MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XI BAB V MENGENAL KEBERAGAMAN INDONESIA LEWAT PERTUNJUKAN DRAMA




Pertanyaan Pemantik
1. Pernahkah kalian melihat pertunjukan drama? Jika iya, apa judulnya dan bagaimana sinopsisnya?
2. Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan keberagaaman etnis, budaya, dan adat istiadat. Bagaimana cara memperkenalkan keberagaman tersebut melalui pertunjukan drama?
3. Berdasarkan jawaban pertanyaan nomor 2, mengapa pertunjukan drama dapat memupuk sikap toleransi, saling menghargai, saling menjaga, dan saling mengasihi di antara perbedaan dan keberagaman yang ada pada bangsa Indonesia?


 

 


Dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa, kalian diskusikan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut ini!
1. Gambar 5.2 adalah salah satu pertunjukan drama yang pernah dipertunjukan di Indonesia. Menurut kalian, apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan melakukan dipertunjukkan drama?
2. Drama adalah salah satu dari jenis karya sastra setelah puisi dan prosa.
Jelaskan kekuatan yang dimiliki oleh sebuah naskah drama dibanding dengan jenis karya sastra yang lain seperti puisi dan prosa!
3. Bagaimana hubungan antara pamflet dan pertunjukan drama yang akan ditonton oleh masyarakat?

 

 

Seperti telah dijelaskan pada tujuan pembelajaran di atas, kalian akan mempelajari drama. Untuk mempelajari drama, akan digunakan tema tentang keberagaman Indonesia. Pada bab ini kalian akan mengenal lebih dalam tentang keberagaman Indonesia, baik dari kekayaan etnis, budaya, maupun adat istiadat bangsa kita lewat pertunjukan drama. Beberapa kegiatan akan kita lakukan untuk membahas topik ini dari mengenal unsur-unsur pertunjukan drama, mempersiapkan pertunjukan drama, sampai mengerjakan proyek pertunjukan drama kelas. Oleh karena itu, mari tuangkan ide, gagasan, dan kreativitas yang kalian miliki untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan drama dengan mengangkat tema keberagaman masyarakat Indonesia.

A. Menemukan Perbedaan antara Drama, Puisi, dan Prosa


 

Karya sastra dibagi ke dalam tiga bentuk, yaitu puisi, prosa, dan drama.
Bentuk karya sastra puisi dan prosa telah kalian pelajari pada bab-bab sebelumnya. Sekarang saatnya kalian belajar tentang jenis karya sastra yang ketiga yaitu drama. Bagaimana perbedaan ketiga bentuk karya tersebut, akan kita bahas di bawah ini.


Kegiatan 1 Bacalah contoh karya sastra berupa puisi, prosa, dan drama.

1. Puisi “Bila Kutitipkan” Karya A. Mustofa Bisri


 

 

2. Prosa, Penggalan Cerpen “Roh Meratus” Karya Zaidinoor.


 




3. Naskah Drama “Mangir” Karya Pramoedya Ananta Toer


 





Kegiatan 2 Diskusikan dalam kelompok perbedaan puisi, prosa, dan drama.

Setelah kalian membaca contoh puisi, prosa, dan drama, buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Setelah itu, berdiskusilah dan jawablah pertanyaan di bawah ini.
1. Temukan pengertian puisi, prosa, dan drama dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia!
2. Berdasarkan ketiga contoh di atas, temukan perbedaan ketiga bentuk karya sastra tersebut dengan melengkapi tabel di bawah ini!





B. Unsur-unsur Pembangun Pertunjukan Drama


 


Kata drama berasal dari bahasa Yunani, dari kata kerja dran yang berarti “berbuat, to act atau to do”. Demikianlah dari segi etimologinya, drama mengutamakan perbuatan, gerak, yang merupakan inti hakikat setiap karangan yang bersifat drama. Moulton mengatakan bahwa “drama adalah hidup yang ditampilkan dalam gerak” (life presented in action). Balthazar Verhagen mengemukakan bahwa “drama adalah kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak” (Slametmuljana dalam Tarigan, 1985: 70).
Jadi, drama adalah sebuah cerita yang membawakan tema tertentu dengan dialog dan gerak sebagai pengungkapannya.

Seperti halnya karya sastra yang lain, naskah drama juga tersusun dari bagian-bagian yang disusun secara sistematis. Struktur naskah drama terdiri atas tiga bagian utama, yakni prolog, dialog, dan epilog. Bagian pembuka drama biasanya disebut dengan prolog, sedangkan bagian konflik akan ada di bagian tengah, yaitu disebut dialog, dan bagian terakhir sebagai bagian penutup disebut dengan epilog.

Drama dibangun dari unsur-unsur pembangunnya. Unsur-unsur pembangun sebuah pertunjukan drama adalah tokoh dan perwatakannya, tema, amanat, latar cerita, dan alur cerita. Unsur-unsur pembangun pertunjukan drama tidak terlalu berbeda dengan unsur-unsur pembangun karya prosa. Hal yang berbeda antara unsur pembangun pertunjukan drama dan karya prosa adalah pertunjukan drama lebih menekankan penggunaan lakuan para tokoh dan dialog antartokoh untuk menjelaskan jalan cerita.

Kegiatan 1 Saksikan pertunjukan drama berjudul “Sekadar Imajinasi” oleh Teater Koma.

Untuk mengenal lebih dekat seperti apa pertunjukan drama, saksikanlah
pertunjukan drama berikut ini! Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pertunjukan tersebut. 


 


Berdasarkan pertunjukan drama yang telah kalian saksikan tersebut, secara berkelompok terdiri atas 4-5 siswa jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan kalimat yang baik!
1. Terdapat berapa latar tempat dalam pementasan drama tersebut?
Jelaskan disertai dengan bukti.
2. Terdapat berapa babak pertunjukan drama yang telah kalian saksikan tersebut? Jelaskan dan berikan buktinya!
3. Identifikasilah mana bagian yang disebut prolog, dialog, dan epilog pada pertunjukan drama tersebut!
4. Siapakah tokoh utama dan siapa saja peran pendukung dalam pentas drama tersebut? Berikan alasan dan bukti yang mendukung!
5. Dari pentas tersebut, identifikasilah mana tokoh yang punya perwatakan baik, jahat, dan campuran! Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!
6. Apakah terdakwa dalam sidang pengadilan mengakui apa yang dituduhkan oleh Hakim Ketua? Tunjukkan dialog manakah yang menunjukkan hal tersebut!
7. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh terdakwa sehingga dijatuhi hukuman tiga bulan penjara? Bagaimana tanggapan sahabat tokoh tentang waktu hukuman yang hanya tiga bulan tersebut?
8. Menurut kalian, apakah hukuman tiga bulan itu merupakan hukuman yang setimpal bagi pelaku korupsi yang 100 miliar?
9. Berikan penjelasan kalian mengapa pentas drama tersebut diberi judul “Sekadar Imajinasi”? Berikan alasan yang mendukung jawabanmu.
10. Tuliskan satu amanat yang bisa kalian tarik dari pertunjukan drama tersebut dan berikan alasan serta bukti yang mendukung.


Kegiatan 2 Temukan dan saksikan pertunjukan drama yang ada di internet.
Berdasarkan pentas drama yang berjudul “Sekadar Imajinasi”, kita mengetahui unsur-unsur pembangun pertunjukan drama. Berikut adalah unsur-unsur pembangun drama.
1. Tema merupakan gagasan sentral atau utama yang menjadi dasar disusunnya pentas drama tersebut.
2. Alur atau plot merupakan jalinan cerita dari awal sampai akhir cerita.
Jalinan cerita ini berupa jalannya cerita dalam drama yang berupa permasalahan, konflik, klimaks cerita atau permasalahan, dan akhir atau penyelesaian permasalahan. Hal ini biasanya bisa dirangkai dalam tiga kategori besar yaitu, prolog, dialog, dan epilog.
3. Tokoh dan perwatakan tokoh. Tokoh adalah karakter-karakter yang terlibat di dalam pementasan drama yang biasanya diiringi penggambaran perwatakan seperti baik, jahat, penyayang, pendendam.
Penggambaran watak tersebut dikembangkan melalui sikap, ucapan, tingkah laku, serta suara.
4. Dialog adalah percakapan antartokoh yang merupakan unsur utama sebuah drama. Dalam dialog yang baik akan tergambarkan jalan cerita dan perwatakan para tokoh.
5. Latar atau setting adalah penggambaran latar kejadian dalam pentas drama. Latar ini bisa berupa latar tempat, waktu, dan suasana.
6. Amanat adalah pesan yang hendak disampaikan oleh penulis naskah drama dan sutradara lewat pentas drama tersebut.
7. Petunjuk teknis merupakan petunjuk mementaskan atau mengaudiovisualkan naskah drama. Petunjuk teknis juga biasa disebut teks samping.
8. Drama sebagai interpretasi kehidupan adalah unsur yang berupa ide atau gagasan dalam menyusun drama yang merupakan tiruan kehidupan manusia atau miniatur kehidupan manusia yang dipentaskan (Nurgiyantoro 1995: 21).


Isilah tabel di bawah ini dengan menemukan paling sedikit tiga pentas drama yang memiliki tema tentang keberagaman Indonesia. Kalian bisa melengkapi tabel berikut dengan menemukannya di internet.


 


C. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerita Pendek



 

Hal pertama yang harus dipersiapkan sebelum membuat pementasan drama adalah mempersiapkan naskah drama. Di sini penulis naskah drama memegang peranan penting. Masih ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan sebuah pementasan drama, seperti peran sutradara, kemampuan bermain peran para pemain, keunggulan tata lampu dan efek suara, dan sebagainya.

Berdasarkan tema cerita, pertunjukan drama bisa dikategorikan dalam tiga bentuk. Bentuk pertama adalah bertema tragedi, yaitu bercerita tentang kesedihan dan kemalangan. Bentuk kedua bertema komedi yakni bercerita tentang lelucon dan tingkah laku konyol. Bentuk ketiga bertema tragedi komedi, yaitu bercerita tentang kesedihan yang bercampur dengan lelucon.

Dalam teknik penyajian, pertunjukan drama disajikan dalam dua bentuk. Bentuk yang pertama adalah secara realis yaitu drama disajikan mendekati kenyataan yang sebenarnya baik dalam bahasa, pakaian, dan
tata panggungnya. Bentuk yang kedua disajikan dalam bentuk simbolik yaitu dalam pementasannya tidak terlalu mirip dengan yang sebenarnya
terjadi. Bentuk simbolis biasanya dilengkapi dan disajikan dengan puisi, musik, tarian, dan tata panggung yang penuh makna simbolis.

Naskah yang telah ditulis oleh penulis naskah kemudian akan digunakan oleh sutradara sebagai panduan pementasan drama. Sutradara bisa menambah atau menguranginya karena disesuaikan dengan situasi pentas, peralatan yang tersedia, penonton yang akan hadir, dan tujuan pementasan drama.

Kegiatan 1 Bacalah contoh penulisan naskah drama berikut dengan baik.

Ide dalam menulis naskah drama bisa berasal dari mana saja. Ide tersebut bisa berasal dari pengalaman sendiri dari penulis naskah drama atau berasal dari pengalaman orang lain. Ide penulisan naskah drama juga bisa disadur dari jenis karya sastra lain seperti dari karya jenis puisi, cerpen, atau novel. Berikut adalah contoh sebuah cerpen yang diubah menjadi naskah drama. Bacalah dengan baik contoh naskah drama berikut dengan baik! Identifikasikan tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya, dialog antartokoh, dan latar tempat berlangsung adegan tersebut!


 



 

Kegiatan 2 Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Berdasarkan kutipan cerpen tersebut di atas, identifikasilah jumlah babak, latar tempat dan waktu, pemeran, dialog antartokoh, dan keterangan lakuan dari para pemain.

Seperti telah dijelaskan di atas, kekuatan sebuah naskah drama terletak pada lakuan atau acting para pemeran dan dialog antar tokoh. Kedua hal
tersebut jika diramu dengan baik, akan tergambarkan konflik yang ingin disampaikan dalam pertunjukan drama. Berdasarkan teks tersebut di atas, identifikasi ada berapa babak, latar tempat dan waktu, siapa saja tokoh yang berperan dalam setiap babak, dialog yang dilakukan antartokoh, serta lakuan dari setiap pemain.

Adegan 1 Latar tempat dan latar waktu: di ruang operasi sebuah rumah sakit dan malam hari. 


 

 

 

Setelah mengidentifikasi jumlah babak, latar tempat dan waktu, siapa saja tokoh yang berperan dalam setiap babak, dialog yang dilakukan antartokoh, serta lakuan dari para pemain, langkah selanjutnya adalah menuliskan naskah drama berdasarkan cerita pendek tersebut. 

Hal lain yang harus diperhatikan adalah bagaimana menjelaskan latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Untuk menggambarkan ketiga latar tersebut, perlu digunakan penjelasan suasana panggung dengan melengkapinya dengan perlengkapan panggung, efek suara, dan efek lampu. Berikut adalah gubahan cerita pendek tersebut di atas ke dalam naskah drama.



 



Kegiatan 3 Tentukan keterangan panggung, musik pendukung, dan tata lampu dalam setiap babak naskah drama.
Naskah drama yang disusun pada kegiatan 2 terdapat tiga babak. Untuk menggambarkan latar tempat, latar waktu, dan latar suasana bisa menggunakan penjelasan tata panggung, efek suara atau musik pendukung, dan efek lampu. Setiap babak harus terdapat penjelasan ketiga hal tersebut ditambah dengan penjelasan kostum dan tata wajah para pemerannya.
Lengkapilah tabel berikut untuk mengidentifikasi unsur-unsur tersebut.


 


Berdasarkan contoh gubahan naskah drama yang diambil dari jenis cerpen “Semangkuk Perpisahan” karya Miranda Seftiana tersebut, penulis naskah paling tidak harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Tokoh.
2. Dialog antartokoh.
3. Keterangan lakuan (ditulis dalam tanda kurung).
4. Keterangan latar tempat yang dituangkan dalam pengaturan tata panggung.
5. Keterangan suara/musik pendukung untuk membantu menggambarkan latar suasana.
6. Keterangan tata lampu atau efek lampu untuk menggambarkan latar
suasana.
7. Keterangan kostum yang dikenakan oleh para pemain.


Kegiatan 4 Berlatihlah mengubah cerita pendek ke dalam bentuk naskah drama.

Secara bergantian bacalah cerpen “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus” berikut ini sebagai sumber untuk menulis naskah drama.


 












Dalam kelompok diskusi yang terdiri atas 4-5 siswa, jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini untuk mempersiapkan penulisan naskah drama berdasarkan cerpen “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus”. 

Jangan lupa gunakan kalimat yang baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
1. Cerpen “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus” jika dibuat naskah drama akan menjadi lima babak atau adegan. Identifikasilah tokoh-tokoh yang akan terlibat dalam setiap babaknya! Jelaskan ciri-ciri fisik dan perwatakan dari setiap tokoh tersebut!
2. Bagaimana tata panggung dari setiap babak harus dipersiapkan sehingga bisa menggambarkan latar tempat, latar waktu, dan latar suasana dalam cerpen tersebut? Lengkapi penjelasan tata panggung dengan perlengkapan panggung yang harus disediakan dalam kelima babak tersebut!
3. Identifikasilah dan jelaskan bagaimana kostum dan tata wajah yang harus dikenakan oleh para pemain peran dalam kelima babak tersebut sehingga bisa mewakili isi cerita dari cerpen!
4. Musik dan efek suara adalah hal yang harus diperhatikan di dalam setiap babak. Jelaskan bagaimana jenis musik dan efek suara harus dipersiapkan dari kelima babak tersebut!
5. Pertunjukan juga harus didukung oleh efek tata lampu. Identifikasi dan jelaskan bagaimana tata lampu harus diatur dalam setiap babak sehingga bisa menggambarkan latar suasana dalam cerpen tersebut!
 

Setelah menjawab kelima pertanyaan tersebut di atas, kalian pasti sudah mempunyai gambaran bagaimana mengubah cerita pendek “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus” dalam bentuk naskah drama. Tulis naskah dalam lima babak dan setiap babak harus dilengkapi dengan keterangan siapa saja tokoh yang terlibat, dialog antartokoh, keterangan lakuan dari para pemeran, keterangan panggung atau keterangan latar tempat, keterangan suara, keterangan lampu, dan penjelasan kostum dan tata wajah dari para pemeran.


 

 

D. Mempersiapkan Pertunjukan Drama dengan Tema Tertentu


 




Mementaskan sebuah pertunjukan drama berarti mengaktualisasikan naskah drama yang telah ditulis oleh penulis naskah drama di atas panggung. Pementasan drama, baik dalam tahap persiapan maupun pada saat pementasannya, akan melibatkan banyak pihak yang menuntut kemampuan kerja sama antara satu pihak dengan pihak lainnya. Pihak-pihak tersebut seperti sutradara pertunjukan yang harus bisa memimpin semua proses pertunjukan, para pemeran yang harus bisa menerjemahkan isi naskah drama dan patuh mengikuti arahan dari sutradara, serta para kru yang lain seperti penata panggung, penyedia kostum, serta pemusik dan bahkan pengatur lampu.

Secara garis besar, hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pementasan drama meliputi (1) naskah drama, (2) sutradara, (3) para pemain atau tokoh pemeran, (4) tata panggung dan perlengkapan panggung, (5) tata lampu atau efek cahaya, (6) tata musik dan efek suara, (7) kostum, (8) penonton, dan (9) promosi pertunjukan yang akan dilakukan.

Kegiatan 1 Saksikan dan bandingkan dua pertunjukan drama.

Sebelum memulai tahap persiapan pementasan drama kelas, saksikan dua pertunjukan drama di bawah ini kemudian perhatikan dengan baik kesembilan aspek yang disebutkan di atas.


 



Untuk mengukur pemahaman kalian tentang kedua pertunjukan drama tersebut, secara berkelompok terdiri atas 4-5 siswa jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini! Gunakan kalimat yang baik dalam menjelaskan jawaban kalian.
1. Pertunjukan drama dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tragedi, komedi, atau tragedi komedi. Jika dikategorikan dalam ketiga jenis pertunjukan drama, dua pentas drama yang diputar oleh gurumu termasuk ke dalam jenis yang mana? Berilah penjelasan disertai dengan bukti secukupnya!
2. Dalam penyajiannya sebuah pertunjukan drama dibagi menjadi dua yaitu drama realis dan simbolik. Bagaimana penyajian kedua pertunjukan drama yang telah kamu saksikan? Beri penjelasan disertai dengan bukti secukupnya!
3. Bagaimana tata panggung ditampilkan dalam kedua pertunjukan drama yang kalian saksikan? Apakah properti yang ditampilkan dipanggung sudah mendukung cerita secara keseluruhan di setiap babak yang ditampilkan?
4. Bandingkan bagaimana pencahayaan atau lighting effect yang digunakan dalam kedua pertunjukan tersebut? Beri penjelasan disertai dengan bukti yang mendukung!
5. Musik dan sound effect adalah salah satu bagian penting dalam pertunjukan drama. Bandingkan bagaimana unsur musik digunakan dalam kedua pertunjukan tersebut? Beri penjelasan disertai dengan bukti yang mendukung!
6. Kostum dan tata wajah adalah unsur yang penting dalam pertunjukan drama. Bandingkan bagaimana penggunaan kostum dan tata wajah dari kedua pertunjukan tersebut? Beri penjelasan disertai dengan bukti yang mendukung!
7. Secara keseluruhan bagaimana perbandingan antara pertunjukan drama A dan pertunjukan drama B? Berikan penjelasan berdasarkan unsur-unsur pembangun pertunjukan drama seperti tokoh, dialog antartokoh tokoh, keterangan lakuan, panggung dan properti yang disiapkan, musik dan sound effect, tata lampu, dan kostum.

Kegiatan 2 Lakukan langkah demi langkah mempersiapkan pertunjukan drama kelas.

Untuk bisa membuat pertunjukan drama seperti pada contoh video yang telah kalian saksikan, berikut adalah langkah-langkah yang akan kalian ikuti untuk mempersiapkan pertunjukan drama kelas. Pertunjukan drama ini akan melibatkan seluruh kelas dan akan menjadi proyek kelas. Oleh karena itu, kerja sama yang erat sangat dibutuhkan sehingga kelas kalian bisa memberikan pertunjukan yang mengesankan. 


Langkah 1
Memilih satu atau dua orang sebagai penulis naskah drama. Naskah drama akan diadopsi dari salah satu cerpen di bawah ini. Diskusikan dan pilih salah satu yang paling menarik menurut kalian.
a. “Belis Si Mas Kawin” karya Fanny J. Poyk.
b. “Roh Meratus” karya Zaidinoor.
c. “Linuwih Aroma Jarik Baru” karya Anggun Prameswari.
d. “Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta?” karya Ahmad Tohari.
e. “Di Tubuh Tara dalam Rahim Pohon” karya Faisal Oddang.
f. “Ulat Bulu dan Syeh Daun Jati” karya Agus Noor.
 

Untuk menemukan cerpen-cerpen tersebut berikut tautan yang bisa kalian akses di internet.


 


Langkah 2
Memilih sutradara dan asisten sutradara. Sutradara dan asisten sutradara memegang peranan sangat penting dalam pertunjukan drama karena merekalah yang akan mengatur persiapan pertunjukan drama sampai dengan tahap pementasan. Tahap persiapan tersebut seperti membaca dan menginterpretasikan isi naskah drama, memilih setiap pemeran dan melatih pemeran dalam mendalami karakter tokoh, memilih anggota yang akan mempersiapakan tata panggung, tata lampu, tata suara atau musik, dan tata kostum seluruh pemain. Oleh karena itu, tugas seorang sutradara dan asisten sutradara cukup berat. Pilihlah seorang sutradara dan seorang asisten sutradara yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik sehingga bisa memimpin persiapan dan pementasan drama kelas dengan baik.

Langkah 3
Memilih pemain atau pemeran. Untuk memilih pemeran akan dilakukan oleh sutradara dan asisten sutradara. Oleh karena itu, sutradara harus mampu menafsirkan perwatakan tokoh yang akan diperankan. Kemampuan sutradara diuji dalam hal ini karena pemilihan peran akan berlanjut dengan melatih para pemain peran tersebut dalam menjiwai setiap tokoh yang akan ditampilkan.

Langkah 4
Menyiapkan panggung dan kelengkapannya. Persiapan tata panggung biasanya akan dilakukan oleh kelompok tim yang cukup besar jumlah anggotanya. Sutradara dan asisten sutradara akan memimpin tim ini sehingga tata panggung dan perlengkapannya bisa benar-benar menggambarkan latar tempat, latar waktu, dan latar suasana sesuai dengan naskah drama.

Langkah 5
Menyiapkan musik dan efek suara. Musik dan efek suara memegang peran penting dalam mendukung latar suasana. Musik dan efek bunyi bisa didapatkan dengan melibatkan orkestra, band, gamelan, dan sebagainya.
Musik bisa diperdengarkan secara langsung maupun lewat rekaman. Peran sutradara sangat penting dalam menerjemahkan ide cerita kepada para pemusik yang akan mempersiapkan musik dan efek suara.

Langkah 6
Menyiapkan tata lampu atau efek cahaya. Efek pencahayaan atau tata lampu sangat diperlukan untuk memperjelas pelihatan penonton terhadap mimik dari para pemeran, sehingga bisa tercipta suasana sedih, murung, atau gembira. Selain untuk menampilkan ekspresi dari para pemeran, tata lampu juga dapat mendukung keartistikan panggung.

Langkah 7
Menyiapkan kostum dari para pemeran. Kostum adalah pakaian yang dikenakan para pemain untuk membantu pemeran dalam menampilkan perwatakan tokoh yang diperankan. Dengan melihat kostum yang dikenakan oleh para pemeran, penonton secara langsung dapat menerka
profesi tokoh yang ditampilkan di panggung seperti dokter, perawat, tentara, petani, dan sebagainya. Dengan kostum yang baik juga bisa dilihat kedudukan para pemeran seperti menjadi rakyat jelata, punggawa, atau raja. Dengan kostum pula bisa ditampilkan perwatakan para pemeran seperti tokoh yang penuh kesopanan, tokoh yang ceroboh, bahkan tokoh yang jahat.

Langkah 8
Menyiapkan promosi sehingga bisa menjaring penonton. Bagian yang tak
boleh dilupakan adalah memperkenalkan kepada calon penonton tentang
promosi kepada calon penonton. Banyak media yang bisa dipakai seperti
televisi, media sosial, atau media cetak seperti surat kabar. Biasanya panitia pertunjukan drama akan membuat pamflet untuk disebarluaskan kepada masyarakat lewat media-media tersebut.


Setelah mengetahui langkah demi langkah tersebut, sekarang berdiskusilah bersama teman sekelas kalian dan pilihlah siapa saja yang akan berkontribusi dalam mempersiapkan pertunjukan drama ini. Diskusi
bisa dipimpin oleh ketua kelas. Berikut adalah hal-hal yang harus kalian tentukan dalam diskusi tersebut.


 

 

E. Mempromosikan Pertunjukan Drama dengan Membuat Pamflet


 

Pertunjukan drama membutuhkan penonton. Sebelum pertunjukan dimulai panitia harus memberitahukan tentang acara ini kepada masyarakat.
Untuk pertunjukan drama biasanya panitia menyediakan pamflet yang akan disebar ke beberapa media, baik media cetak seperti surat kabar maupun media televisi, radio, media sosial, atau internet. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian pamflet adalah surat selebaran. Oleh karena itu, pamflet tersebut akan disebarkan kepada masyarakat melalui berbagai media tersebut. 

 

Kegiatan 1 Diskusikan dengan membandingkan dua pamflet pertunjukan drama.

Tugas 1
Berikut adalah contoh pamflet yang pernah digunakan untuk mendukung
pertunjukan drama. Perhatikan dengan baik contoh pamflet berikut dan jawablah pertanyaan yang menyertainya dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa.

Pamflet A


Pamflet B


 

 

Perhatikanlah kedua pamflet tersebut dengan baik! Dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Identifikasi hal-hal apa saja yang harus dicantumkan dalam pamflet pertunjukan drama!
2. Apa yang harus dilakukan agar pamflet yang kita buat menarik perhatian masyarakat?
3. Pamflet juga harus mewakili tema cerita dari naskah drama yang akan dipertunjukkan. Untuk menuangkan tema dalam pamflet, pembuat pamflet bisa menggambarkan tema tersebut dalam bentuk apa saja?
4. Kalau dibandingkan, pamflet mana yang lebih menarik: pamflet A atau pamflet B? Berikan alasan dan bukti yang mendukung.
5. Buatlah rancangan pamflet yang akan kalian buat untuk mendukung pertunjukan drama kelas yang akan diselenggarakan. Pastikan pamflet tersebut menarik sehingga penonton mau datang menyaksikan pertunjukan tersebut.


Kegiatan 2 Membuat pamflet untuk pertunjukan drama kelas

Setelah kalian mengetahui dan melihat contoh pamflet tersebut sekarang saat nya kalian mempersiapkan pamflet pertunjukan drama kelas yang sudah dipersiapkan. Buatlah pamflet semenarik mungkin sehingga penonton tertarik untuk menyaksikan drama kelas kalian.

Setelah semua persiapan pertunjukan drama kelas dilakukan maka saatnya kalian memeriksa kesiapan terakhir dari drama kelas sebelum dipertunjukkan. Berikut adalah tabel penilaian secara mandiri untuk memeriksa kelengkapan sebelum pertunjukan. 


 


F. Jurnal Membaca


 



Pilihlah salah satu dari beberapa karya berikut yang bisa kalian jadikan alternatif pilihan untuk dibaca pada kegiatan jurnal membaca pada Bab 5!


 



Lengkapi jurnal membaca berikut sebagai tindak lanjut dari kegiatan membaca salah satu karya yang ditawarkan di atas!


 


G. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab 5


 



Selamat kalian telah menyelesaikan Bab 5 dengan baik. Tidak mudah untuk menyelesaikan bab ini karena memang harus diakhiri dengan proyek kelas yang melibatkan seluruh anggota kelas. Jika bab ini bisa kalian selesaikan dengan baik, kalian telah belajar banyak hal dari kemampuan membaca, menulis, berbicara, sampai mempresentasikan karya kalian. 

Sekarang saatnya merefleksikan apa yang telah kalian pelajari di bab ini. Berilah tanda centang (√) pada kolom Sudah jika kalian sudah memahami atau mampu melakukan suatu pembelajaran. Jika kalian masih memerlukan pembelajaran lebih lanjut dengan bimbingan gurumu, berilah tanda centang pada kolom Belum.