SKI KELAS XI BAB III PERADABAN KERAJAAN ISLAM MUGHAL DI INDIA

 



Pada postingan ini kami menyajikan materi Sejarah Kebudayaan Islam kelas XI IPS-IPS-Bahasa BAB III PERADABAN KERAJAAN ISLAM MUGHAL DI INDIA

Sejarah merupakan kejadian masa lalu, keseluruhan fakta unik dan peristiwa yang berlaku pada setiap manusia baik secara individu maupun sosial. Hanya sekali seumur hidup dan tidak akan terulang untuk yang kedua kalinya. 

Oleh karena itu, ada yang berpandangan bahwa masa lalu tidak perlu difikirkan lagi, anggap saja masa lalu biarkan menjadi kenangan saja. Pandangan ini tentu saja sangat subyektif dan cenderung apriori sekaligus tidak memiliki argumentasi yang kuat. 

Tapi bagaimanapun sebuah peristiwa dan kejadian yang terjadi di masa lalu bisa dijadikan petunjuk dan pedoman serta pandangan untuk kehidupan yang akan datang agar bisa lebih baik lagi. 

Seperti kekuasaan yang telah Allah tentukan di setiap kehidupan di muka bumi ini.  

 

Mengalami masa pertumbuhan, kejayaan dan setelah sampai titik puncaknya akan mengalami masa kemunduran dan bahkan kehancuran.

Kompetensi Inti :
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif, sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, procedural , dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

 
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,

Kompetensi Dasar
1. Mendiskripsikan sejarah lahirnya Dinasti Mughal.
2. Mendiskripsikan wilayah penyebaran Islam pada masa Dinasti Mughal.
3. Menganalisis kebijakan-kebijakan pemerintahan para khalifah Dinasti Mughal.
4. Memaparkan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban pada masa Dinasti Mughal.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan sejarah berdirinya Dinasti Mughal.
2. Siswa dapat menjelaskan penyebaran Islam pada masa Dinasti Mughal.
3. Siswa dapat menjelaskan kebijakan kebijakan yang dilakukan para penguasa Dinasti Mughal.
4. Siswa dapat menjelaskan kemajuan peradaban masa Dinasti Mughal.
5. Siswa dapat menjelaskan kemunduran Dinasti Mughal
6. Menganalisi faktor penyebab runtuhnya Dinasti Mughal serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 




Taj Mahal adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shah Jahān, anak Jahangir, sebagai sebuah museum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai Mumtazul-Zamani atau Mumtaz Mahal. 

Pembangunannya menghabiskan waktu 22 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah adi karya dari arsitektur Mughal. Shah Jehan, kaisar dari Kekaisaran Mughal memiliki kekayaan yang besar selama masa kejayaannya. 

Pada 1631 istri ketiganya dan merupakan istri yang paling dicintainya wafat sewaktu melahirkan putrinya Gauhara Begum, anak ke-14 mereka. Pada tahun 1983 Taj Mahal diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.


A. PENDAHULUAN
Kemunculan tiga kerajaan Islam yaitu Kerajaan Turki Ustmani, Kerajaan Mughal di India dan Kerajaan Syafawi di Persia banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam khususnya dan dunia pada umumnya. 

Kerajaan Usmani meraih puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M). 

Di kerajaan Syafawi, Syah Abbas I membawa kerajaan tersebut meraih kemajuan dalam 40 tahun periode pemerintahannya dari tahun 1588-1628 M. 

Dan di Kerajaan Mughal meraih masa keemasan di bawah Sultan Akbar (1542-1605 M).

 
Sejak Islam masuk ke India pada masa Khalifah al-Walid dari Dinasti Bani Umayyah melalui ekspedisi yang dipimpin oleh panglima Muhammad Ibn Qasim peradaban Islam mulai tumbuh dan menyebar di anak benua India. 

Kedudukan Islam di wilayah ini dan berhasil menaklukkan seluruh kekuasaan Hindu dan serta mengislamkan sebagian masyarakatnya India pada tahun 1020 M. 

Setelah Gaznawi hancur muncullah beberapa dinasti kecil yang menguasai negeri India ini, seperti Dinasti Mamluk, Khalji, Tuglug, dan yang terakhir Dinasti Lody yang didirikan Bahlul Khan Lody. 

Hadirnya Kerajaan Mughal membentuk sebuah peradaban baru di daerah tersebut dimana pada saat itu mengalami kemunduran dan keterbelakangan. Kerajaan Mughal yang bercorak Islam mampu membangkitkan semangat umat Islam di India. 

Hal ini menunjukkan bahwa Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di India. 

Jika pada dinasti-dinasti sebelumnya Islam belum menemukan kejayaannya, maka kerajaan ini justru muncul dan mencapai kajayaan. 

Keberadaan kerajaan ini dalam periodisasi sejarah Islam dikenal sebagai masa kejayaan kedua setelah sebelumnya mengalami kecemerlangan pada dinasti Abbasiyah.


B. PENDALAMAN MATERI

1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Islam Mughal.

Kerajaan Mughal merupakan kelanjutan dari kesultanan Delhi, sebab ia menandai puncak perjuangan panjang untuk membentuk sebuah imperium India muslim yang didasarkan pada sebuah sintesa antara warisan bangsa Persia dan bangsa India. 

Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di India. Jika pada dinasti-dinasti sebelumnya Islam belum menemukan kejayaannya, maka
kerajaan ini justru bersinar dan berjaya. 

Keberadaan kerajaan ini dalam periodisasi sejarah Islam dikenal sebagai masa kejayaan kedua setelah sebelumnya mengalami kecemerlangan pada dinasti Abbasiyah.

 
Kerajaan Mogul/Mughal ini didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur
(1526-1530M) salah satu dari cucu Timur Lenk. Ayahnya Umar Mirza, penguasa Ferghana. 

Babur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya ketika ia masih berusia 11 tahun. Ia berambisi dan bertekat akan menaklukkan Samarkand yangbmenjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu. 

Pada mulanya, ia mengalami kekalahan, tetapi karena mendapat bantuan dari Raja Syafawi, Ismail I akhirnya berhasil menaklukkan Samarkand pada tahun 1494 M.

 
Pada tahun 1504 M, ia menduduki Kabul, ibu kota Afganistan. Setelah Kabul dapat ditaklukkan, Babur meneruskan ekspansinya ke India. 

Kala itu Ibrahim Lodi, penguasa India, dilanda krisis, sehingga stabilitas pemerintahan menjadi kacau.

 
Alam Khan, paman dari Ibrahim Lodi, bersama-sama Daulat Khan, Gubernur Lahore, mengirim utusan ke Kabul, meminta bantuan Babur untuk menjatuhkan pemerintahan Ibrahim Lody di Delhi. 

Permohonan itu langung diterimanya. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kota Lahore. Setelah itu, ia memimpin tentaranya menuju Delhi. 

Pada 21 April 1526 M, terjadilah pertempuran yang dahsyat di Panipat. Ibrahim Lody beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahannya di sana. 

Dengan demikian berdirilah Kerajaan Mughal di India.
 

Dari pendapat di atas, sesuatu yang dapat disepakati bahwa Kerajaan Mughal merupakan warisan kebesaran Timur Lenk, dan bukan warisan keturunan India yang asli. 

Meskipun demikian, Dinasti Mughal telah memberi warna tersendiri bagi peradaban orang-orang India yang sebelumnya identik dengan agama Hindu.

Babur bukanlah orang India. Syed Mahmudunnasir menulis, “Dia bukan orang Mughal. Di dalam memoarnya dia menyebut dirinya orang Turki.  Akan tetapi, cukup aneh, dinasti yang didirikannya dikenal sebagai dinasti Mughal. Sebenarnya Mughal menjadi sebutan umum bagi para petualang yang suka perang dari Persia di Asia Tengah, dan meskipun Timur (Timur Lenk) dan semua pengikutnya menyumpahi nama itu sebagai nama musuhnya yang paling sengit, nasib merekalah untuk dicap dengan nama itu, dan sekarang tampaknya terlambat untuk memperbaiki kesalahan itu.” 

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor berdirinya Kerajaan Mughal adalah:
a. Ambisi dan karakter Babur sebagai pewaris keperkasaan ras Mongolia.
b. Sebagai jawaban atas krisis yang tengah melanda India.

2. Strategi dan Kebijakan Pemerintahan Kerajaan Mughal.

Selama masa pemerintahannya Kerajaan Mughal dipimpin oleh beberapa
orang raja. Raja-raja yang sempat memerintah adalah :
a. Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530). Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Mughal. 

 



Masa kepemimpinannnya digunakan untuk membangun fondasi pemerintahan. 

Awal kepemimpinannya, Babur masih menghadapi ancaman pihak-pihak musuh, utamanya dari kalangan Hindu yang tidak menyukai berdirinya Kerajaan Mughal. 

Orang-orang Hindu segera menyusun kekuatan gabungan, namun Babur berhasil mengalahkan mereka dalam suatu pertempuran. 

Sementara itu dinasti Lodi berusaha bangkit kembali menentang pemerintahan Babur dengan pimpinan Muhammad Lody. 

Pada pertempuran di dekat Gogra, Babur dapat menumpas kekuatan Lody pada tahun 1529.


Setahun kemudian yakni pada tahun 1530 Babur meninggal dunia.

 
b. Humayun (1530-1556). Sepeninggal Babur, tahta Kerajaan Mughal diteruskan oleh anaknya yang bemama Humayun. 

 



Humayun memerintah selama lebih dari seperempat abad (1530-1556 M). Pemerintahan Humayun dapat dikatakan sebagai masa konsolidasi kekuatan periode I. 

Sekalipun Babur berhasil mengamankan Mughal dari serangan musuh, Humayun masih saja menghadapi banyak tantangan. 

Ia berhasil mengalahkan pemberontakan Bahadur Syah, penguasa Gujarat yang bermaksud melepaskan diri dari Delhi.

 
Pada tahun 1450 Humayun mengalami kekalahan dalam peperangan yang dilancarkan oleh Sher Khan dari Afganistan. Ia melarikan diri ke Persia. Di pengasingan ia kembali menyusun kekuatan. 

Pada saat itu Persia dipimpin oleh penguasa Syafawiyah yang bernama Tahmasp. 

Setelah lima belas tahun menyusun kekuatannya dalam pengasingan di Persia, Humayun berhasil menegakkan kembali kekuasaan Mughal di Delhi pada tahun 1555 M. 

Ia mengalahkan kekuatan Khan Syah. Setahun kemudian, yakni pada tahun 1556 Humayun meninggal.

 
c. Jalaluddin Muhammad (Akbar - i- Azam)  (1556-1605). Pengganti Humayun adalah raja Mughal paling kontroversial. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa kebangkitan
dan kejayaan Mughal sebagai sebuah dinasti Islam yang besar di India.

 



 
Ketika menerima tahta kerajaan ini Akbar baru berusia 14 tahun, sehingga seluruh urusan pemerintahan dipercayakan kepada Bairam Khan, seorang penganut Syi’ah. 

Di awal masa pemerintahannya, Akbar menghadapi pemberontakan sisa-sisa keturunan Sher Khan Shah yang masih berkuasa di Punjab. 

Pemberontakan yang paling mengancam kekuasaan Akbar adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Himu yang menguasai Gwalior dan Agra. Pasukan pemberontak berusaha memasuki kota Delhi.

 
Bairam Khan menyambut kedatangan pasukan tersebut sehingga terjadilah peperangan dahsyat yang disebut Panipat II pada tahun 1556 M. Himu dapat dikalahkan dan ditangkap, kemudian dieksekusi. 

Dengan demikian, Agra dan Gwalior dapat dikuasai penuh. 

Setelah Akbar dewasa ia berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang sudah mempunyai pengaruh sangat kuat dan terlampau memaksakan kepentingan aliran Syi’ah. 

Bairam Khan memberontak, tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di Jullandur tahun 1561 M. 

Setelah persoalan-persoalan dalam negeri dapat diatasi, Akbar mulai menyusun program ekspansi. 

Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgah. 

Wilayah yang sangat luas itu diperintah dalam suatu pemerintahan militeristik.

 
Keberhasilan ekspansi militer Akbar menandai berdirinya Mughal sebagai
sebuah kerajaan besar. 

Dua gerbang India yakni kota Kabul sebagai gerbang ke arah Turkistan, dan kota Kandahar sebagai gerbang ke arah Persia, dikuasai oleh pemerintahan Mughal. 

Menurut Abu Su’ud, dengan keberhasilan ini Akbar bermaksud ingin mendirikan Negara bangsa (nasional). 

Maka kebijakan yang dijalankannya tidak begitu menonjolkan spirit Islam, tetapi bagaimana mempersatukan berbagai etnis yang membangun dinastinya. 

Keberhasilan Akbar mengawali masa kemajuan Mughal di India.

d. Jahangir (1605-1627). Kepemimpinan Jihangir yang didukung oleh kekuatan militer yang besar. 

 



Semua kekuatan musuh dan gerakan pemberontakan berhasil dipadamkan, sehingga seluruh rakyat hidup dengan aman dan damai.

 
Pada masa kepemimpinannya, Jahangir berhasil menundukkan Bengala (1612 M), Mewar (1614 M) Kangra. 

Usaha-usaha pengamanan wilayah serta penaklukan yang ia lakukan mempertegas kenegarawanan yang diwarisi dari ayahnya yaitu Akbar.

 
e. Syah Jihan (1628-1658). Tampil meggantikan Jihangir. Bibit-bibit disintegrasi mulai tumbuh pada pemerintahannya. Hal ini sekaligus menjadi ujian terhadap politik toleransi Mughal. 

 



Dalam masa pemerintahannya terjadi dua kali pemberontakan. 

Tahun pertama masa pemerintahannya, Raja Jujhar Singh Bundela berupaya memberontak dan mengacau keamanan, namun berhasil dipadamkan. Raja Jujhar Singh Bundela kemudian diusir. 

Pemberontakan yang paling hebat datang dari Afghan Pir Lodi atau Khan Jahan, seorang gubernur dari provinsi bagian Selatan. Pemberontakan ini cukup menyulitkan. Namun pada tahun 1631 pemberontakan inipun dipatahkan dan Khan Jahan dihukum mati.
 

Pada masa ini para pemukim Portugis di Hughli Bengala mulai berulah.

 
Di samping mengganggu keamanan dan toleransi hidup beragama, mereka menculik anak-anak untuk dibaptis masuk agama Kristen. 

Tahun 1632 Shah Jahan berhasil mengusir para pemukim Portugis dan mencabut hak-hak istimewa mereka. 

Shah Jahan meninggal dunia pada 1657, setelah menderita sakit keras. Setelah kematiannya terjadi perang saudara.

 
f. Alamgir - Aurangzeb (1658-1707). Aurangzeb menghadapi tugas yang berat. Kedaulatan Mughal sebagai entitas Muslim India nyaris hancur akibat perang saudara.


 

 
Maka pada masa pemerintahannya dikenal sebagai masa pengembalian
kedaulatan umat Islam. 

Periode ini merupakan masa konsolidasi II Kerajaan Mughal sebagai sebuah kerajaan dan sebagai negeri Islam. 

Aurangzeb berusaha mengembalikan supremasi agama Islam yang mulai kabur akibat kebijakan politik keagamaan Akbar.

 
g. Bahadur Syah (1707-1712). Raja-raja pengganti Aurangzeb merupakan penguasa yang lemah sehingga tidak mampu mengatasi kemerosotan politik dalam negeri. 

 



Raja-raja sesudah Aurangzeb mengawali kemunduran dan kehancuran Kerajaan Mughal. 

Bahadur Syah menggantikan kedudukan Aurangzeb. Lima tahun kemudian terjadi perebutan antara putra-putra Bahadur Syah. 

 



Jehandar Shah akhirnya menangkan dalam persaingan tersebut dan sekaligus dinobatkan sebagai raja Mughal oleh Jenderal Zulfiqar Khan meskipun dia adalah yang paling lemah di antara putra Bahadur. 

Penobatan ini ditentang oleh Muhammad Fahrukhsiyar, keponakannya sendiri.
 

Dalam pertempuran yang terjadi pada tahun 1713, Fahrukhsiyar keluar sebagai pemenang. 

  



Ia menduduki tahta kerajaan sampai pada tahun 1719 M.

 
Sang raja Fahrukhsiyar meninggal terbunuh oleh komplotan Sayyid Husein Ali dan Sayyid Hasan Ali. 

Keduanya kemudian mengangkat Muhammad Syah (1719-1748).

  



 

Ia kemudian dipecat dan diusir oleh suku Asyfar di bawah pimpinan Nadzir Syah. 

Tampilnya sejumlah penguasa lemah bersamaan dengan terjadinya perebutan kekuasaan ini selain memperlemah kerajaan juga membuat pemerintahan pusat tidak terurus secara baik. 

Akibatnya pemerintahan daerah berupaya untuk melepaskan loyalitas dan integritasnya terhadap pemerintahan pusat.

 
h. Jehandar (1712-1713). Pada masa pemerintahan Syah Alam (1760-1806) Kerajaan Mughal diserang oleh pasukan Afghanistan yang dipimpin oleh Ahmad Khan Durrani. 

 



Kekalahan Mughal dari serangan ini, berakibat jatuhnya Mughal ke dalam kekuasaan Afghan. 

Syah Alam tetap diizinkan berkuasa di Delhi dengan jabatan sebagai sultan. 

Akbar II (1806-1837 M) pengganti Syah Alam, memberikan konsesi kepada EIC untuk mengembangkan perdagangan di India sebagaimana yang diinginkan oleh pihak Inggris, dengan syarat bahwa pihak perusahaan Inggris harus menjamin penghidupan raja dan keluarga istana. 

  



Kehadiran EIC menjadi awal masuknya pengaruh Inggris di India.

 
i. Bahadur Syah (1837-1858). Bahadur Syah (1837-1858) pengganti Akbar II menentang isi perjanjian yang telah disepakati oleh ayahnya. 

 



Hal ini menimbulkan konflik antara Bahadur Syah dengan pihak Inggris. 

Bahadur Syah, raja terakhir Kerajaan Mughal diusir dari istana pada tahun (1885 M). 


Dengan demikian berakhirlah kekuasaan kerajaan Islam Mughal di India

3. Kemajuan Peradaban Islam Masa Mughal.

a. Bidang Politik dan Administrasi Pemerintahan
Perluasan wilayah. Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgah. dan konsolidasi kekuatan.Usaha ini berlangsung hingga masa pemerintahan Aurangzeb. 

Menjalankan roda pemerintahan secara, militeristik. Pemerintahan daerah dipegang oleh seorang Sipah Salar (kepala komandan), sedang sub-distrik dipegang oleh Faujdar (komandan). 

Jabatan-jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemiliteran. Pejabat-pejabat itu memang diharuskan mengikuti latihan kemiliteran. 

 
Akbar menerapkan politik toleransi universal (sulakhul). Dengan politik ini, semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena
perbedaan etnis dan agama. 

Politik ini dinilai sebagai model toleransi yang pernah dipraktekkan oleh penguasa Islam. Pada Masa Akbar terbentuk landasan institusional dan geografis bagi kekuatan imperiumnya yang dijalankan oleh elit militer dan politik yang pada umumnya terdiri dari pembesar-pembesar Afghan, Iran, Turki, dan Muslim Asli India. 

Peran penguasa di samping sebagai seorang panglima tentara juga sebagai pemimpin jihad.

 
Para pejabat dipindahkan dari sebuah jagir kepada jagir lainnya untuk menghindarkan mereka mencapai interes yang besar dalam sebuah wilayah tertentu. 

Jagir adalah sebidang tanah yang diperuntukkan bagi pejabat yang sedang berkuasa. 

Dengan demikian tanah yang diperuntukkan tersebut jarang sekali menjadi hak milik pejabat, kecuali hanya hak pakai. 

Wilayah imperium juga dibagi menjadi sejumlah propinsi dan distrik yang dikelola oleh seorang yang dipimpin oleh pejabat pemerintahan pusat untuk mengamankan pengumpulan pajak dan untuk mencegah penyalahgunaan oleh kaum petani.

 
b. Bidang Ekonomi
Terbentuknya sistem pemberian pinjaman bagi usaha pertanian. Adanya
sistem pemerintahan lokal yang digunakan untuk mengumpulkan hasil
pertanian dan melindungi petani. 

Setiap perkampungan petani dikepalai oleh seorang pejabat lokal, yang dinamakan muqaddam atau patel, yang mana kedudukan yang dimilikinya dapat diwariskan, bertanggungjawab kepada atasannya untuk menyetorkan penghasilan dan menghindarkan tindak kejahatan. 

Kaum petani dilindungi hak pemilikan atas tanah dan hak mewariskannya, tetapi mereka juga terikat terhadapnya.

 
Sistem pengumpulan pajak yang diberlakukan pada beberapa propinsi utama pada imperium ini. 

Perpajakan dikelola sesuai dengan system zabt.

 
Sejumlah pembayaran tertentu dibebankan pada tiap unit tanah dan harus dibayar secara tunai. Besarnya beban tersebut didasarkan pada nilai rata-rata hasil pertanian dalam sepuluh tahun terakhir. 

Hasil pajak yang terkumpul dipercayakan kepada jagirdar, tetapi para pejabat lokal yang mewakili
pemerintahan pusat mempunyai peran penting dalam pengumpulan pajak. 

Di tingkat subdistrik administrasi lokal dipercayakan kepada seorang qanungo, yang menjaga jumlah pajak lokal dan yang melakukan pengawasan terhadap agen-agen jagirdar, dan seorang chaudhuri, yang mengumpulkan dana (uang pajak) dari zamindar.
 

Perdagangan dan pengolahan industri pertanian mulai berkembang.

Pada masa Akbar konsesi perdagangan diberikan kepada The British East India Company (EIC) -Perusahaan Inggris-India Timur- untuk menjalankan usaha perdagangan di India sejak tahun 1600. 

Mereka mengekspor katun dan busa sutera India, bahan baku sutera, sendawa, nila dan rempah dan mengimpor perak dan jenis logam lainnya dalam jumlah yang besar.

 
c. Bidang Agama
Pada masa Akbar, perkembangan agama Islam di Kerajaan Mughal mencapai suatu fase yang menarik, di mana pada masa itu Akbar memproklamasikan sebuah cara baru dalam beragama, yaitu konsep Dini-Ilahi. 

Karena aliran ini Akbar mendapat kritik dari berbagai lapisan umat Islam. Bahkan Akbar dituduh membuat agama baru. 

Pada prakteknya, Din-i-Ilahi bukan sebuah ajaran tentang agama Islam. 

Namun konsepsi itu merupakan upaya mempersatukan umat-umat beragama di India. 

Sayangnya, konsepsi tersebut mengesankan kegilaan Akbar terhadap kekuasaan dengan simbol-simbol agama yang di kedepankan. 

Umar Asasuddin Sokah, seorang peneliti dan Guru Besar di Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyamakan konsepsi Din-i-Ilahi dengan Pancasila di Indonesia.

 
Penelitiannya menyimpulkan, “Din-i-llahi itu merupakan semacam Ideologi/ dasar pemerintahan Akbar dan Pancasilanya bagi bangsa Indonesia.

 
Perbedaan kasta di India membawa keuntungan terhadap pengembangan Islam, seperti pada daerah Benggal, Islam langsung disambut dengan tangan terbuka oleh penduduk terutama dari kasta rendah yang merasa disia-siakan dan dikutuk oleh golongan Arya Hindu yang angkuh. 

Pengaruh Parsi sangat kuat, hal itu terlihat dengan digunakanya bahasa Persia menjadi bahasa resmi Mughal dan bahasa dakwah, oleh sebab itu percampuran budaya Persia dengan budaya India dan Islam melahirkan budaya Islam India yang dikembangkan oleh Dinasti Mughal.
 

Berkembangnya aliran keagamaan Islam di India.  

Sebelum dinasti Mughal, muslim India adalah penganut Sunni fanatik. 

Tetapi penguasa Mughal memberi tempat bagi Syi’ah untuk mengembangkan pengaruhnya. 

Pada masa ini juga dibentuk sejumlah badan keagamaan berdasarkan persekutuan terhadap mazhab hukum, tariqat Sufi, persekutuan terhadap ajaran Syaikh, ulama, dan wali individual. 

Mereka terdiri dari warga Sunni dan Syi’i. 

Pada masa Aurangzeb berhasil disusun sebuah risalah hukum Islam atau upaya kodifikasi hukum Islam yang dinamakan fatwa Alamgiri. Kodifikasi ini ditujukan untuk meluruskan dan menjaga syari’at Islam yang nyaris kacau akibat politik Sulakhul dan Din-i- Ilahi.

 
d. Bidang Seni dan Budaya
Munculnya beberapa karya sastra tinggi seperti Padmavat yang mengandung pesan kebajikan manusia gubahan Muhammad Jayazi, seorang penyair istana. 

Abu Fadhl menulis Akbar Nameh dan Aini Akbari yang berisi sejarah Mughal dan pemimpinnya. Kerajaan Mughal termasuk sukses dalam bidang arsitektur. 

Taj Mahal di Agra merupakan puncak karya arsitektur pada masanya, diikuti oleh Istana Fatpur Sikri peninggalan Akbar dan Mesjid Raya Delhi di Lahore. 

 

Istana Fatpur Sikri


Di kota Delhi Lama (Old Delhi), lokasi bekas pusat Kerajaan Mughal, terdapat menara Qutub Minar (1199), Masjid Jami Quwwatul Islam (1197), makam Iltutmish (1235), benteng Alai Darwaza (1305), Masjid Khirki (1375), makam Nashirudin Humayun, raja Mughal ke-2 (1530-1555). 

Di kota Hyderabad, terdapat empat menara benteng Char Minar (1591). 

Di kota Jaunpur, berdiri tegak Masjid Jami Atala (1405). 

 

Masjid Atala kota Jainpur


Taman-taman kreasi Mughal menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah, dan lokal.

4. Kemunduran Peradaban Islam Mughal.
Raja-raja pengganti Aurangzeb merupakan penguasa yang lemah sehingga tidak mampu mengatasi kemerosotan politik dalam negeri. 

Tanda-tanda kemunduran sudah terlihat dengan indikator sebagaimana berikut; 

Internal; Tampilnya sejumlah penguasa lemah, terjadinya perebutan kekuasaan, dan lemahnya kontrol pemerintahan pusat. 

Eksternal;  Terjadinya pemberontakan di mana-mana, seperti pemberontakan kaum Sikh di Utara, gerakan separatis Hindu di India tengah, kaum muslimin sendiri di Timur, dan yang terberat adalah invasi Inggris melalui EIC. Dominasi Inggris diduga sebagai faktor pendorong kehancuran Mughal. 

Pada waktu itu EIC mengalami kerugian. Untuk menutupi kerugian dan sekaligus memenuhi kebutuhan istana, EIC mengadakan pungutan yang tinggi terhadap rakyat secara ketat dan cenderung kasar. 

Karena rakyat merasa ditekan, maka mereka, baik yang beragama Hindu maupun Islam bangkit mengadakan pemberontakan.
 

Mereka meminta kepada Bahadur Syah untuk menjadi lambang perlawanan itu dalam rangka mengembalikan kekuasaan kerajaan. 

Dengan demikian, terjadilah perlawanan rakyat India terhadap kekuatan Inggris pada bulan Mei 1857 M. 

Perlawanan mereka dapat dipatahkan dengan mudah. Inggris kemudian menjatuhkan hukuman yang kejam terhadap para pemberontak. 

Mereka diusir dari kota Delhi, rumah-rumah ibadah banyak yang dihancurkan, dan Bahadur Syah, raja Mughal terakhir, diusir dari istana (1858 M). 

Dengan demikian berakhirlah sejarah kekuasaan dinasti Mughal di daratan India. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kekuasaan dinasti Mughal mundur dan membawa kepada kehancurannya pada tahun 1858 M yaitu:
a. Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer sehingga operasi militer Inggris di wilayah-wilayah pantai tidak dapat segera dipantau oleh kekuatan maritim Mughal.
b. Kemerosotan moral dan hidup mewah di kalangan elite politik, yang mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang negara.
c. Pendekatan Aurangzeb yang terlampau “kasar” dalam melaksanakan ide-ide puritan dan kecenderungan asketisnya, sehingga konflik antaragama sangat sukar diatasi oleh sultan - sultan sesudahnya.
d. Semua pewaris tahta kerajaan pada paruh terakhir adalah orang-orang lemah dalam bidang kepemimpinan.

5. Sekilas Tentang Taj Mahal
Sebenarnya Taj Mahal adalah sebuah makam yang dibangun selama lebih kurang 22 tahun oleh Shah Jehan sebagai bangunan monumental untuk mengenang istri tercintanya Mumtaz'ul Zamani yang lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal.

 
Seusai dengan maksud dibangunkannya bangunan itu maka disebut sebagai Taj Mahal. Letaknya di Agra, India kawasan Uttar Pradesh. Persis di tepian Sungai Yamuna. 

Pembangunannya melibatkan 20.000 pekerja, arsitek paling ahli, seniman ahli kerajinan tangan, sejumlah ahli kaligrafi, pemahat, ahli batu dari seantero India, Persia, dan Turki.

 
Satu kemewahan lain dari Taj Mahal adalah penggunaan materialnya yang didatangkan dari seluruh India dan Asia. 

Dindingnya dibentuk dengan potongan  batu marmer dan batu pasir dalam teknik konstruksi pengunci besi. Seribuan gajah digunakan sebagai pengangkut material itu.

 
Untuk memenuhi kebutuhan batu pasirnya, didatangkan dari tambang di dekat Fatehour Sikri, lalu marmer putihnya dari Raja Jai Singh di Makrana, Rajasthan. 

 
Permata jasper berasal dari Punjab, permata jade dan kristal dari Tiongkok. Permata pirus dari Tibet, batu lapis Lazuli dari Afghanistan, batu safir dari Srilanka dan carnelian dari Arabia. 

Setidaknya ada 28 jenis batu permata yang digunakan  sebagai penghias Taj Mahal.

 
Beberapa orang yang terlibat dalam pembangunan Taj Mahal adalah :
a. Kubah utama ini dirancang oleh Ismail Afandi (a.ka. Ismail Khan), dari
Kekaisaran Ottoman dan dianggap sebagai desainer utama dari belahan dan kubah.
b. Ustad Isa dari Persia (Iran) dan Isa Muhammad Effendi dari Persia (Iran), dilatih oleh Koca Mimar Sinan Agha Kekaisaran Ottoman, sering dikreditkan dengan peran kunci dalam desain arsitektur, tetapi ada sedikit bukti untuk mendukung klaim ini.
c. ‘Puru’ dari Benarus, Persia (Iran) telah disebutkan sebagai arsitek mengawasi.
d. Qazim Khan, yang berasal dari Lahore, pemain finial emas murni.
e. Chiranjilal, sebuah singkat dari Delhi, dipilih sebagai pematung kepala dan mosaicist.
f. Amanat Khan dari Shiraz, Iran adalah kaligrafi kepala. Namanya telah tertulis di akhir prasasti di gateway Taj Mahal.
g. Muhammad Hanif adalah seorang pengawas tukang batu dan Mir Abdul Karim dan Mukkarimat Khan dari Shiraz, Iran (Persia) menangani keuangan dan manajemen produksi harian.

 

C. PENDALAMAN KARAKTER
Dengan memahami perkembangan Islam di India (Kerajaan Mughal), maka seharusnya kita memiliki sikap sebagai berikut :
1. Memiliki semangat ukhuwah kebangsaan, dalam menjalin hubungan silaturrahim dengan sesama masyarakat muslim di seluruh dunia.
2. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari diri sendiri
3. Memiliki keinginan untuk selalu berfikir dan melakukan sesuatu untuk
menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

D. EVALUASI


1. Uraian singkat
1) Pendiri kerajaan Mughal di India adalah ...............
2) Raja ke-dua Kerajaan Mughal di India adalah ...............
3) Yang dimaksud dengan dua gerbang kota ke arah Turkistan dan Persia adalah............... dan ...............
4) Tajmahal dibangun oleh Syah Jehan sebagai salah satu bentuk pengungkapan rasa cinta raja terhadap permaisurinya yang bernama ..........
5) Kemunduran Kerajaan Mughal ditandai dengan adanya penerus kerajaan yang lemah, raja yang terakhir berkuasa adalah ...............



2. Essay
1) Jelaskan awal berdirinya kerajaan Mughal !
2) Pendiri kerajaan Mughal adalah bukan orang India. Jelaskan maksud dari pernyataan tersebut !
3) Dalam bidang militer kerajaan Mughal mendirikan dua (2) benteng sebagai pertahanan Negara, sebutkan !
4) Apa isi pokok dari politik toleransi universal yang digagas Sultan Akbar ?
5) Bagaimanakah system pengelolaan perpajakan di zaman kerajaan Mughal ?