MATERI SEJARAH KELAS XII BAB III B.PERAN INDONESIA DALAM GERAKAN NON BLOK PADA MASA PERANG DINGIN


 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 PERAN INDONESIA DALAM GERAKAN NON BLOK PADA MASA PERANG DINGIN

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini kalian diharapkan mampu enganalisis peran Indonesia pada Gerakan non Blok dan dampaknya terhadap kehidupan politik dan ekonomi global dengan cermat dan semangat serta dapat menunjukkan sikap peduli dan kerjasama.

B. Uraian Materi
Pada kegiatan ini kalian akan membahas bagaimana peran Indonesia pada masa perang dingin melalui Gerakan Non Blok. Tahukah kalian apa itu Gerakan Non Blok ?
Gerakan Non-Blok (GNB) (bahasa Inggris: Non-Aligned Movement/NAM) adalah suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun.

1. Pendirian Gerakan Non Blok (GNB)
Untuk bisa mengetahui lebih jauh peran Indonesia pada masa perang dingin kalian harus mengetahu dan memahami terlebih dahulu apa itu Gerakan Non Blok (GNB) dan latar belakang didirkannya GNB.

a. Latar belakang didirikannya Gerakan Non Blok (GNB)
Pada tahun 1945, Perang Dunia II berakhir, muncul dua blok yaitu Blok Barat (Liberalisme-Demokratis) dan Blok Timur (Sosialis-Komunis). 

Negara di Blok Barat memilih jumlah lebih banyak yakni 8 negara (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Norwegia, dan Kanada ) 

Negara Blok Timur yang hanya terdiri dari 4 negara (Uni Soviet, Cekoslovakia, Rumania, dan Jerman Timur). 

Dalam mempertahankan kedudukannya masing-masing, Blok Barat membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) dan Blok Timur membentuk Pakta Warsawa. 

Tidak hanya sampai disitu, kedua blok ini masih tetap mencari sekutu untuk menambah pertahanannya di Asia, Afrika dan Amerika.

Ternyata ada beberapa negara yang memilih untuk bersikap netral yang kemudian  tersebut pun membentuk Gerakan Non Blok (GNB). 


Pembentukan GNB ini diprakarsai oleh Presiden Soekarno (Indonesia), Presiden Gamal Abdul Nasser (Republik Persatuan Arab-Mesir), PM Pandith Jawaharlal Nehru (India), Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), dan Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).

 

Setelah mempelajari materi diatas kalian pasti sudah mengetahui apa yang melatarbelakangi dibentuknya Gerakan Non Blok. GNB resmi didirikan pada 1 September 1961 di kota Beogard, Yugoslavia bersamaan dengan diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi I (KTT I) yang dimulai dari 1-6 September 1961. 

Konferensi ini dihadiri oleh 25 kepala negara dan 3 kepala pemerintahan sebagai peninjau. Kepala negara yang menghadiri KTT I yaitu Afghanistan, Aljazair, Arab Saudi, Burma, Kamboja, Sri Lanka, Kongo, Kuba, Cyprus, Ethiopia, Ghana, Guinea, India, Indonesia, Irak, Lebanon, Mali, Maroko, Nepal, Somalia, Sudan, Tunisia, RPA, Yaman, dan Yugoslavia, sedangkan Negara peninjau yang hadir Bolivia, Brasil, dan Ekuador.

Dari latar belakang dirikannya Gerakan Non Blok kalian bisa melihat ternyata Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut mendirikan Gerakan Non Blok.

b. Tujuan Gerakan Non Blok (GNB)
Gerakan Non Blok atau Non Aligned Movement ini mulai dirintis sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955 yang telah menghasilkan Dasasila Bandung.

Dasasila Bandung ini digunakan sebagai salah satu landasan Gerakan Non Blok. Selain Dasasila Bandung, prinsip dasar Gerakan Non Blok diambil dari dua hal lagi yaitu lima poin pidato Jawaharlal Nehru dan Deklarasi Havana 1979. 


Tujuan GNB yaitu memperhatikan kedaulatan negara-negara non blok dan menentang segala bentuk kejahatan politk internasional. Seperti imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, rasisme, apartheid, agresi milter, dominasi dan hegemoni salah satu blok besar. Dan yang paling utama adalah untuk mengakhiri Perang Dingin.

Dari tujuan Gerakan Non Blok terlihat dengan jelas peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui Gerakan Non Blok ini karena Indonesia ternasuk sebagai salah satu pendiri Gerakan Non Blok (GNB)

2. Pendirian Gerakan Non Blok sebagai Bukti Peran Aktif Indonesia pada Masa Perang Dingin

Masa perang dingin adalah masa-masa yang penuh kecemasan. Penduduk dunia yang tidak aneh-aneh takut jika perang dingin berubah menjadi perang dunia ketiga atau perang nuklir. Untuk mencegah terganggunya kedamaian dunia, maka para pemimpin dunia yang cinta damai berinisiatif untuk membentuk sebuah aliansi perdamaian.




Gerakan Non Blok (GNB) didirikan dilatarbelakangi oleh munculnya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah Uni Soviet yang saling memperebutkan pengaruh di dunia dan adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang, sehingga berupaya meredakan ketegangan dunia.

Gerakan Non-Blok itu sendiri lahir dari pertemuan puncak Asia-Afrika pada konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955.
Di sana, negara negara yang tidak memihak blok tertentu telah menyatakan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi Ideologi Barat – Timur.
 

Berdirinya Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) diprakarsai oleh para pemimpin negara dari Indonesia (Presiden Soekarno), Republik Persatuan Arab–Mesir (Presiden Gamal Abdul Nasser), India (Perdana Menteri Pandith Jawaharlal Nehru), Yugoslavia (Presiden Joseph Broz Tito), dan Ghana (Presiden Kwame Nkrumah).

Dalam GNB, Indonesia memiliki peran penting sebab negara ini memiliki prinsip politik luar negeri yang bebas aktif, tidak mendukung pakta miliiter atau aliansi militer manapun. Prinsip tersebut dianggap sesuai dengan tujuan didirikannya GNB. Pada tahun 1992, peran penting lain dari Indonesia bagi KTT GNB adalah sebagai tuan rumah dan Presiden Soeharto sebagai ketua GNB.

Pada saat itu, Indonesia memprakarsai kerja sama teknis di beberapa bidang seperti pertanian dan kependudukan serta mencetuskan upaya untuk menghidupkan kembali dialog Utara Selatan.

Setiap KTT GNB yang diselenggarakan memiliki tujuan yang berbeda sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh negara-negara anggota. Setiap negara bisa menjadi anggota GNB namun negara tersebut harus menganut politik bebas aktif, mampu hidup berdampingan secara damai, mendukung gerakan kemerdekaan nasional, dan tidak menjadi anggota salah satu pakta militer. Persyaratan yang ditetapkan oleh GNB ternyata mampu memikat hati berbagai negara, terbukti dengan meningkatnya jumlah negara yang bergabung.

Sejak Gerakan Non Blok lahir hingga sekarang, KTT dilakukan tiap tiga tahun sekali. Tiap KTT paling lama tujuh hari. Indonesia pernah menjadi tuan rumah KTT Gerakan Non Blok ke sepuluh pada tanggal 1 hingga 6 September 1992 di Jakarta.


 



3. Dampak Gerakan Non Blok terhadap kehidupan Politik Global
KTT GNB I mencetuskan prinsip politik bersama, yaitu bahwa politik berdasarkan koeksistensi damai, bebas blok, tidak menjadi anggota pasukan militer dan bercita-cita melenyapkan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasi. GNB juga membantu Afrika Selatan dalam menghapus politik Apartheid.

GNB mencari perdamaian yang berkelanjutan melalui pemerintah global dan mewujudkan adanya rasa optimisme bahwa GNB dapat memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas. 

Pentingnya GNB terletak pada kenyataan bahwa GNB merupakan gerakan Internasional terbesar kedua, setelah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), GNB dapat mewujudkan eratnya hubungan kerjasama antara negara satu dengan negara yang

4. Dampak Gerakan Non Blok terhadap kehidupan Ekonomi Global
Kerjasama antara anggota-anggota GNB dapat memiliki dampak positif pada situasi ekonomi dunia. Dengan menciptakan tata hubungan ekonomi Internasional yang masih seimbang, dan memperluas partisipasi negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah ekonomi dunia. GNB membuat negara-negara anggota Non-Blok berjalan lancar tanpa hambatan. Jadi GNB ini meningkatkan program kearah tata ekonomi dunia.

C. Rangkuman
1. Gerakan Non Blok (GNB) didirikan dilatarbelakangi oleh munculnya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah Uni Soviet yang saling memperebutkan pengaruh di dunia dan adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang, sehingga berupaya meredakan ketegangan dunia.
2. Gerakan Non-Blok itu sendiri lahir dari pertemuan puncak Asia-Afrika pada konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955. Di sana, negaranegara yang tidak memihak blok tertentu telah menyatakan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi Ideologi Barat – Timur. dan Kwame Nkrumah dari Ghana.
3. Tujuan utama dari GNB ialah menciptakan perdamaian dunia diantara Blok Barat dan Blok Timur serta meredakan ketegangan dunia bagi negara baru merdeka dan berkembang.
4. Berdirinya Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) diprakarsai oleh para pemimpin negara dari Indonesia (Presiden Soekarno), Republik Persatuan Arab–Mesir (Presiden Gamal Abdul Nasser), India (Perdana Menteri Pandith Jawaharlal Nehru), Yugoslavia (Presiden Joseph Broz Tito), dan Ghana (Presiden Kwame Nkrumah).
5. Peran Indonesia pada Gerakan Non Blok adalah sebagai pendiri dan pernah Tuan Rumah penyelenggaraan KTT Geraan Non Blok ke X.
6. GNB mencari perdamaian yang berkelanjutan melalui pemerintah global dan mewujudkan adanya rasa optimisme bahwa GNB dapat memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas.
7. Kerjasama antara anggota-anggota GNB dapat memiliki dampak positif pada situasi ekonomi dunia. Dengan menciptakan tata hubungan ekonomi Internasional yang masih seimbang, dan memperluas partisipasi negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah ekonomi dunia.

D. Penugasan Mandiri
Untuk menguatkan pemahaman kalian terhadap materi yang telah dipelajari, tugas kalian adalah mencari informasi dan menganalisis dampak GNB terhadap kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia.
Untuk dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kalian dapat mencari referensi lain dari artikel, surat kabar, ataupun internet.

E. Latihan Soal
 

1. Indonesia menunjukkan sikap netral pada masa Perang Dingin dengan menjadi salah satu inisiator pembentukan Gerakan Non Blok (GNB). Indonesia terlibat dalam gerakan non blok disebabkan karena ...
A. Blok Barat dan Blok Timur tidak memberikan keuntungan kepada Indonesia
B. Uni Soviet memandang Indonesia tidak memiliki kekuatan tempur yang kuat
C. Indonesia menerapkan prinsip berdiri di atas kaki sendiri
D. Amerika Serikat membantu Belanda dalam perebutan Irian Barat
E. Indonesia menganut paham politik luar negeri bebas dan aktif
 

2. Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sangat berpengaruh kepada negara di dunia dan juga Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi Perang Dingin dalam bidang politik adalah....
A. mengikuti jejak Amerika Serikat
B. mengikui jejak Unisoviet
C. menjadi salah satu pemrakarsa munculnya Gerakan Non Blok
D. keluar dari anggota Perserikatan bangsa bangsa
E. ikut mengirimkan Pasukan Garuda
 

3. Persaingan antara blok barat dan Blok timur setelah perang dunia II telah melahirkan Perang Dingin. Dalam suasana perang dingin muncul gagasan bagi negara-negara berkembang untuk . . . .
A. membentuk Gerakan Non-Blok
B. membentuk kerja sama regional
C. melawan dominasi blok Barat dan blok Timur
D. memperkuat pertahanan militer
E. menandingi kekuatan Uni Soviet dan Amerika Serikat
 

4. Perhatikan pernyataan berikut !
1) Merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Konterensi Asia Atrika (KAA).
2) Dibentuk pada tanggal 14 September 1960 di Baghdad, Irak.
3) Diprakarsai oleh negara-negara yang baru merdeka dan tidak ingin
bergabung dalam blok Timur atau blok Barat.
4) Salah satu tujuannya adalah membendung pengaruh negatif blok Timur dan blok Barat.
5) Salah satu latar belakang pembentukannya adalah aksi pembakaran masjid Al-Aqsha.
Pernyataan yang terkait dengan organisasi Gerakan Non-Blok (GNB) ditunjukkan oleh nomor . . . .
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 4)
C. 2), 3), dan 4)
D. 2), 4), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)
 

5. Indonesia telah menunjukkan peran aktifnya pada masa perang dingin melalui kegiatan Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok. Keterkaitan antara Konferensi Asia Afrika
(KAA) dan Gerakan Non-Blok (GNB) adalah…
A. seluruh program kerja dalam GNB di-implementasikan dalam KAA
B. GNB merupakan organisasi tandingan untuk menyaingi eksistensi kegiatan KAA
C. negara yang tidak mengikuti KAA kemudian membentuk GNB untuk mengakomodasi tujuannya
D. landasan pemikiran Dasasila Bandung dalam KAA menjadi tonggak pembentukan GNB
E. salah satu hasil GNB adalah pembentukan KAA yang bertujuan meredakan konflik besar dunia

Kirimkan jawaban anda kepada guru melalui Whatsapp