MATERI KIMIA KELAS XII BAB VII UNSUR GOLONGAN UTAMA (GAS MULIA, HALOGEN, ALKALI, ALKALI TANAH)





Kompetensi Dasar
3.7 Menganalisis kelimpahan, kecenderungan sifat fisika dan kimia, manfaat, dan proses pembuatan unsur – unsur golongan utama (gas mulia, halogen, alkali, dan alkali tanah)
4.7 Menyajikan data hasil penelusuran informasi sifat dan pembuatan unsur – unsur golongan utama (gas mulia, halogen, alkali dan alkali tanah)

Deskripsi 

Pada materi  ini akan dibahas beberapa aspek yaitu kelimpahan, sifat -sifat, pembuatan, manfaat dan dampak penggunaan unsur maupun
senyawanya di dalam kehidupan sehari – hari.

Di sekitar kalian terdapat unsur – unsur dan persenyawaan unsur golangan utama seperti, gas oksigen, air dan lain - lain. Banyak persenyawaan dari unsur – unsur golongan utama yang bermanfaat bagi kehidupan di muka bumi ini, namun demikian, kadangkala penggunaan yang tidak bijak dari kita dapat menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan dan kehidupan di muka bumi.

Oleh karena hal tersebut mari kita belajar bersama, mencari informasi, mengidentifikasi data, menganalisis data, dan menyimpulkan sehingga simpulan yang diperoleh dapat menjadi pijakan bagaimana kita bersikap memperlakukan unsur dan senyawanya secara bijak. 

 

 


KEGIATAN PEMBELAJARAN I KELIMPAHAN DAN SIFAT UNSUR GOLONGAN UTAMA

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Kegiatan Pembelajaran I ini, kalian diharapkan dapat:
1. membandingkan kelimpahan unsur Gas Mulia, Halogen, Alkali, Alkali Tanah
2. membandingkan kecenderungan sifat fisis dan sifat kimia dari beberapa unsur pada golongan Gas Mulia, Halogen, Alkali, dan Alkali Tanah
3. menginterpretasikan keterkaitan sifat – sifat fisis dan kimia dari unsur – unsur golongan Gas Mulia, Halogen, Alkali dan Alkali Tanah

B. Uraian Materi

1. Kelimpahan Unsur Golongan Utama Di Alam

Salam jumpa anak-anak, semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan gembira. Pada pembelajaran ini kita kilas balik dengan membuka kembali pengetahuan tentang konfigurasi elektron serta keberadaan unsur dalam sistem periodik, karena pengetahuan tersebut merupakan prasyarat untuk materi ini.

Berikut adalah beberapa materi di sekitar kita 


 

 


Apakah kalian mengenal material pada gambar di atas? Material di atas hanya sebagian dari pemanfaatan beberapa unsur golongan gas mulia, halogen, alkali dan alkali tanah, dan masih banyak lagi material baik unsur maupun senyawa unsur golongan tersebut yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Tak kenal maka tak sayang begitu kata pepatah, oleh karenanya pada pembelajaran kali ini kita membahas tentang kelimpahan dan sifat – sifat Golongan Gas Mulia, Halogen, Alkali dan Alkali Tanah.

a) Kelimpahan Gas Mulia
Unsur-unsur gas mulia dalam sistem periodik terletak pada golongan VIIIA, yang meliputi: Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Rn). Sesuai dengan namanya, unsur-unsur gas mulia memiliki elektron valensi penuh sehingga di alam tidak ditemukan dalam bentuk senyawa, melainkan dalam bentuk atom-atomnya, dikatakan sebagai unsur bebas.

 
Meskipun demikian pada tahun 1962, H.Bartlett berhasil mensintesa senyawa gas mulia yang pertama, yaitu XePtF₆ (xenon heksa fluoro platinat IV) dengan mereaksikan unsur Xe dengan PtF (platina fluorida). Sejak saat itu berbagai senyawa gas mulia berhasil dibuat.

Tabel 1.1. Kelimpahan unsur di udara


 

 

Dari tabel kelimpahan unsur di udara kita mendapatkan informasi bahwa unsur gas mulia yang paling banyak terdapat di udara adalah argon, sedangkan unsur gas mulia yang paling sedikit adalah radon yang bersifat radioaktif dengan waktu paruh yang pendek (4 hari) dan meluruh menjadi unsur lain.

b) Kelimpahan Halogen
Unsur golongan halogen sangat reaktif, sehingga di alam hanya ditemukan dalam bentuk senyawanya. Halogen berasal dari bahasa Yunani dari kata halo yang berarti garam, karena umumnya ditemukan dalam bentuk garam anorganik.
Kelimpahan unsur-unsur halogen ini banyak terdapat di lautan.

Tabel 1.2. Kelimpahan unsur halogen di alam

 

 


c) Kelimpahan Alkali
Unsur logam alkali terletak pada golongan IA dalam sistem periodik unsur. Unsur logam alkali bersifat sangat reaktif sehingga hanya kita jumpai dalam bentuk senyawanya di alam. Salah satu unsur alkali yang banyak di alam adalah Natrium dalam bentuk ion Na+ yang banyak ditemukan di dalam air laut dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari contohnya sebagai garam dapur (NaCl).
Kelimpahan unsur logam alkali di alam, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.

Tabel 1.3. Kelimpahan unsur-unsur alkali di alam UNSU


 

 


d) Kelimpahan Alkali Tanah
Unsur golongan alkali tanah terletak pada golongan IIA dalam sistem periodik unsur. Unsur-unsur logam alkali tanah hanya ditemukan di alam dalam bentuk senyawa karena bersifat reaktif. Berilium ditemukan dalam bentuk mineral yang disebut beril dan magnesium ditemukan dalam mineral air laut seperti dolomit.

Tabel 1.4. Kelimpahan unsur-unsur logam alkali tanah di alam


 

 


2. Sifat fisika dan sifat kimia unsur–unsur golongan utama
a) Sifat-sifat Gas Mulia
Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA (18). Disebut mulia karena unsurunsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi), memiliki electron valensi ns² np kecuali Helium.

Tabel 1.5. Sifat Gas Mulia


 

 

Sifat fisika dan sifat kimia gas mulia adalah sebagai berikut :
1) Sifat Fisika
− Sifat fisika golongan gas mulia adalah sebagai berikut:
− Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan sedikit larut dalam air.
− Sebagai gas monoatomik.
− Bersifat non polar.
− Titik cair sangat rendah karena memiliki gaya London antar molekulnya, sebanding dengan massa molekulnya.

Gas Mulia

 

 


2) Sifat Kimia
− Kulit terluarnya sudah penuh sehingga bersifat stabil.
− Sangat inert, hanya beberapa senyawa yang dapat dibentuk. Senyawa
tersebut adalah XeF₂, XeF, dan XeF.

b) Sifat-sifat Halogen

Unsur halogen adalah Unsur-unsur golongan VIIA. Istilah Halogen itu berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pembentuk garam”. Dinamai demikian karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam.
Unsur-unsur halogen mempunyai 7 elektron valensi pada subkulit ns² np.

Konfigurasi elektron yang demikian membuat unsur-unsur halogen bersifat sangat reaktif. Halogen cenderung menyerap satu elektron membentuk ion bermuatan negatif satu.

Sifat Unsur Halogen




 



1) Sifat Fisika
− Titik didih relative rendah karena memiliki gaya Vander walls antar molekulnya. Titik didih relative bertambah dari unsur Fluorin ke Iodin.
− Fluorin berupa gas berwarna kuning muda, klorin beruga gas berwarna hijau muda, Bromin berupa zat cair merah kecoklatan dan Iodin padatan berwarna ungu muda.
− Kelarutan dalam air berkurang dari F ke I. Iodin larut dalam KI.
− Kerapatan bertambah dari Fluorin ke Astatin.

Ilustrasi Gas Halogen

 

 


2) Sifat Kimia
− Oksidator kuat atau mudah direduksi , dengan kenaikan sifat oksidator dari Fluorin ke Iodin.


− Sifat asam halida meliputi:
• Sifat fisika : urutan titik didih asam halida adalah HF > HI > HBr > HCl
Hal ini karena gaya antar molekul HF adalah ikatan hidrogen sedangkan
lainnya gaya dipol-dipol yang relatif lebih lemah.
• Sifat kimia : urutan kekuatan asam halida adalah HI > HBr > HCl > HF
 

− Reaksi Halogen dengan Air adalah reaksi disproporsionasi kecuali Fluorin.
Contoh reaksi:


 



c) Sifat-sifat Alkali
Kata alkali berasal dari bahasa arab yang bearti abu. Air abu bersifat basa, oleh karena itu logam-logam golongan IA membentuk basa-basa kuat yang larut dalam air.

Sifat Unsur Logam Alkali

 

 


1) Sifat Fisika
− Logam Alkali bersifat lunak.
− Jika dibersihkan berwarna putih mengkilap. (Na berwarna pink)
− Penghantar panas dan listrik yang baik (konduktor).
− Titik leleh dan titik didihnya semakin kebawah semakin rendah,
disebabkan kerapatan delokalisasi elektron (ikatan logam) yang makin rendah sehingga atom–atomnya mudah dipisahkan.

Logam Alkali

 

 

2) Sifat Kimia
− Sangat reaktif, sehingga di alam tidak ditemukan sebagai unsur bebas.
− Reduktor kuat, sehingga mudah teroksidasi.
− Bereaksi dengan Halogen.


 

− Bereaksi dengan Hidrogen dan khusus Li dapat beraksi dengan Nitrogen.


 

 

− Bereaksi dengan Oksigen membentuk oksida, peroksida atau superoksida tergantung pada kondisi reaksi


 

 


d) Sifat-sifat Alkali Tanah
Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah karena unsur-unsur tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. Unsur alkali tanah terdiri atas berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Strontium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium merupakan unsur radioaktif.

Tabel 1.8 Sifat Unsur Golongan Alkali tanah

 

 

1)  Sifat Fisika
− Relatif lunak tetapi lebih keras dibanding logam Natrium dan Kalium.
Barium bersifat keras seperti timbal.
− Berwarna perak mengkilat.
− Penghantar listrik (konduktor).
− Titik didih tinggi dan menurun dari Li ke Cs.


 

 

2) Sifat Kimia
− Sangat reaksi atau mudah bereaksi. Kereaktifan menurun, Ba > Sr > Ca > Mg > Be
− Oksidator kuat.
− Bereaksi dengan Halogen


 

 

− Untuk identifikasi dilakukan tes nyala pada senyawa garamnya.
Menggunakan nyala api bunsen atau spiritus


 

 


C. Rangkuman Materi
1. Unsur di alam ditemukan sebagai unsur bebas, persenyawaan, serta buatan.
2. Sifat keperiodikan unsur dipengaruhi oleh jari – jari atom
3. Sifat Fisika unsur diantaranya adalah warna, wujud, nyala, kerapatan, jari – jari, titik leleh, titik didih.
4. Sifat Kimia unsur diantaranya adalah reaksi pembakaran, reaksi dengan air, reaksi dengan unsur lain, reaksi oksidasi dan reduksi.
5. Titik didih unsur dipengaruhi gaya antar molekul unsurnya
6. Kereaktifan unsur dipengaruhi oleh energi ionisasi dan elektronegatifitas unsur

D. Penugasan Mandiri
Untuk menambah ketrampilan kalian dalam penguasaan materi kerjakan tugas mandiri berikut:
Pernahkan kalian menyalakan kembang api? Yuk kita nyalakan kembang api pada malam hari, identifikasikan warna apa saja yang muncul saat kembang api itu menyala?
Kemungkinan unsur alkali dan alkali tanah apa yang ada pada kembang api kalian?

Untuk membantu pengamatan berikut tabel yang bisa digunakan :


 

 


E. Latihan Soal

Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Persenyawaan unsur golongan utama yang jarang ditemukan di alam adalah senyawa dari …
A. Golongan alkali
B. Golongan alkali tanah
C. Golongan halogen
D. Golongan gas mulia
E. Golongan oksigen.

2. Unsur halogen yang jarang ditemui di alam adalah …
A. Fluorin
B. Klorin
C. Bromin
D. Iodin
E. Astatin

3. Kekerasan beberapa senyawa yang mengandung kalsium tergantung dari kandunganCaCO₃ dalam senyawa tersebut.
Data menunjukkan bahwa kekerasan material berikut diberikan dalam urutan : mutiara > cangkang > batu gamping > cangkang telur > keramik > kapur bangunan.
Senyawa yang paling banyak mengandung unsur calsium adalah …
A. Mutiara
B. Cangkang
C. Batu gamping
D. Cangkang telur
E. Keramik


 

 



5. Senyawa asam halogenida yang memiliki titik didih paling tinggi adalah….
A. HAt
B. HI
C. HBr
D. HCl
E. HF

6. Pernyataan berikut benar kecuali….
A. Elektronegatifitas atom unsur dalam golongan halogen makin kebawah semakin kecil
B. Jari – jari ion +1 logam golongan alkali semakin kebawah semakin besar
C. Gaya Van Der Waals unsur halogen semakin kebawah semakin lemah
D. Energi ionisai logam golongan alkali tanah semakin keatas semakin besar
E. Semakin keatas letak unsur gas mulia semakin sulit membentuk senyawa


 

 


KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN UNSUR GOLONGAN UTAMA
 

Tujuan Pembelajaran
1. Menguraikan proses pembuatan unsur – unsur golongan Gas Mulia, Halogen, Alkali dan Alkali Tanah.
2. Memberikan rincian manfaat dan dampak unsur serta senyawa unsur golongan Gas Mulia, Halogen, Alkali dan Alkali Tanah.

Uraian Materi
1. Proses Pembuatan Golongan Utama
Setelah kita mempelajari tentang kelimpahan dan sifat unsur golongan utama, mari kita belajar tentang proses pembuatan unsur golongan utama, dengan memepelajari modul ini akan menambah khasanah keilmuan untuk studi lanjut maupun bekrja setelah lulus nantinya.

a. Pembuatan Gas Mulia
Gas mulia tidak disintesis di dalam laboratorium. Untuk pengadaannya cukup dengan mengambil sediaan yang berada di alam.
1) Pengambilan Helium (He) dari gas alam
Helium dapat diperoleh dari gas alam yang diembunkan sehingga diperoleh produk yang berupa campuran Helium (He), gas Nitrogen (N) dan pengotor.
Untuk memeperoleh gas Helium murni dilakukan proses ekstraksi gas alam kemudian dilakukan pemurnian dengan proses sistem kriogenik dan adsorbsi.
Kriogenik sendiri adalah pemberian tekanan pada gas alam kemudian didinginkan dengan cepat sehingga bisa dipisahkan. Kemudian dilakukan pemurnian dengan adsorpsi

 
2) Pengambilan Ne, Ar, Kr, Xe dari udara
Pada tahap awal dilakukan pemisahan udara dari CO dan uap air. Selanjutnya udara diembunkan dengan pemberian tekanan 200 atm dan diikuti dengan pendinginan cepat. Hasil dari proses ini adalah sebagian besar udara membentuk fase cair dan kandungan gas mulia lebih banyak sekitar 60% gas mulia (Ar, Kr,Xe). Sisa udara yang berisi He dan Ne tidak mengembun karena titik didihnya sangat rendah.

Langkah berikutnya Ar, Kr, dan Xe dipisahkan dengan menggunakan proses adsorbsi atau destilasi fraksionasi.
a. Proses adsorbsi
Tahap awal nitrogen dan oksigen dipisahkan terlebih dahulu dengan mereaksikan oksigen dengan Cu panas, sedangkan N direaksikan dengan Mg membentuk magnesium nitrida. Hasil dari pemisahan ini (Ar, Xe, dan Kr) diadsorpsi oleh arang teraktivasi. Saat arang dipanaskan perlahan, setiap gas akan keluar dari arang. Akhirnya pada suhu ±-80º C diperoleh Ar, sementara Kr, dan Xe diperoleh pada suhu yang lebih tinggi.

b. Proses destilasi bertingkat
Proses destilasi bertingkat adalah proses pemisahan zat berdasarkan perbedaan titik didih zat. Titik didih N paling tinggi sehingga N dapat dipisahkan terlebih dahulu, kemudian Ar dan O₂ dipisahkan. Sedangkan Xe dan Kr dipisahkan pada tahapan destilasi berikutnya.

3) Perolehan Radon (Rn)
Radon diperoleh dari peluruhan unsur radioaktif U-238 dan peluruhan langsung Ra-226. Radon cepat meluruh menjadi unsur lain, Radon mempunyai waktu paruh 3,8 hari.

b. Pembuatan Unsur Halogen

Berikut adalah cara pembuatan unsur halogen.

1) Pembuatan Fluorin (F
)
Gas fluorin (F
) jarang dibuat di laboratorium karena tidak ada oksidator yang mampu mengoksidasi senyawa fluorida (F). Hal ini disebabkan karena Fluorin mempunyai daya oksidasi tinggi dibanding halogen yang lain. Fluorin diperoleh melalui proses elektrolisis garam hidrogen fluorida, KHF dilarutkan dalam HF cair, kemudian ditambahkan LiF 3% (agar suhu turun sampai ±100º C).
Elektrolisis dilakukan pada tempat terbuat dari baja, di mana sebagai katode baja dan sebagai anoda karbon (grafit). 


 

 

2) Pembuatan Klorin (Cl)
Secara komersial klorin dihasilkan dari elektrolisis leburan NaCl.
Proses Down 

Elektrolisis leburan


 


3) Pembuatan Bromin (Br
)
Secara komersial bromin dipisahkan dari senyawanya dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan induk yang berasal dari air laut. Air laut merupakan sumber utama bromin. Setiap 1 m3 air laut terdapat 3 kg bromin (Br
).


 
Namun reaksi hidrolisis dapat dicegah dengan cara menambahkan H
SO₄ pada air laut hingga pHnya 3,5. Setelah pH air laut 3,5, baru dialiri gas Cl dan udara. Gas Br yang diperoleh dimurnikan dari Cl dengan cara destilasi.


4) Pembuatan Iodin (I
)
Iodium dapat dibuat secara reduksi ion iodat dengan mengalirkan natrium hidrogensulfit kedalam garam Chili (NaIO₃). Berikut ini reaksi ion pada proses pembuatan iodin :


 

Iodium dapat juga dihasilkan dari ganggang laut yang mengandung KI dikeringkan, abu dari ganggang laut dicampur dengan air panas dan disaring. Larutan yang terjadi diuapkan sementara zat-zat yang kurang larut mengkristal. Sisa larutan kemudian dialiri gas Cl₂.


 




5) Pembuatan Astatin (At)
Astatin diperoleh dari penembakan Bi dengan partikel ∝ (He). Astatin bersifat radioaktif dan mempunyai waktu paropendek (8,1 jam).



c. Pembuatan Unsur Alkali
Logam-logam alkali dapat dibuat dengan elektrolisis lelehan garamnya atau mereduksi garamnya. Elektrolisis larutan garam logam alkali tidak akan menghasilkan logam alkali karena harga potensil elektroda lebih negatif dari pada air. Ini dapat diperoleh dengan elektrolisis lelehan LiCl sebagai berikut:


 

 

Natrium dibuat dari elektrolisis lelehan natrium klorida yang dicampur dengan kalsium klorida disebut proses Down. Fungsi dari kalsium klorida untuk menurunkan titik cair sehingga lebih efisien (dari 800ºC sampai 500ºC).


 

 

Logam kalium, rubidium, dan cesium dibuat dengan mereduksi lelehan garam kloridanya. 






Kalium, rubidium, dan cesium yang terbentuk mudah menguap, maka harus dikeluarkan dari sistem kesetimbangan sehingga kesetimbangan bergeser ke zat hasil.



d. Pembuatan Unsur Alkali Tanah
Alkali tanah mempunyai harga potensial elektroda sangat negatif sehingga pembuatan logam alkali tanah dilakukan dengan cara elektrolisis lelehan garamnya, kecuali berilium. Berilium dapat dibuat dengan mereduksi garam flouridanya. 


 

Magnesium, kalsium, stonsium, dan barium dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garam kloridanya. Pembuatan magnesium juga menggunakan proses Down. Sumber utama, magnesium diperoleh dari air laut. Mula-mula air laut direaksikan dengan CaO yang berasal dari pemanasan batu kapur.


 

 


2. Pemanfaatan Unsur Golongan Utama
Kalian masih semangat belajar kan? Setelah kalian mempelajari proses pembuatannya mari kita lanjutkan dengan mempelajari manfaat unsur dan senyawanya.
a. Pemanfaatan Unsur Gas Mulia


 


b. Pemanfaatan Unsur Halogen


 

c. Pemanfaatan Unsur Alkali




d. Pemanfaatan Unsur Alkali Tanah


 


Rangkuman Materi
1. Gas mulia diperoleh dari distilasi bertingkat dan ekstraksi udara cair
2. Halogen diperoleh dari elektrolisis leburan garamnya
3. Proses pembuatan logam Alkali dan Alkali tanah diperoleh dari elektrolisis leburan garamnya.

4. Pemanfaatan unsur golongan Halogen, Alkali dan Alkali Tanah banyak dalam bentuk persenyawaannya.
5. Persenyawaan gas mulia belum banyak dibuat dikarenakan reaktifitas gas mulia sangat rendah.
6. Karena sifatnya yang radioaktif dan waktu paruhnya pendek, Rn, At, Fr, Ra maka pemanfaatan secara komersial masih sangat rendah.

Latihan Soal
1. Semua gas mulia bersifat tidak reaktif sehingga sebenarnya semua dapat digunakan untuk mengisi bola lampu, namun demikian penggunaan Ar lebih umum dibandingkan yang lainnya, mengapa demikian?


2. Logam Natrium diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan garam natrium klorida dalam suatu proses yang disebut sebagai proses Down. Perhatikan bagan proses Down berikut:


 

Rincilah berapa hal terkait proses tersebut:
a. Bahan material untuk katoda : …..
b. Bahan material untuk anoda : ….
c. Reaksi di katoda : ….
d. Reaksi di anoda : ….
e. Zat hasil pada bagian A : ….
f. Zat hasil pada bagian B : ….
 

3. Unsur halogen selain diperoleh dari elektrolisis leburan garamnya juga dapat dilakukan dari elektrolisis larutan garamnya, namun tidak untuk fluorin, mengapa demikian?
Berikan penjelasan dan kemungkinan terjadinya reaksi pada proses tersebut!
 

4. Perhatikan tabel daftar kegunaan unsur dalam kehidupan.

 


Pasangkan unsur yang sesuai dengan kegunaannya!


5. Apa yang bisa dilakukan untuk mensintesis logam alkali tanah dari senyawanya.
Rancang sebuah proses untuk mensintesis Ca dari CaCl₂ !

 

PENILAIAN AKHIR HARIAN UNSUR GOLONGAN UTAMA

1. Iodin mudah larut dalam larutan Kalium Iodida meskipun sukar larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya senyawa….
A. KI
-
B. KI
-
C. KI⁺
D. KI

E. KI


2. Diantara kumpulan atom-atom berikut ini yang tersusun berdasarkan kenaikan elektronegatifitas adalah….
A. F, Cl, Br
B. F, Br, Cl
C. Br, Cl, F
D. Br, F, Cl
E. Cl, Br, F

3. Mineral yang mengandung stronsium adalah….
A. Selestit
B. Dolomit
C. Siderit
D. Kalkopirit
E. Bauksit

4. Basa alkali tanah yang paling sukar larut dan bersifat amfoter adalah….
A. Ba(OH)

B. Sr(OH)

C. Ca(OH)

D. Mg(OH)

E. Be(OH)


5. Senyawa natrium yang dikenal dengan nama soda kue adalah….
A. NaCl
B. Na
CO₃
C. NaHCO3
D. Na
AlF
E. NaOH

6. Bila kedalam air yang mengandung indikator PP dimasukkan logam natrium, maka akan
terjadi perubahan sebagai berikut….
A. Logam Na larut dan larutannya panas
B. Logam Na larut dan larutannya berwarna merah
C. Logam Na tidak larut tetapi larutan menjadi merah
D. Logam Na tidak larut dan airnya menjadi panas
E. Logam Na tidak larut dan airnya habis menguap

7. Dari tes nyala senyawa logam, warna kuning akan dihasilkan oleh senyawa….
A. Sr
B. Na
C. K
D. Ba
E. Li

8. Semua elektron gas mulia sudah berpasangan, hal ini menyebabkan gas mulia….
A. Dalam keadaan bebas sebagai molekul monoatomik
B. Sukar melepaskan elektronnya menjadi ion positif
C. Titik didih dan titik leburnya sangat rendah
D. Dapat membentuk senyawa dengan halogen
E. Sukar dipisahkan dari gas – gas lain di udara

9. Salah satu senyawa golongan alkali dikenal dengan nama mono sodium glutamat (MSG),
kegunaan senyawa tersebut adalah….
A. Pengawet
B. Perekat
C. Pewarna
D. Penambah cita rasa
E. Pemberi aroma

10. Logam berikut yang bereaksi dengan gas nitrogen adalah….
A. Rb
B. Cs
C. K
D. Sr
E. Mg

11. Titik didih dan titik leleh He hingga Xe di bawah suhu kamar, sebab ....
A. Gaya tarik Van der Walls relatif lemah
B. Tekanan gasnya rendah pada suhu kamar
C. Molekul-molekulnya bergerak bebas
D. Atom-atomnya netral dan stabil
E. Molekul-molekulnya relatif ringan

12. Kereaktifan unsur-unsur gas mulia berikut yang benar adalah ....
A. Temampuan bereaksi semua gas mulia sama
B. Xenon lebih reaktif daripada Argon
C. Kripton tidak dapat direaksikan dengan unsur manapun
D. Terdapat senyawa Helium, Neon, Argon
E. Xe lebih mudah direaksikan dengan oksigen daripada fluor

13. Berikut ini yang merupakan sifat logam alkali adalah….
A. Dapat direduksi oleh hidrogen
B. Bereaksi dengan air membentuk basa
C. Dapat disimpan dalam air
D. Bereaksi dengan air membentuk asam
E. Mengkilat dan sangat keras

14. Urutan senyawa asam halide berdasarkan titik didihnya adalah….
A. HF>HCl>HBr>HI
B. HF>HBr>HCl>HI
C. HF>HI>HBr>HCl
D. HI>HBr>HCl>HF
E. HI>HF>HCl>HBr

15. Berikut reaksi :
(a) Reaksi Cl
dengan NaBr
(b) Reaksi Br
dengan garam dapur
Dari reaksi a dan b, dapat dinyatakan bahwa…
A. Reaksi a dapat berlangsung
B. Tidak dapat diramalkan
C. Reaksi a maupun b tidak spontan
D. Reaksi b dapat berlangsung
E. Reaksi a saja yang tidak spontan

16. Data energy ionisasi pertama dari empat unsur adalah sebagai berikut.


Jika keempat unsur ini adalah unsur halogen, maka urutan yang benar dari F ke I adalah….
A. B, A, C, D
B. B, C, A, D
C. D, C, B, A
D. D, C, A, B
E. A, B, C, D

17. Diantara senyawa berikut ini yang dapat dipakai sebagai bahan peledak adalah…
A. KNO₃
B. NaHCO

C. Na
CO
D. MgSO
.7HO
E. CaSO
.2HO

18. Natrium adalah logam yang sangat reaktif sehingga untuk mencegah terjadinya reaksi, logam tersebut disimpan dalam….
A. Minyak tanah
B. Air
C. Alkohol
D. Larutan khusus
E. Larutan basa

19. Logam alkali dan alkali tanah hanya dapat diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan garamnya dan bukan dari larutannya, karena….
A. Logam alkali dan alkali tanah hanya dapat larut dalam air
B. Air dapat bereaksi degan logam alkali atau alkali tanah
C. Ion logam alkali atau alkali tanah tanpa air akan terioksidasi
D. Ion logam alkali atau alkali tanah dalam air akan teroksidasi
E. Ion logam alkali atau alkali tanah tanpa air akan tereduksi

20. Natrium dibuat dari elektrolisis lelehan natrium klorida yang dicampur dengan kalsium klorida (sel Dows). Kalsium klorida digunakan untuk….
A. Memperbanyak produk Na
B. Mempercepat pembentukan Na
C. Menurunkan titik leleh NaCl
D. Sebagai elektrode
E. Sebagai diafragma