan mitigasi bencana. Beberapa langkah yang dapat kalian lakukan adalah: 

(1) Mengenali kondisi geografis daerah kalian dengan baik berikut potensi bencana yang mungkin terjadi;
(2) Belajar dari peristiwa bencana sehingga lebih sigap dalam menghadapi potensi bencana;
(3) Mengetahui cara untuk penyelamatan dan evakuasi.

Agar pengetahuan tentang kebencanaan kalian lebih baik, bacalah dan lakukan simulasi untuk mitigasi bencana. Beberapa informasi dari pranala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) https://bnpb.go.id/, dapat kalian pelajari dan praktikkan

8. Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis

a. Peta
Ketika kalian di bangku SD dan SMP tentu sudah pernah belajar tentang peta dan pernah membuat peta. Menurut kalian apa manfaat dari peta? 

Kalian yang mungkin terkoneksi dengan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) sudah sering membagikan posisi kalian melalui berbagai aplikasi daring. Termasuk ketika hendak bepergian, kalian akan mengecek dahulu melalui aplikasi peta daring untuk memandu perjalanan agar tidak tersesat atau terjebak macet. 


Termasuk kalian dapat memperkirakan waktu tempuh dengan berbagai pilihan moda transportasi dari aplikasi peta daring sehingga memberikan pilihan bagi kalian untuk memutuskan kendaraan yang akan kalian gunakan.


 

 

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, studi geografi berkaitan wilayah, lokasi, dan ruang, sehingga peta menjadi bagian penting bagi geografer.

Pengetahuan tentang informasi di peta memungkinkan kita untuk membaca dan menafsirkannya dengan benar. 

Peta berdasarkan KBBI adalah gambar atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan sebagainya; atau representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, seperti batas daerah, sifat permukaan; denah.

Secara geografis peta dipahami sebagai representasi dan gambaran pada bidang datar mengenai sebagian hal-hal yang ada di permukaan bumi yang digambar dengan skala tertentu dan metode perbandingan tertentu.


Sebagai gambar dan representasi sebagian fitur permukaan bumi, maka peta menyajikan informasi geografis mengenai kenampakan alam dan budaya yaitu batas wilayah, perkampungan, kota, jalan, sungai, laut, rawa, gunung, pegunungan, danau, dan lain sebagainya. 

Ilmu yang mempelajari dan teknik membuat peta secara khusus adalah kartografi.

Terdapat berbagai jenis peta yang dibuat sesuai dengan tujuannya.
Misalnya jenis peta umum dan peta tematik. 

Kalian dapat mencari informasi sebanyak mungkin tentang jenis-jenis peta serta manfaat peta dalam kehidupan sehari-hari manusia dari berbagai sumber. 

Selain itu juga terdapat berbagai bentuk peta, menurut Waluyo (2015) terdapat dua bentuk peta yaitu peta dua dimensi dan peta tiga dimensi. 

Peta tiga dimensi contohnya prototipe relief permukaan bumi pada maket. Lalu berdasarkan tingkat keakuratan, Waluyo (2015) membagi jenis peta menjadi peta terresterial dan peta hasil penginderaan jauh melalui foto satelit.
 

Peta menjadi bagian sentral dari geografi karena peta berfungsi sebagai penunjuk lokasi satu wilayah, menginformasikan kondisi lingkungan suatu wilayah baik luas, jarak, kontur (ketinggian), bentuk permukaan bumi, dan potensi sumber daya alam. 

Melalui peta kita akan memperoleh berbagai informasi kondisi geografis dan penduduk suatu wilayah.

Peta daerah banjir di DKI Jakarta, Februari 2015.
Salah satu contoh peta tematik.


 


Informasi yang disampaikan melalui peta juga terkait penataan ruang atau tata ruang suatu wilayah. Penataan ruang atau tata ruang berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Informasi tata ruang suatu wilayah diselenggarakan secara terpadu, selaras, keberlanjutan dan terbuka. Kalian dapat mengetahui informasi tata ruang suatu daerah, misalnya mengenai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Sesuai ketentuan undang-undang, wilayah suatu kota harus memiliki RTH sebanyak 30% dari luasan wilayah yang dipergunakan untuk taman kota, hutan kota, kawasan hijau di sekitar sungai, pemakaman, dan rel kereta api.


Penggunaan area untuk kepentingan umum luasannya 20% untuk perkantoran pemerintah, sekolah dan sektor publik lainnya. Sementara penggunaan area bagi kepentingan swasta, luasannya sebesar 10%  untuk perkantoran swasta, kegiatan bisnis dan lain sebagainya.

Kalian dapat mengakses informasi tata ruang wilayah secara daring maupun langsung melalui peta wilayah dan informasi rencana tata ruang. Yuks, amatilah tata ruang wilayah kalian!

Agar kalian dapat lebih memahami pemanfaatan peta dan tata ruang,kerjakanlah aktivitas di bawah ini!

 



b. Penginderaan Jauh
Perhatikan foto Satelit LAPAN 2 di bawah ini. Satelt yang dibuat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini diluncurkan pada September 2015. Satelit LAPAN 2 maupun generasi sebelumnya satelit LAPAN-TUBSAT memiliki fungsi untuk melakukan pengamatan bumi, pengamatan kapal, dan komunikasi radio amatir. 

Dilansir dari website LAPAN, satelit LAPAN 2 yang berbobot 78 kilogram melintasi wilayah Indonesia sebanyak 14 kali dalam sehari. Teknologi dari satelit LAPAN dapat merekam peristiwa di muka bumi Indonesia apabila terjadi banjir, gunung Meletus, kebakaran hutan, tanah longsor serta pergerakan kapal dan pesawat. Bahkan ketika terjadi bencana banjir di daerah Luwu Utara Bulan Juli 2020, pemetaan dari satelit berguna untuk menyajikan data mengenai daerah yang terdampak banjir.


 

 



Perhatikan peta citra satelit di atas, bisakah kalian melihat perbedaan dari dua gambar yang disajikan? Menurut kalian, apa kegunaan dari peta
citra satelit?

Contoh di atas merupakan salah satu hasil dari penginderaan jauh.


Penginderaan jauh atau remote sensing menurut Lelisand, dkk. (2014) adalah ilmu dan seni untuk mengetahui tentang obyek, daerah, dan gejala melalui analisis data yang diperoleh melalui alat dan tanpa kontak langsung (Somantri, 2009: 1).

Komponen dari sistem penginderaan jauh berdasarkan Somantri (2009) adalah sumber tenaga, atmosfer, obyek penginderaan jauh, sensor (alat yang menerima pantulan spektrum elektromagnetik), detektor (alat perekam), dan wahana (satelit, pesawat terbang, pesawat ulang alik).

Secara sederhana sistem penginderaan jarak jauh dapat diilustrasikan dengan gambar berikut:


 


Berdasarkan ilustrasi gambar di atas, kalian dapat memahami cara kerja antarkomponen dalam sistem penginderaan jauh.

Adapun hasil dari penginderaan jauh setelah data diterima dan diolah maka hasilnya adalah:
Citra foto berupa potret obyek di permukaan bumi. Berdasarkan spektrumnya dan kondisi daerah yang tertutup awan berdapat berbagai macam citra foto yaitu citra foto konvensional (pankromatik), citra fotoinframerah, citra foto ultraviolet, dan citra foto ortokromatik. Wahana
yang digunakan dari citra foto adalah pesawat terbang. 

Perhatikan contoh hasil dari citra foto di bawah ini.


 



Citra nonfoto adalah hasil penginderaan jauh yang tidak menggunakan
sensor kamera tetapi sensor, gelombang elektromagnetik dan wahana.
 

Beberapa wahana yang dipakai adalah satelit, seperti contoh adalah satelit LAPAN 2 milik Indonesia, satelit Landsat 8 NASA (National Aeronautics and Space Administration) milik Amerika Serikat.


Perhatikan contoh dari hasil citra nonfoto di bawah ini!


 



Setelah kalian belajar tentang penginderaan jauh, manfaatnya bagi manusia adalah:
• Memberikan informasi tentang kondisi permukaan bumi
• Menggambarkan bentuk muka bumi yaitu bentang alam (relief), termasuk daerah cekungan.
• Membantu untuk melakukan tindakan antisipasi dan preventif tentang kondisi permukaan bumi yang berpotensi terjadi bencana, sehingga pemangku kebijakan dapat memutuskan tindakan yang terbaik.

Dapatkan kalian menemukan manfaat lainnya? Apabila kalian tertarik belajar tentang penginderaan jauh, kalian dapat mengunduh dari berbagai aplikasi satelit yang berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), sehingga kalian dapat mendapatkan data-data citra satelit.

Agar kalian memahami tentang manfaat penginderaan jauh dalam geografi kerjakan tugas di bawah ini!

 



c. Integrasi Teknologi: Sistem Informasi Geografis (SIG)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rusli, dkk (2015), sistem informasi geografis dipahami sebagai sistem informasi khusus yang mengelola data terkait berbagai informasi spasial (wilayah). SIG diujicoba penerapannya melalui sistem aplikasi berbasis web di Kota Palembang. Sistem tersebut digunakan untuk membantu wisatawan yang mengunjungi Kota Palembang agar dapat menemukan dengan mudah berbagai fasilitas umum misalnya rumah sakit, kantor polisi, tempat ibadah dan tempat makan. Wisatawan cukup mengunduh aplikasi di ponsel mereka untuk mengakses berbagai informasi tersebut.

Ketika membaca ilustrasi cerita di atas, informasi apa yang menurut kalian menarik? Saat ini, kecanggihan teknologi sudah mampu mengintegrasikan bermacam informasi mengenai posisi dan wilayah. 

Apakah integrasi teknologi semacam ini sangat membantu bagi kalian? 

Berbagai pertanyaan tersebut akan mengarahkan kalian untuk belajar tentang SIG. Masyarakat yang dinamis juga mendorong perkembangan ilmu geografi. 

Sistem informasi geografi menurut Puntodewo, dkk. (2003:8): “suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumber daya manusia yang bekerja bersama secara efektif
untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis”
 

Lalu SIG berdasarkan kamus modern geografi (2001: 110) adalah: “Penyimpanan data geografis yang disimpan dalam bentuk digital di komputer. Didukung dengan kapasitas komputer modern sehingga jumlah informasi yang disimpan sangat banyak. Data tersebut diperbarui dan dianalisis. Perkembangan SIG sangat terkait dengan penginderaan jauh, yang terus-menerus memberikan informasi baru tentang permukaan bumi dan planet lain.”

Secara sederhana, SIG dapat dipahami sebagai integrasi teknologi dan data spasial (wilayah) yang menghubungkan berbagai data lain untuk digabungkan, dipetakan, dan dianalisis. 

Melalui SIG, kita dapat mengetahui lokasi, kondisi suatu wilayah, trend, pola, dan permodelan. 

Sebagai sistem, SIG terdiri dari beberapa komponen yaitu perangkat keras (komputer), perangkat lunak (software), orang yang menjalankan, serta aplikasi sehingga dapat menghasilkan data geografis. 

Data-data tersebut berasal dari citra foto, citra nonfoto, peta, data pendukung lain, pengamatan, dan pengukuran lapangan untuk diolah menjadi sistem informasi geografis. 


 

 

Contoh dari produk SIG adalah data dan peta sumber daya alam, peta lahan kritis, peta tata guna lahan, peta curah hujan, peta perikanan, dan
masih banyak lagi. Kalian dapat mencari informasi dari berbagai sumber tentang produk dari SIG. Agar kalian dapat memahami tentang manfaat SIG, kerjakanlah aktivitas di bawah ini!


 



9. Penelitian Geografi
Setelah kalian mempelajari berbagai materi tentang ilmu geografi, tentu kalian akan menanyakan bagaimana geografer atau pelajar melakukan penelitian geografi? 

Penelitian dalam bahasa Inggris adalah “re-search” yang berarti “mencari kembali”. Penelitian menurut KBBI adalah 1). Pemeriksaan yang teliti; penyelidikan; 2) Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis untuk memecahkan suatu persoalan; dasar penelitian dengan tujuan mengembangkan teoriteori ilmiah atau prinsip-prinsip dasar suatu disiplin yang lebih baik daripada hanya memecahkan persoalan praktis. 

Beberapa langkah yang bisa kalian lakukan ketika melakukan penelitian geografi:
• Tentukan topik atau kasus yang hendak diteliti.
• Susunlah rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang hendak diteliti. Ingat dengan tiga pendekatan geografi yaitu keruangan, ekologi, dan kompleks wilayah. Gunakan salah satu pendekatan tersebut ketika merancang pertanyaan penelitian.
• Carilah dari berbagai sumber yang terkait dengan kasus atau topik yang hendak diteliti, hal ini disebut sebagai mencari informasi dari penelitian terdahulu.
• Susunlah hipotesis berupa kesimpulan sementara sebelum melakukan penelitian. Hipotesis dapat kalian buat apabila kalian telah membaca dari berbagai hasil penelitian sebelumnya. Sebagai kesimpulan awal dan sementara, hipotesis dapat berupa prediksi atas hasil penelitan yang mungkin terjawab atau sebaliknya tidak terbukti.
• Tentukan metode penelitian yang hendak digunakan, apakah akan menggunakan metode penelitian kuantitatif atau metode campuran (kualitatif dan kuantitatif)? Lalu tentukan metode dan teknik pengumpulan data yang hendak digunakan. Misalnya penelitian survei, dengan menyebarkan angket atau kuesioner, studi pustaka, survei dan pengamatan di lapangan, serta wawancara dengan responden.
• Tentukan sampel dan responden sesuai dengan obyek yang dikaji.

• Pengumpulan data untuk mencari informasi yang relevan dan dibutuhkan, baik dari data primer dan data sekunder. Untuk mengecek kesahihan data hasil wawancara, kalian dapat melakukan triangulasi yaitu membandingkan kesesuaian informasi yang telah disampaikan responden selama wawancara dengan pernyataan yang dilakukan di tempat lain. Selain itu kalian juga dapat mencari informasi dari responden lain sehingga data lebih akurat.
• Analisis data dengan memaknai dan melakukan interpretasi. Teknik analisis data dapat menggunakan langkah-langkah dimulai dengan pengumpulan data; memilah data yang dianggap tidak relevan; menyajikan data berupa pendapat, pengalaman dari informan yang menjawab pertanyaan penelitian; dan menarik kesimpulan.
• Analisis data dengan keterkaitan antarvariabel, tabulasi, klasifikasi, pemetaan, dan pengujian statistik.
• Tulislah laporan penelitian kalian dan presentasikan hasil penelitian kalian!


Beberapa hal yang harus kalian perhatikan ketika akan melakukan penelitian geografi adalah:
• Obyek material geografi mengenai fenomena geosfer yang dianalisis dengan menggunakan tiga pendekatan yang merupakan obyek formal yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi (lingkungan), dan pendekatan kompleks wilayah. Kalian dapat memilih salah satu untuk melakukan analisis dari obyek material geografi.
• Gunakan konsep-konsep geografi untuk menjelaskan berbagai fenomena, baik dari konsep jarak, konsep lokasi, konsep keterjangkauan, konsep pola, konsep morfologi, konsep anglomerasi, konsep interaksi dan interdependensi, konsep nilai guna, konsep diferensiasi area, dan konsep keterkaitan keruangan.

• Perhatikan pula empat prinsip utama dalam geografi untuk menjelaskan gejala atau kasus yang kalian teliti baik dari prinsip persebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi.
• Hal yang penting diingat, penelitian geografi akan selalu berkaitan dengan peta, data dari penginderaan jauh, dan SIG. Berbagai materi tersebut dapat kalian gunakan sebagai bahan untuk melakukan analisis yang mendalam dan komprehensif. Berbagai data penginderaan jauh dan olah data hingga SIG, dapat kalian akses dari berbagai situs web di internet.
• Amatilah dan lihatlah lingkungan sekitar kalian, semua adalah sumber belajar yang dapat kalian pelajari dan teliti. Dinamika alam, lingkungan, dan manusia dalam ruang atau wilayah dan segenap permasalahannya mengajak kalian untuk mengembangkan ketrampilan dan ilmu serta menjadi bagian dari pemecah masalah melalui penelitian.